Jangan terlalu fokus terhadap karier di kantor saja. Ada banyak hal yang perlu Anda lakukan untuk memperkaya diri. Ikuti beberapa tip jitu dari pakar terbaik kami, dan jadilah pria no.1.
Manusia tidak pernah berhenti belajar. Tapi bukan berarti Anda wajib mempertajam ilmu yang Anda miliki untuk menjadi seorang master di bidang Anda saat ini. Banyak yang bisa Anda lakukan dan pelajari untuk dapat memperkaya diri dan membuat hidup Anda jadi lebih berarti. Menggali potensi baru dalam diri Anda akan menuntun Anda ke puncak sukses yang lebih tinggi lagi. Anda tidak akan menyangka kalau diri Anda sesungguhnya mampu melakukan lebih dari yang Anda kira. Bahkan siapa tahu Anda ternyata memiliki bakat terpendam yang belum pernah Anda sadari sebelumnya.
Untuk membantu Anda menemukan hal-hal baru tersebut, kami bertanya kepada para pakar terbaik kami dan menyusun daftar berikut sebagai panduan atau inspirasi Anda agar menjadi pria lebih baik lagi.
Ketahui Tipe Diri Anda
Apakah Anda seorang yang berani menghadapi perubahan dan hal-hal baru dalam hidup? Atau pria tipe konvensional? Kebanyakan orang Indonesia -mungkin karena faktor budaya, lebih memilih untuk sesuatu yang ‘aman’. Perubahan atau pembaharuan selalu dikaitkan dengan risiko, kehilangan kenyamanan, dan ketidaksiapan menghadapi tantangan.
Ketika seseorang menawarkan sesuatu yang baru pada Anda, kansnya untuk diterima hanya 20%. Mungkin dalam hati Anda merasa bahwa tawaran itu cukup asyik, dan kalau dicoba, bisa saja Anda menyenanginya. Hanya saja, ketakutan bahwa segala sesuatu bisa berubah menjadi buruk dalam sekejap biasanya menghantui pikiran Anda. “Ini bukan sesuatu yang aneh, tapi menghalangi Anda mengambil keputusan yang jernih,” kata direktur program penelitian panic-disorder di McLean Hospital, di Belmont, Massachusetts, dr. Srini Pillay. Untuk mengatasinya, pertama-tama Anda harus menemukan kelemahan Anda dan mengenali akibat logis dari kekurangan te Sebuah penelitian yang dimuat dalam majalah Science tahun 2006 mengatakan bahwa rasa takut seseorang akan meningkat jika ia semakin memikirkannya. Jadi ikutilah pola pemikiran ini:
‘Saya akan mengacaukan semuanya’ ‘Saya khawatir tidak bisa segera mengetahui segala sesuatunya’ ‘Tentu saja saya tidak akan segera mengetahui segala sesuatunya’‘Saya akan belajar sambil melakukannya’.
“Anda mungkin tidak dapat langsung menanamkan pola baru ini dalam pikiran Anda, namun dengan terus mengulanginya, Anda akan terdorong ke arah yang lebih baik,” kata Dr. Pillay.
Begitu sifat sembrono Anda mulai melemah, Anda dapat mulai bertanya dalam hati: Apakah prioritas utama dalam hidup? Jika prioritas Anda adalah stabilitas, pilihan Anda tepat. Jika pilihan Anda adalah bereksplorasi, enyahkan jauh-jauh semua kemungkinan negatif dari petualangan itu. Ikuti keberanian Anda dan bersenang-senanglah.
FAKTA: 65% Pria Ingin Mengalahkan Rasa Takutnya
Daftarkan Diri Jadi Relawan
Menjadi relawan adalah sebuah aktivitas yang mulia. Banyak pria seusia Anda, atau di atas 40an, mulai menjadi seorang filantropis. Namun sebelum memikirkan orang lain, pikirkan dulu diri sendiri. Saran ini kedengarannya salah, tapi kunci keberhasilan dari seorang relawan adalah bila Anda mampu memastikan, Anda mendapat sesuatu dari situ. Ini satu-satunya cara untuk mencegah hilangnya semangat relawan dalam diri Anda. Selanjutnya, Anda harus bergabung dengan kelompok relawan yang ‘benar’ atau paling tidak bekerja bersama-sama orang lain. “Anda belum terbiasa dengan kondisi bencana, dan bisa jadi hal itu akan mengubah semangat Anda hingga 180 derajat. Pengalaman menyebutkan, kelompok relawan yang terbiasa dan punya tujuan mulia sekalipun, tingkat drop out-nya tinggi,” kata dr. Achmad Zaki., M.Epid, yang pernah menjadi relawan tim MER-C (Medical Emergency Rescue Committee).
