Hanya 40? Jangan kuatir, ini baru sebagian panduan yang kami berikan untuk Anda. Sisanya, temukankanlah sendiri seiring berjalannya waktu dalam petualangan Anda menjadi seorang ayah terbaik bagi putra putri Anda.
Oleh: Rudolf Santana (Dari berbagai sumber)
Ada banyak pelajaran dan nilai positif dari ayah yang bisa ditularkan kepada anak dan menjadi bekalnya untuk menjadi pribadi yang lebih berkualitas ketika mereka tumbuh dewasa. Perhatian, beberapa pelajaran di bawah ini mungkin terasa sulit untuk Anda ajarkan, tapi cobalah terus. Tidak ada urut-urutan mana yang lebih dulu harus Anda ajarkan, semuanya perlu.
1.Ajari anak bagaimana mencintai ibunya. Cara Anda menyayangi, mencintai dan memperlakukan istri Anda, akan dilihat dan ditiru anak Anda. Tunjukkan bagaimana ayah dan ibunya mengungkapkan rasa cinta dengan tulus. Dan ketika suatu saat nanti Anda melihat anak Anda menyayangi istrinya dengan sepenuh hati, Anda akan sadar bahwa Anda telah berperan di situ.
2.Ajari anak menyayangi keluarganya. Tunjukkan bagaimana ia seharusnya menghormati orang yang lebih tua dan menyayangi yang muda. Apapun yang terjadi, keluarga adalah tempat kita kembali.
3.Tunjukkan rasa cinta. Bocah laki-laki dan bocah perempuan sama-sama memiliki kemampuan untuk mengekpresikan rasa cinta mereka. Namun ketika beranjak besar, bocah laki-laki kerap menyembunyikan perasaan dan rasa cintanya. Di depan kawan-kawannya, ia kerap menghapus ciuman ibunya atau merapikan rambutnya ketika Anda mengelus kepalanya. Ajarkan padanya keberanian untuk menunjukkan rasa cinta.
4.Pelajaran berburu
Pelajaran ini terdengar seperti filosofi manusia gua bukan? Dalam kesempatan ini, tunjukkan padanya binatang mana yang boleh diburu dan tidak boleh diburu. Hama perkebunan seperti babi hutan dan kalong (kelelawar besar) adalah dua binatang yang kerap dibasmi para petani. Jadi dengan berburu hama tersebut, itu sama saja dengan membantu petani. Sedangkan binatang langka seperti rusa, burung-burung langka harus dilindungi.
5.Menangani senapan dengan aman. Jika sudah tiba saatnya, ketika anak sudah cukup kuat mengangkat senapan, ajari anak bagaimana menangani senjata dengan aman. Kemana seharusnya moncong diarahkan saat senjata tidak digunakan. (Perlakukan semua senjata seperti senjata yang terisi, agar kita selalu waspada.) Mengunci pelatuknya. Mengisi peluru. Hingga bagaimana membersihkan senapan.
6.Lebih dekat dengan alam. Ajak anak untuk berkemah. Cari lokasi berkemah yang aman dan nyaman. Libatkan ia ketika Anda mendirikan tenda, membuat api unggun atau membuat jam matahari. Juga ajari dia tentang alam sekitar, nama-nama pohon serta nama-nama binatang. Pengetahuan ini juga penting bagi anak untuk lebih memahami alam sekitarnya.
7.‘Taklukkan’ pertanyaannya
Tidak ada yang lebih mengagumkan daripada ayah yang tahu semua hal. Selalu bersiaplah menjawab semua pertanyaannya. Meskipun Anda mungkin tidak tahu jawaban setiap pertanyaannya, tapi pura-puralah tahu, lalu kemudian cari jawaban yang benar Jika anak datang kepada Anda dengan pertanyaan yang ia malu tanyakan pada ibunya (misalnya tentang pacaran), sarankan ia untuk bertanya pada sang ibu, karena ia bisa jadi punya jawaban yang lebih bagus.
