Home » 6 Wisdoms Of 3
Bagikan

ADDIE MS

“Saya belum tidur sejak semalam,” kata musisi Addie MS, pendiri Twilite Orchestra, setengah berbisik. Pagi itu Addie MS datang ke kantor kami untuk pemotretan cover edisi ini. Ia baru saja selesai siaran dari sebuah stasiun televisi untuk menjadi salah satu nara sumber yag dimintai komentarnya tentang susunan kabinet Presiden Joko Widodo. Karena kegemarannya ‘berkicau’ lewat media sosial Addie pun dipilih menjadi komentator dadakan.

“Kenapa saya? Kan ada yang lain yang lebih pas berkomentar?” kata Addie menirukan penolakan yang sempat dilontarkannya. Tapi Addie tetap diminta datang, karena komentarnya pasti menarik untuk didengar. Sepertinya tidak hanya itu alasan ayah dua putra ini ditujuk, beberapa minggu sebelum susunan kabinet diumumkan, nama Addie MS sudah masuk dalam ‘bursa’ nama-nama kandidat menteri, tapi versi sebuah situs berita on line.

“Saya tidak menyangka. Tapi saya sangat mengapresiasi penilaian itu,” kata Addie. Ia sempat berkomentar tajam bahwa pemerintah seharusnya lebih serius mengurus budaya dan kesenian di Indonesia.

“Jangan melulu memikirkan balik modal. Keuntungan akan datang dengan sendirinya kalau semua sudah tertata dengan baik,” kataya tegas.

Sadari batasan diri Anda
Oleh sebuah situs berita on line, Addie MS sempat dimasukkan sebagai salah satu kandidat untuk menduduki kursi menteri. Meski hanya sebatas survei, Addie MS sangat mengapresiasi survei tersebut. Tapi ia buru-buru menegaskan, “ Saya sama sekali tidak ingin dan tidak tertarik menekuni bidang politik. Ada yang lebih layak daripada saya. Dunia saya di musik.” Jadi sadari batasan diri Anda dengan menekuni bidang Anda untuk membangun dan mempertahankan kesuksesan di bidang yang Anda pilih.

Visioner
Sejak ingin menjadi seniman, Addie MS sudah menetapkan visinya bahwa ia ingin menjadi musisi yang berpikir. Selulus SMA ia menetapkan karir sebagai musisi dan berusaha meyakinkan kedua orang tuanya bahwa ia bisa hidup dari musik. Buku-buku bermutu lantas menjadi ‘santapannya’. Dari situlah ia mencoba membuktikan dirinya bisa menjadi seniman berkualitas tanpa harus ‘nyeni’ dan eksentrik. Terbukti, ia kini menjadi seniman besar dengan reputasi internasional yang disegani. Seberapa visionernya Anda terhadap bidang yang Anda pilih?

Menjadi ayah asyik
Addie MS  melarang teman teman anak anaknya atau orang yang lebih muda memanggilnya dengan sebutan ‘Om’. “Lu boleh manggil gue hanya dengan nama atau bro sekalipun. Tapi jangan panggil gua om,” kata Addie yang merasa sapaan itu mendongkrak usianya. “Saya selalu ingin merasa berteman dengan kawan-kawan anak-anak saya.”

Menjaga kesehatan jantung
Addie MS mengaku jujur tidak terlalu rajin berolah raga. “Waktu muda saya tidak suka olah raga. Saya baru sadar pentingnya olah raga di usia lima puluhan,” kata Addie. Meskipun demikian, ia cukup rutin berolah raga. Seminggu dua kali, ia berlatih dengan treadmill dan berenang. Ditambah weight training dengan beban ringan sekitar 30 menit. Total termasuk pemanasan hingga pendinginan, Addie membutuhkan waktu sekitar 2 jam per satu kali latihan. Lumayan lah 4 jam per minggu. Bagaimana dengan pola latihan Anda?

Diet ala picky eater
Tidak ada diet khusus yang dijalankan Addie MS. Dia bisa makan apa saja tanpa kuatir menjadi gemuk, karena Addie cukup beruntung memiliki gen yang tidak membuatnya mudah melar. Ditambah lagi, kebiasaannya terlalu pilih pilih makanan, membuatnya aman menyantap apa saja. Addie selalu menyingkirkan lapisan lemak pada steak yang dipesannya. Ia juga lebih memilih menyantap dada ayam tanpa lemak dan kulit.

Menikmati hidup
“Kalau saya pria jaman dulu, pasti di usia saya seperti sekarang (55 tahun) saya pasti sudah mainan burung klangenan saya, atau baca novel sambil duduk di beranda,” kata Addie yang justru menikmati ramainya dunia media sosial yang marak kini. Meski kadang menerima kritikan di media sosial, Addie MS menanggapinya dengan santai. Karena dari kicauan-kicauan penggemar dan pengritisinya, justru sering kali muncul ide ide berkarya. 

Party? Siapa takut!
Di usianya yang melewati setengah abad, Addie mengaku masih clubbing dan menghadiri rave party. “Kerjaan saya serius dan sering kali berhubungan dengan detil-detil dalam musik. Begitu selesai, saya tidak ingin terus terbawa serius. Kalau sudah party, gue gokil!”
Bagaimana dengan Anda?


Bagikan

Related Articles

Leave a Comment