Kesuksesan perusahaan Anda tidak lepas dari kontribusi tangan-tangan terbaik dalam tim yang solid.
Pengunduran diri bukanlah suatu hal yang fantastis di dalam dunia kerja. Saat menemukan tempat lain yang secara fakta lebih baik, seorang karyawan berhak untuk hengkang. Lain cerita jika orang-orang terbaik di perusahaan Anda mundur dalam jarak waktu yang berdekatan. Apakah alasannya hanya karena gaji?
Menurut Tiwin Herman, konsultan leadership pada Global Leadership Indonesia, ada dua faktor penyebab orang-orang hebat Anda mundur di waktu yang berturut-turut. Pertama, hubungan baik dengan rekan kerja terdahulu yang membuat karyawan Anda ‘dibajak’ oleh perusahaan lain, sehingga membuat mereka berkumpul di perusahaan yang sama. Kedua, orang-orang Anda pindah ke perusahaan yang berbeda-beda.
Faktor yang kedua ini dapat mengindikasikan bahwa perusahaan Anda kurang berhasil mempertahankan orang-orang terbaik. Berikut ini beberapa kiat yang Tiwin sampaikan untuk mempertahankan tim yang solid di bawah kendali tangan-tangan karyawan terbaik Anda.
Berikan Penghargaan
Orang-orang hebat, umumnya, ingin menjadi bagian integral dari keberhasilan perusahaannya. Mereka ingin merasakan secara nyata bahwa kontribusinya memberi dampak pada perkembangan perusahaan. Memberi peluang kepada mereka untuk dapat memberikan pengaruh dalam pengambilan keputusan seluas mungkin dalam organisasi akan dirasakan sebagai bentuk penghargaan kepada mereka. Selain karier, penghargaan lain yang juga sangat diharapkan karyawan untuk tetap tinggal adalah tantangan ke depan, juga kompensasi serta fasilitas kerja lainnya yang meski di banyak tempat, hal tersebut bukanlah yang utama.
Berikan Tantangan
Orang-orang hebat membutuhkan tantangan. Pekerjaan yang bersifat rutin pada satu titik akan menimbulkan kejenuhan untuk orang-orang hebat, termasuk pekerjaan yang dibuat hanya berdasarkan kebutuhan perusahaan. Untuk dapat mempertahankan orang-orang hebatnya, perusahaan haruslah dapat memberi ruang dan menyemangati karyawan untuk dapat mempertemukan antara minat atau hasrat karyawan dengan tantangan pekerjaan yang sesuai.
Berikan Dukungan
Rasa nyaman karyawan diperoleh ketika merasa bahwa atasan dan lingkungan mendukung dan saling peduli. Suasana kerja yang bersahabat meskipun kompetitif, jauh lebih dapat diterima dibandingkan dengan suasana kerja yang diwarnai intrik politik kantor. Komunikasi yang intens, perhatian terhadap permasalahan yang dihadapi, serta kesediaan atasan dan lingkungan kerja yang tidak membiarkan karyawan sendiri dalam kesulitan yang dihadapi adalah bentuk-bentuk dukungan nyata. Di samping itu, adanya keterbukaan informasi dan perhatian pada pelatihan dan pengembangan sumber daya yang dibutuhkannya, akan membantu karyawan untuk memaksimalkan kontribusinya.