8.Membereskan rumah
Misalnya pun Anda mampu mempekerjakan beberapa asisten rumah tangga sekaligus, Anda tetap masih perlu mengajari anak-anak Anda untuk bisa membereskan rumah. Awali dengan bagaimana cara merapikan mainannya yang tercecer atau membereskan tempat tidur, sambil menyanyikan lagu anak-anak ‘Bangun Tidur’ karya Pak Kasur. Pelajaran ini memupuk tanggung jawab dan rasa disiplin pada anak. Namun Anda pun perlu menjelaskan padanya, kapan dan mengapa sebuah keluarga perlu mempekerjakan asisten rumah tangga.
9.Dengarkan anak Anda
Menjadi ayah juga berarti Anda harus siap mendengarkan pertanyaan-pertanyaan anak, menyimak keluh kesahnya hingga celotehnya yang di telinga orang dewasa terdengar tidak penting. Tapi mulailah dengan mendengarkan apa kata-katanya dan pemikirannya yang sederhana. Karena ketika Anda sudah bersedia menyimak hal-hal kecil darinya, ia tidak akan sungkan berbagi hal yang lebih besar dan penting, dengan Anda.
10.Ajari anak main musik
Jika Anda piawai bermain alat musik, jangan hanya sibuk dengan kelompok musik dari kantor Anda. Ajak anak untuk memainkan alat musik. Mulailah dengan alat dan cara yang sederhana. Jangan bebani anak dengan target. Biarkan ia menikmati setiap nada yang ia mainkan hingga ia siap dengan kelas musik yang lebih advan.
11.Beri anak pelukan
Tidak hanya anak perempuan yang membutuhkan pelukan. Anak laki-laki pun membutuhkannya. Peluk mereka erat-erat hingga membuat mereka terkekeh dan akan terus mengingat bagaimana cara Anda memeluk mereka.
12.Mandikan anak Anda
Hmmm, memang perlu ya? Tentu saja perlu, karena istri Anda tidak akan bisa melakukan semuanya bukan? Anda juga harus bisa menggantikan beberapa peran istri Anda ketika ia tengah sibuk. Team work yang bagus antara Anda dan istri Anda, akan memberi kesan yang mendalam dalam benak anak-anak Anda.
13.Ayah kencing berdiri
Saat mobil Anda terjebak dalam kemacetan di tol, dan Anda sudah sangat kebelet buang air kecil, ajak anak laki-laki Anda untuk pipis di pinggir jalan. Cari tempat terlindung, buang hajat, bilas dengan air secukupnya. Hei, ini juga pelajaran survival lho, jadi ketika istri Anda tidak bisa mengajarinya, Andalah yang seharusnya menjadi gurunya.
14.Tunjukkan kekuatan Anda
Ketika anak Anda masih kecil, dia mungkin sering bergantungan pada bisep Anda. Atau, Anda mungkin sering melempar dia ke udara lalu menangkapnya kembali. Filosofi permainan ini, Anda menunjukkan bahwa Anda akan selalu ada untuknya, menjadi jaringnya ketika ia terjatuh.
15.Perut buncit ayah
Perut sixpack memang tampak lebih proporsional saat difoto. Tapi anak-anak senang memainkan perut gendut ayahnya atau membaringkan kepala mereka di perut tersebut, sambil membaca buku kesayangan mereka. Ijinkan perut Anda untuk sedikit berlemak, tanpa harus menjadi overweight.
16.Pelajaran mengemudi
Mengajari anak Anda mengemudi, bisa Anda awali kala ia masih bocah dengan memangkunya sambil duduk di belakang kemudi. Tunjukkan cara-cara mengemudi yang aman dan nyaman serta contohkan etika berkendara yang benar. Memakai sabuk pengaman, menyalakan lampu sign ketika hendak menikung, menjaga jarak dari mobil lain adalah beberapa hal yang bisa Anda ajarkan padanya. Dan pada waktunya nanti, ia pun siap menerima pelajaran mengemudi untuk mendapatkan SIM.
17.Belajar konsep uang
Ajarkan konsep uang kepada anak dengan mengenalkan bagaimana seseorang bekerja dan menghasilkan uang, menabungnya dan membelanjakannya. Beri tanggung jawab keuangan kepada anak Anda dengan mengelola uang sakunya sendiri.
18.Ajari konsep investasi
Apapun investasi yang Anda lakukan, Anda bisa mengajarkannya pada anak Anda. Jelaskan tentang saham, obligasi, investasi emas dan properti dengan cara yang sederhana. Ekonom Fauzi Ichsan juga sudah mulai menjelaskan tentang konsep investasi kepada anak-anaknya ketika mereka masih kecil. Tentunya dengan cara yang sederhana.