Stop Menunda-Nunda Sesuatu
Membiarkan suatu masalah bisa membuat masalah itu menjadi semakin buruk. “Jika Anda berniat tidak akan menunda pekerjaan, lalu ternyata menundanya, Anda akan merasa semakin frustrasi,” kata John O’Neill, Direktur Addiction Services di Menninger Clinic, Houston.
Cobalah mengurangi kebiasaan menunda dan mulailah bertanya pada diri sendiri, apakah Anda butuh sesuatu untuk memacu diri. Caranya? Carilah penyebab mengapa Anda tidak ingin memulai suatu pekerjaan. Anda mungkin saja kelelahan. (Di sore hari? Beri tubuh Anda waktu beristirahat.) Atau Anda malas. (Tergiur internet? Anda jadi enggan bekerja!) Baiklah, Anda boleh bersantai sejenak -tapi jangan lama-lama. Karena itu berarti menunda pekerjaan.
Keinginan menyelesaikan pekerjaan sama menggodanya dengan keinginan untuk menunda pekerjaan.
Aku bukanlah seorang yang optimistis ataupun pesimistis, tapi orang yang suka mencoba berbagai kemungkinan. —Max Lerner
Jadi ayah yang baik
Anda benar! Anak-anak tidak lahir disertai ‘buku panduan’ tentang cara membesarkannya. Untunglah, saat ini ada ribuan buku yang ditulis oleh para ahli dan mereka yang sudah berpengalaman dalam hal mengasuh dan membesarkan anak. Jadi langkah yang bisa Anda ambil:
Baca bukunya! “Banyak ayah yang berharap terlalu banyak pada anaknya, sedangkan mereka tidak mengerti perkembangan normal anak pada setiap usia pertumbuhannya,” kata Armin Brott, penulis Fathering Your Toddler: A Dad Guide to the Second and Third Year. Malas membaca bukunya? Temukan artikel fatherhood di majalah! Ya, Anda sudah di jalur yang tepat, karena Best Life adalah satu-satunya majalah pria yang secara rutin memberikan artikel-artikel tentang fatherhood.
Ajak si kecil bermain. Ajaklah anak-anak Anda bermain di luar rumah. Panjatlah pohon, lempar bola, kumpulkan daun, dan bermain lompat-lompatan. “Ayah cenderung lebih cepat menolong anaknya jika mereka terjatuh, sehingga kita kurang pandai mengajar anak untuk mandiri,” kata Brott.
Atau cari alternatif lain. Jika memang tidak memungkinkan bermain di luar rumah, bermainlah di ruang keluarga sampai berantakan. Kemudian bantulah si anak untuk membereskannya. Menurut penelitian terbaru yang dilakukan para peneliti di University of California, Riverside, saat ayah melakukan pekerjaan rumah bersama-sama dengan anaknya, si anak akan lebih mudah menyesuaikan diri dan lebih peduli pada lingkungan sekitarnya –sedangkan para istri akan menganggap suaminya lebih menarik.
FAKTA: 75% Pria ingin menjadi ayah yang lebih baik
Hal-hal yang perlu Anda lakukan:
Perbanyak teman. Tahukah Anda kalau wanita hidup 7 tahun lebih lama dari pria? Salah satu alasannya: kehidupan sosial mereka menurunkan stres, meningkatkan kekebalan tubuh, dan mencegah penyakit. Jadi, luangkan 3 jam dalam seminggu untuk berkumpul bersama teman-teman. Semakin banyak teman Anda, semakin besar kemungkinan Anda selamat. Menerima tantangan. Tentukan target yang sulit dan berusahalah untuk mencapainya, kemudian buatlah target yang lain. Kemalasan, menghasilkan kemurungan yang jauh lebih banyak dibandingkan kerja terlalu keras. Kerja keras sekarang, dan Anda akan menuai hasilnya kemudian. Bangga dengan keluarga. Bicarakan hal-hal yang penting dengan ayah Anda –seperti pengalamannya saat merantau pertama kali ke Jakarta. Mulailah dengan topik ringan, misalnya ketika ayah pertama kali bertemu ibu Anda. Kisah keluarga adalah kisah yang berharga dan bisa diwariskan secara turun-temurun.
