Home » What Would Java Jazz 2023 Do?

What Would Java Jazz 2023 Do?

by O.J.
Bagikan

Java Jazz 2023 baru saja berakhir semalam. Deretan artis lokal dan internasional menampilkan ketrampilan mereka ber-jazzy, soul dan ya, pastinya menyanyikan nomor-nomor lagu menawan.

‘Wah, (nama artis jazz senior) bisa marah kalau tahu itu” demikian kalimat yang terlontar dari teman yang saat kaki melangkah pulang melewati pojokan musik (baca: booth) yang ramai karena ada penampil yang membawakan lagu Like A G6 – yang notabene adalah nomor rap dari Far East Movement.

Saya pun tersenyum kecil.

Diri ini yang masih merasakan hentakan drum-perkusi John-Christian Urich, dedengkot Tortured Soul, sebenarnya tak peduli dengan lontaran kalimat teman tersebut.

Meski pada akhirnya, begitu bangun tidur di pagi berikutnya, kalimat tersebut sekonyong-konyong muncul lagi di kepala. Ah, tak peduli lah…

Tak peduli karena diri baru saja merasakan energi jazz besar tak terkira dari Anastasya Poetri – yang dengan begitu menawan, charming to the max, tampil membawakan nomor-nomor jazz dengan OMG!

Tak peduli karena telinga diri ini sukses disusupi komposisi-komposisi Adam At yang begitu menyengat bak listrik jutaan watt.

Tak peduli karena segenap sumsum di tubuh, baru saja ditampar melodi saksofon Grace Kelly yang panas, persis geliat tubuhnya yang menampar mata dengan sempurna, berbarengan dengan hentakan tuts Brian Simpson yang apik.

Diri ini semakin tak peduli karena mata dan rasa ini sudah dipenuhi performa membahana apik dari Joey Alexander, ‘hidden gem’ jazz dari negeri ini yang sudah melontar di tahun-tahun sebelumnya – di malam sebelumnya – di hari kedua.

Java Jazz 2023 tak bisa disandingkan

Kemeriahan tiga hari (2, 3, 4 Juni 2023) gempita perhelatan Java Jazz 2023 di JIEXPO Kemayoran memang tak bisa disandingkan dengan festival-festival musik lainnya.

Festival musik mana lagi yang bisa menghadirkan sosok Ariel Noah bisa menggelar deretan hit pop-nya dengan balutan swing yang mulus?

Dimana di tahun sebelumnya seorang Ahmad Dhani mencoba menggelar hal yang sama (di hall yang sama dengan Ariel).

Pada akhirnya, mereka yang tampil tanpa swing atau soul jazz menawan ibaratnya adalah ‘topping’ semata yang membuat festival jazz tahunan ini menjadi lengkap – selengkap-lengkapnya.

Kudos untuk Java Jazz 2023 yang menghadirkan sosok Bilal Indrajaya, Adhitia Sofyan, hingga Cakra Khan (dengan guratan soul-nya yang menggilas telinga dengan pas).

(Seru juga mendapati Mocca tampil di salah satu pojokan kopi!)

Pada akhirnya, biarkanlah Like A G6 atau deretan nomor bukan jazz bermunculan. Karena pada akhirnya jazz bisa tampil kokoh dengan sendirinya, tanpa harus menyemburatkan kalimat ‘Itu kan bukan jazz’.


Bagikan

Related Articles

Leave a Comment