19.Ajari memberi tip
Ajari anak Anda untuk menghargai good service dengan memberikan tip. Jangan pelit. Ajari perhitungan sederhana berapa persentase untuk memberikan tip kepada pelayan.
20.Ajak dia menonton pertandingan
Ajak anak Anda menonton pertandingan olah raga seperti sepak bola, voli atau tennis. Jelaskan aturan permainannya, sambil berbagi pop corn dan menikmati soft drink.
21.Berbagi rahasia
Bukalah pintu komunikasi yang hangat dengan anak Anda. Berbicaralah, dengarkan dia, ajukan pertanyaan, berbagilah mimpi dan harapan dengannya. Bangun kepercayaannya agar ia bersedia membagi rahasianya tentang apa saja yang tengah dialaminya.
22.Jadilah pahlawan baginya
Anda mungkin bukan Superman, Batman atau Spiderman, tapi di mata anak Anda, bisa jadi ia memiliki gambaran bahwa Anda lebih dari sekedar superhero baginya. Hadirlah kala ia membutuhkan dukungan Anda. Tetapi janji yang pernah Anda ucapkan. Jangan pernah kecewakan perasaan anak Anda.
23.Ajari sopan santun
Anda mungkin tampak cool di depan teman-teman Anda ketika anak Anda hanya memanggil nama Anda tanpa sebutan ayah. Dan Anda semakin keren ketika Anda bisa menjadi sahabat untuk anak Anda. Tapi, Ayah, dalam banyak hal, seringkali Anda tetap harus menjadi ayahnya yang bisa membimbing anak-anak Anda untuk tetap sopan dalam berperilaku dan berkata-kata.
24.Table manner itu perlu!
Ya, anak Anda akan hidup di masa dimana batas-batas internasional menjadi baur. Bekali ia dengan pengetahuan, skill dan sikap yang bisa menjadi modalnya untuk bergaul dalam lingkungan internasional. Bahasa asing, table manner hingga bagaimana bersosialiasi yang benar dan bertanggung jawab, adalah hal-hal yang bisa Anda ajarkan padanya.
25.Hindarkan dia dari salah kostum
Ayah, ini bukan hanya tanggung jawab si ibu. Mengajari anak berbusana yang tepat, akan membuatnya tumbuh menjadi pribadi yang bisa menyesuaikan diri di tempat yang tepat di waktu yang tepat. Jangan biarkan anak Anda menjadi bahan ledekan teman-temannya karena saltum alias salah kostum.
26.Biarkan anak Anda menang
Kami percaya bahwa Anda adalah ayah yang tangguh dan atlet amatir yang luar biasa. Tapi, sesekali membiarkan anak Anda mengalahkan Anda dalam sebuah permainan, bisa membangun rasa percaya diri anak Anda.
27.Jabatan tangan kuat
Anak-anak sering kali diminta berjabatan tangan ketika bertemu dengan keluarga besar. Ajari anak Anda berjabatan tangan dengan mantap dan genggaman yang kuat (namun tidak menyakitkan), untuk membangun rasa percaya dirinya.
28.Menikmati musik bersama
Kenalkan jenis-jenis musik yang bisa memperkaya wawasan anak Anda seperti jazz atau klasik. Ajak dia mendengarkan playlist musik favorit Anda dan berbagilah earphone dengannya. Dan Anda juga perlu mendengarkan musik pilihannya. Menarilah bersamanya ketika irama musik memang enak untuk bergoyang. Tak usah sungkan. Anak-anak juga menikmati kekonyolan ayah mereka.
29.Bersepeda bersamanya
Minggu pagi, wajib Anda alokasikan bersama anak Anda untuk bersepeda. Menjelajah lingkungan sekitar rumah Anda atau bawa sepeda ke taman buah dan bersepeda bersamanya di sana sambil menunjukkan nama-nama pohon untuk menambah pengetahuannya. Jangan lupa, ajari pula anak Anda untuk merawat sepedanya dengan seksama.