Temukan Keseimbangan antara Karier dan Kelaurga
Banyak pria yang terjebak dalam kata-kata “Jangan mencari-cari alasan”. Atasan Anda tidak peduli Anda memiliki keluarga dan dia tidak akan membiarkan Anda memakai keluarga sebagai alasan. Sebaliknya keluarga Anda juga tidak peduli Anda punya kewajiban-kewajiban di kantor. Mereka tidak membiarkan Anda memakai pekerjaan sebagai alasan. Memang begitu perasaan mereka, dan Anda tidak mungkin mengubahnya. Jadi Andalah yang harus berubah. Tidak adil? Mungkin. Tapi dengan melakukan usaha-usaha berikut, semua orang akan melihat Anda pergi dan pulang ke rumah dengan gembira.
Tips menjaga keseimbangan:
Manfaatkan setiap aturan perusahaan
Jam kerja yang fleksibel, cuti menjaga anak, dan kerja dari rumah sekarang ini sudah lazim. “Perusahaan tidak ingin kehilangan Anda, jadi negosiasikan beberapa peraturan sehingga Anda dapat meluangkan waktu bagi keluarga namun tetap mampu menyelesaikan pekerjaan,” kata Fred Van Duesen, dari Center for Work and Family di Boston College.
Lakukan pekerjaan Anda setiap hari
Perhatikan cara Anda menghabiskan waktu di kantor, dan buanglah hal-hal yang tidak perlu, seperti terlalu sering memeriksa email dan membuka internet. Semakin efisien Anda bekerja dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore, semakin besar kemungkinan Anda menyelesaikan pekerjaan, dan semakin sedikit masalah yang tersisa pada jam 5:15.
Tinggalkan pekerjaan Anda saat meninggalkan kantor
Begitu Anda membawa pulang ketegangan kantor ke rumah, maka kegembiraan Anda dan keluarga akan lenyap. “Saat pikiran Anda terganggu atau terus memikirkan pekerjaan, berada di rumah pun sama saja bohong. Suasana justru akan lebih buruk,” kata Quinn Mills, Ph.D., seorang profesor administrasi niaga di Harvard Business School
[Boks]
Semakin dekat Anda dengan atasan, semakin longgar peraturan perusahaan bagi diri Anda.
Menulis Novel
Jika Anda serius, “Menulislah setidaknya satu halaman setiap hari tanpa hari libur,” kata penulis novel kriminal George Pelecanos, yang menulis 7 hari dalam seminggu. Dia menyelesaikan satu buku dalam waktu 4 sampai 6 bulan.
“Jika Anda tidak menyukainya, maka inilah satu lagi pekerjaan yang Anda benci,” katanya.
Dengar dan perhatikan –di dalam bar atau di dalam bus– pola pembicaraan dan tingkah laku manusia dapat menghidupkan karakter tokoh novel Anda. Bacalah dua atau tiga buku dalam satu minggu untuk memastikan gaya tulisan yang sesuai dengan Anda. Menulislah di pagi hari, dan lanjutkan di sore hari. Dengan begitu Anda akan memperoleh konsep tulisan yang mulus, dan Anda terus terikat dengan pekerjaan itu.
KETAHUI APA YANG SEDANG TERJADI DI DUNIA
Selama hari-hari kerja, bacalah koran harian dan majalah bulanan seperti Best Life Indonesia. Tontonlah acara berita dari beberapa stasiun televisi berbeda untuk mendapatkan sudut pandang yang berbeda pula. Jangan lupa baca portal berita online. Hari Sabtu adalah hari untuk merenung.
Dapatkan gaji lebih besar
Sederhana saja: Jadikan diri Anda cukup bernilai di mata perusahaan sehingga pemilik perusahaan tidak merasa rugi bernegosiasi gaji dengan Anda dan mengangkat Anda sebagai pemimpin. “Buktikan bahwa memberi Anda gaji lebih tinggi adalah tindakan yang tepat, karena Anda memang investasi berharga bagi perusahaan,” kata Marie G. McIntyre, Ph.D., penulis buku Secrets to Winning at Office Politics.