30.Ajari anak main golf
Bermain golf dengan kolega Anda mungkin bisa mengegolkan bisnis Anda. Tapi bermain golf dengan anak Anda, bisa membawa kegembiraan sepanjang hari. Bawa anak Anda ke driving range terdekat dan ajari dia mengayunkan stik golf yang sudah Anda siapkan untuknya. Jelaskan tentang aturan permainannya. Siapa tahu, Anda tengah membesarkan Tiger Woods berikutnya.
31.Biarkan ia mencoba sepatu Anda
Lupakan bahwa itu sepatu kesayangan Anda yang bahkan Anda haramkan disentuh oleh rekan kerja Anda, ketika anak Anda memasukkan kaki-kakinya ke sepatu Anda. Sebenarnya ia tengah mengagumi Anda. Katakan padanya bahwa suatu hari nanti, kakinya akan muat di dalam sepatu tersebut.
32. ‘Me time’ bersamanya
Ajak anak Anda untuk menikmati ‘me time’ Anda. Jika Anda suka memasak, ajari anak Anda untuk membuat salad. Jika Anda melukis, siapkan seperengkat alat lukis untuknya, dan mintalah ia melukis apa saja yang ia sukai. Setelah lukisannya jadi, gantunglah di dinding rumah. Dan katakan pada siapapun yang berkunjung bahwa anak Anda sudah menjadi pelukis besar. Ia akan senang mendengar promosi itu.
33.Bolehkah anak laki-laki menangis?
Sedih dan menangis itu manusiawi, Nak. Tapi bocah laki-laki yang terlalu sering menangis bisa tampak menyebalkan bagi siapapun. Alhasil, cap ‘bocah cengeng’ pun bisa melekat. Pesankan pada anak laki-laki Anda bahwa suatu hari kelak, ia akan menjadi pemimpin, bagi keluarganya dan bagi kelompoknya. Sebagai pemimpin, ia diharapkan untuk menjadi pribadi yang tangguh.
34.Kapan berkelahi dan kapan diam
Anda pasti tidak setuju bahwa kekerasan bisa jadi sebuah solusi. Tapi anak laki-laki kadang juga terlibat dalam sebuah perkelahian. Sebagai ayah, Anda wajib memberinya gambaran tentang apa yang biasanya menyebabkan sebuah perkelahian dan apa akibatnya. Tidak ada yang benar-benar menang dalam sebuah perkelahian, bahkan selalu ada korban luka atau meninggal. Tekankan bahwa perkelahian bukan solusi terbaik, dan selalu ada cara yang lebih cerdas untuk meyelesaikan sebuah masalah.
35.Memilih perkelahian
Ada kalanya anak-anak terjebak dalam sebuah perkelahian. Sebelum anak Anda terjerumus dalam situasi yang sulit tersebut, ajak dia diskusi tentang hal-hal yang perlu ia bela (misalnya keluarga) dan hal-hal apa yang tidak perlu ia pertaruhkan lewat sebuah perkelahian.
36.Kemampuan negosiasi
Bekali anak Anda dengan kemampuan negosiasi. Kemampuan ini membantunya untuk bisa lebih mampu mengendapkan persoalan dan tidak terjebak oleh emosi sesaat. Kemampuan negosiasi juga bisa menghidarkannya dari konflik yang menjurus pada perkelahian.
37.Anak juga bisa stress
Pekerjaan rumah yang menumpuk, kegiatan ekstrakurikuler yang berlebihan hingga teman yang mengganggu bisa menjadi pemicu stress bagi anak. Jika anak Anda tiba-tiba murung, ajak ia bicara dan tanyakan padanya apa yang membuatnya murung. Jika anak Anda cukup terbuka, ia akan dengan senang hati mengadu pada Anda. Lalu bagaimana jika si kecil adalah pribadi yang tertutup? Hargai keputusannya untuk diam atau menunda bercerita. Tapi katakana padanya bahwa Anda akan selalu ada untuknya. Ini akan membuat anak Anda akan merasa lebih lega.
38.Bersantai dengan anak
Setelah hari-hari yang berat di sekolah selama seminggu ujian ajak anak Anda untuk bersantai. Berenang, bersepeda atau sekedar makan dan nonton film kesukaannya, bisa membantu anak Anda untuk lebih rileks.
39.Menyampaikan rasa simpati
Anak perlu dibekali dengan kemampuan untuk menyampaikan rasa simpati. Misalnya ketika orang tua kawan sekelasnya ada yang meninggal, ajarkan padanya bagaimana menyampaikan ucapan duka cita. Rasa simpati yang kuat disertai tindakan nyata – misalnya mengajak kawan anak Anda untuk piknik atau nonton bersama keluarga Anda – bisa memperkuat jalinan persahabatan mereka.
40.Beribadahlah bersamanya
Jangan hanya mengaku sebagai orang beragama. Tunjukkan di depan anak Anda bahwa semua pilihan pasti ada konsekuensinya. Ajak anak Anda beribadah sesuai dengan agama yang diyakini oleh keluarga Anda. Jangan biarkan ia bingung dengan konsep agama. Tuturkan padanya tentang kisah-kisah para rasul untuk membangkitkan minat dan menambah wawasannya. Karena pada akhirnya nanti, anak Anda akan memiliki hak prerogatifnya sendiri untuk menentukan agama yang diyakininya. Tapi setidaknya, Anda sudah membangun fondasi yang kuat dan membuka wawasannya.
| Boks |
Intip gaya fatherhood mereka
Sejumlah ayah berikut ini memberikan tip bagaimana menjadi guru untuk anak-anak mereka sekaligus teman-teman anak mereka.
Khoo Swee Chiow
Inspirational speaker dan adventure consultant asal Singapura ini kerap mengajak anak-anaknya berenang atau bersepeda, sekaligus mengajarkan banyak hal yang tidak didapatkan anak-anak mereka dari sekolah. “Petualangan bisa menjadi cara yang tepat untuk mengajarkan keberanian, keteguhan dan semangat pantang menyerah,” katanya.
Fauzi Ichsan
Pengamat ekonomi Fauzi Ichsan mengajarkan konsep investasi – tentang bursa saham dan nilai saham – secara sederhana kepada kedua putrinya, kala mereka masih bocah. “Cara ini bisa membangkitkan minat mereka terhadap pelajaran matematika,” kata Fauzi. “Konsep yang lebih rumit bisa dikenalkan setelah mereka paham dasar-dasar.”
Hussein Baron Sutadisastra
Ayah empat anak ini mewarisi sebuah yayasan khusus untuk anak-anak tuna rungu, dari mendiang ibundanya. Bersama anak-anaknya, termasuk putri sulungnya, Natasha, Baron gigih menggalang dana untuk yayasan, termasuk berpartisipasi dalam reality show ‘The Amazing Race Asia’ musim keempat pada 2010.
Erwin Parengkuan
Pasangan MC dan presenter, Erwin dan Jana Parengkuan, berbahagia dikarunia 4 anak. Bagi mereka, menerapkan disiplin dan tanggung jawab kepada anak-anak sejak mereka masih bocah, bisa semakin merekatkan hubungan mereka. “Saya bersyukur anak-anak mendapat kasih sayang yang lengkap walaupun kami sibuk,” kata Erwin.
Addie MS
Addie MS menghilangkan batasan dengan teman teman anak anaknya dengan melarang mereka memanggilnya ‘Om’. “Lu boleh Cuma manggil gue dengan nama atau bro sekalipun. Tapi jangan panggil gua om,” kata Addie. “Saya selalu ingin merasa berteman dengan kawan-kawan anak-anak saya.”
Nicky Hogan
Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia, Nicky Hogan, membudayakan hidup sehat dalam keluarganya. Ia juga kerap berolah raga bersama ketiga anak laki-lakinya di akhir pekan. “Yang sulung usia 15, menggemari lari. Beberapa kali ikut bersama saya. Termasuk dia ikut lari 21 km, half marathon. Kedua adiknya, lebih memilih basket.
| Boks |
6 Film Tentang Ayah
Ajak anak Anda menonton film-film ini. Dan setelahnya, tanyakan pendapatnya, bagaimana peran Anda dalam kehidupannya dan pendapatnya tentang Anda.
To Kill a Mockingbird
Film yang diangkat dari buku klasik karya Harper Lee yang pertama kali terbit pada 1960, bercerita tentang pengacara bernama Atticus Finch yang membela seorang pemuda kulit hitam yang didakwa melakukan tindak kekerasan terhadap seorang wanita kulit putih. Film ini memang terkesan serius, jadi dampingi anak Anda untuk menemukan nilai positif peran tokoh ayah dalam film ini.