Nah, bila Anda memang sungguh-sungguh berharga bagi perusahaan, jangan menyerah. Jika atasan Anda mengatakan kalimat klise, “Saya tidak bisa memberi lebih dari 3%,” cobalah keluar dari standar tersebut dengan mengubah job description Anda. Demikian kata Jim Thomas, penulis buku Negotiate to Win. “Tunjukkan pada atasan bahwa selama setahun ini Anda telah memikul banyak tanggung jawab tambahan, sampai-sampai jauh melebihi job description Anda. Jadi pada dasarnya Anda sudah berada di posisi yang baru.”
Jika dia tidak peduli? Jangan lantas mengancam pindah ke perusahaan lain. “Tindakan itu adalah senjata nuklir dalam hal negosiasi gaji dan dampaknya selalu merugikan karyawan,” kata Thomas. Selain kenaikan gaji, Anda bisa saja meminta performance bonus. Atau Anda juga bisa minta imbalan lain seperti jam kerja yang fleksibel, opsi saham atau tambahan cuti. “Jangan langsung mundur jika atasan Anda berkata ‘saya mau saja membantu tapi saya terikat oleh peraturan perusahaan’,” kata Thomas. “Pasti ada sesuatu yang bisa dia lakukan.”
Berlibur lebih lama, lebih sering, dan lebih menyenangkan
Biasanya kuantitas waktu liburan bukan masalah bagi Anda, kualitas liburanlah yang justru menjadi masalah. Liburan adalah waktu untuk “mengembalikan energi dan relaksasi,” kata psikolog James Campbell Quick, Ph.D., dari American Institute of Stress. Pertama-tama, enyahkan beban emosional Anda: rasa bersalah karena berlibur. Perasaan ini normal-normal saja, tapi membuat Anda tidak mampu menikmati masa-masa libur sepenuhnya. Bersihkan pikiran Anda dengan membuat daftar proyek yang sedang Anda tangani dan delegasikan pekerjaan kepada rekan kerja yang bertanggung jawab, sehingga Anda merasa yakin segalanya berjalan dengan baik ketika Anda berlibur.
“Merencanakan liburan dengan matang akan membantu Anda menghilangkan pikiran-pikiran tentang pekerjaan,” kata pemandu karier, Adele Scheele, Ph.D. Jalan-jalan tanpa melakukan apa-apa, boleh-boleh saja. Tapi hal ini justru memberi kesempatan ‘otak-kerja’ Anda untuk membajak pikiran Anda. “Mumpung masih muda atau setengah baya, Anda harus memacu naluri petualangan Anda,” katanya. Liburan yang aktif dan terencana –seperti menyusuri jalan-jalan perkebunan di Prancis, treking di jalur Macan Tutul di Taman Safari, atau mengamati para pengrajin di Tegalalang, Ubud, Bali akan lebih menyegarkan pikiran daripada menghabiskan 2 minggu menonton TV dan berjemur. Aktivitas yang bergairah akan memberi tambahan arti pada setiap hari libur Anda. Tanyakan pada teman-teman Anda tentang liburan terhebat mereka dan mulailah menyusun rencana. Semakin cepat Anda menyusun rencana, semakin lama Anda akan menikmatinya.
Belajar bahasa
Pourqual? Tidak peduli alasannya: Belajar bahasa adalah kegiatan yang sangat berguna, Tuan Diplomat Masa Depan. (Atau mungkin Anda akan menjadi Monsieur penakluk wanita?) “Mulailah dengan mengucapkan frasa-frasa kunci untuk meningkatkan rasa percaya diri Anda dan ucapkan di depan orang-orang asing,” kata Marty Abbott dari American Council divisi Teaching of Foreign Languages. Instal aplikasi Duolingo di ponsel pintar Anda. Aplikasi ini tersedia gratis di iOS dan Android. Lewat Duolingo, Anda dapat belajar bahasa asing dengan cara yang menyenangkan. Anda bisa memilih bahasa mana pun yang ingin Anda pelajari lewat percakapan, mendengarkan atau latihan. Tidak sulit untuk mempelajari bahasa asing bila Anda dapat melakukannya di mana pun, kapan pun.