Finding Nemo
Ini bisa menjadi tontonan yang seru untuk Anda sekeluarga. Petualangan seekor ikan bernama Marlin dalam mencari anaknya yang hilang,Nemo, sangat menyentuh sekaligus mengundang tawa. Peran ayah dalam film ini ditampilkan dengan baik lewat personifikasi seekor ikan.
Life is Beautiful
Film peraih Oscar ini selalu disebut sebagai salah satu film terbaik yang menampilkan hubungan seorang ayah dengan anaknya. Guido dan putranya yang ditahan dalam kamp konsentrasi Jerman, harus membangun imajinasi indah dalam benak putranya agar bisa bertahan dalam situasi yang teramat sulit.
Indiana Jones and the Last Crusade
Bertualang bersama ayah memang seru. Apalagi jika mengalami petualangan seperti yang dialami Indiana Jones dan ayahnya dalam film ini. Beberapa pertengkaran yang terjadi antara Indiana Jones dan ayahnya dalam film ini menunjukkan bahwa ayah dan anak bisa terlibat kesalahpahaman, namun selalu ada solusi terbaik.
The Lion King
Salah satu film keluaran Disney ini juga banyak diklaim sebagai salah satu film terbaik tentang hubungan ayah anak. Seekor singa muda harus diasingkan dari kelompoknya karena dituduh telah mencelakai sang ayah. Bagaimana ia bertahan hidup di luar kelompoknya dan bagaimana akhirnya ia kembali memimpin mereka, bisa menjadi pelajaran yang berharga untuk putra-putri Anda.
| Boks |
9 MUST HAVE
Miliki kesembilan jenis peralatan ini di rumah Anda, dan ajaklah anak-anak Anda dalam kegembiraan petualangan Anda.
Berkebun
Ajak anak Anda untuk menyiangi tanaman di taman rumah, menyapu halaman, memindahkan bibit tanaman dari pot ke lahan, memanen tomat, atau menyiram tanaman. Ini akan menjadi petualangan yang seru untuk mereka.
Teropong
Miliki teropong, jangan senapan angin. Ajak anak-anak Anda mengamati alam liar dengan teropong untuk membangkitkan kecintaan mereka pada alam sekitar. Di saat ini, ajari anak membaca kompas untuk petunjuk arah.
Sepeda
Bersepeda bersama ampuh untuk membangun keakraban dalam keluarga. Mengalahkan ayah dalam lintasan sepeda, bisa membangun rasa percaya diri anak.
Sepatu lari
Olah raga sederhana ini bisa membangun kedekatan Anda dengan anak sekaligus membangun kesehatan yang prima.
Bola
Bermain bola basket, bola volley, bola sepak bahkan sebuah bola kasti, bisa membangun kedekatan Anda dan anak-anak sekaligus menjaga kebugaran . Cari lokasi di taman kota atau tanah lapang, dan bermainlah dengan mereka.
Kamera
Kamera juga bisa menjadi alat yang ampuh untuk mendekatkan hubungan Anda dengan buah hati Anda, sekaligus mengasah pengamatannya. Dengan kamera, Anda bisa membentuk pribadinya agar lebih mencintai alam, sekaligus membangun sense of art nya.
Pertukangan
Melibatkan anak saat Anda memperbaiki atau membuat sesuatu, akan membangun rasa kreatifitas Anak Anda. Saat mengajak anak untuk bertukang, tekankan padanya untuk selalu berhati-hati dalam memakai peralatan agar terhindar dari kecelakaan atau terluka.
Alat pancing
Aktivitas memancing memang perlu kesabaran. Ketika Anda mengajak anak Anda memancing, sambil menunggu ikan menyambar umpan di kail, ajak anak Anda berdiskusi tentang sekolahnya, tentang cita-citanya. Dan saat ikan menyambar umpan di kail anak Anda, beri ia pujian atas kemampuannya dalam memancing.
Celemek dan topi chef
Selain beraktivitas di luar ruangan, Anda juga bisa mengajak anak-anak untuk membantu Anda di dapur. Ajak mereka untuk membuat salad yang digemari ibu mereka, atau hanya sekedar mengoleskan mentega atau selai di atas roti yang sudah Anda siapkan. Jadi ayah, anak Anda pun harus memiliki topi chef dan celemeknya sendiri.