Orang yang ingin terus merasakan kebahagiaan atau kebijakan, harus sering-sering berubah —Confucius
Bicara di muka umum tanpa merasa GUGUP
Wajah orang-orang Jakarta dan kota besar lainnya di Indonesia memang lebih tegang ketimbang wajah nenek Anda di kaki gunung Salak sana. Jadi, ingatlah beberapa trik mudah untuk menenangkan diri Anda.
- Standar penilaian untuk pembicara di muka umum sangat rendah. Anda tidak akan terlihat seburuk yang Anda pikirkan. Jangan menjadi stres hanya karena salah memilih kata-kata –hal ini justru membuat pidato Anda terdengar lebih santai, tidak kaku atau dibuat-buat. “’Mmm’ dan ‘Aaa’ adalah hal yang umum diucapkan dalam sebuah percakapan,” kata pengajar public speaking, Lisa Braithwaite.
- Jika pidato Anda mandek, pandanglah pendengar Anda yang sedang tersenyum (catatan: tidak disarankan dalam pidato pengantar pemakaman), kata pelawak terkenal dan ahli komunikasi, Peter Foget. Di awal pidatonya, Foget terbiasa mencoba menjalin hubungan dengan pendengarnya dengan cara memandang para pendengar di baris paling belakang. Kemudian, mulai bergerak ke baris depan. Cara ini efektif untuk membuat para pendengar yang paling belakang merasa dilibatkan, lalu mulailah pidato Anda dengan menarik napas dalam-dalam (di belakang panggung) untuk menenangkan saraf-saraf Anda.
Belajar main piano
Anda ingin tampak mahir bermain piano? Kami akan mendukungnya. Anda tentunya tidak ingin repot-repot belajar Chopin etudes, kan? Anda cuma ingin menekan tuts piano dan menghasilkan bunyi yang cukup musikal, sehingga Anda (atau teman-teman Anda yang mabuk) dapat bernyanyi bersama. Itulah sebabnya para penerbit buku musik mengeluarkan “buku piano dengan panduan” (bayangkan betapa kerennya Anda bermain piano!).
Di dalamnya ada melodi, lirik, dan simbol kord, semua dalam satu halaman. Para pemain piano profesional pun membawa buku ini sehingga mereka bisa tampak mahir memainkan semua lagu untuk memenuhi setiap permintaan. Kebanyakan lagu hanya memiliki lima atau enam kord. Jadi daripada bersusah payah menguraikan kunci-kunci treble dan bass yang dipenuhi dengan nada-nada, Anda dapat dengan mudah mempelajari kord-nya saja. Kemudian Anda bisa menyanyi atau sekadar menggumamkan lagu tersebut, atau memainkan melodinya dengan tangan kanan. Mau membaca not balok? Ah, tahun depan sajalah.
FAKTA: 23% Pria ingin belajar piano
Cara paling mudah: Cari lagu yang hanya terdiri dari 4 kord
Lunasi, atau setidaknya atasi utang Anda
Gunakan cara-cara menurunkan berat badan untuk memperbaiki kondisi keuangan Anda. Intinya adalah, berat badan dan utang punya konsep yang serupa. Makan terlalu banyak kalori, badan Anda akan jadi gemuk. Menghabiskan terlalu banyak uang, Anda akan menimbun banyak utang. Jadi luangkan 20 menit, tiga kali dalam satu minggu –sama seperti berolahraga, tapi tidak terlalu berkeringat– untuk melakukan apa yang dinamakan ahli manajemen utang, Gerri Detweiler, sebagai “menemukan kebocoran pada dompet”. Setiap hari Senin, Rabu, dan Jumat, catatlah segala sesuatu yang Anda beli selama dua hari terakhir. (Jumlah terbesar pasti jatuh di hari Senin, karena akhir pekan biasanya menyedot uang Anda tanpa ampun.) Anda akan segera tahu pada hari apa Anda biasanya paling boros, dan kapan Anda seharusnya bisa mengurangi belanja Anda. Ini “harus” dilakukan, bukan sekedar “dapat” atau “sebaiknya” dilakukan.
Kemudian serang utang-utang tersebut dengan cara yang biasa Anda lakukan pada perut yang gendut, yaitu dengan menguranginya sebanyak mungkin setiap bulan. Jumlah sekecil apa pun cukup berharga dan rasanya akan semakin menyenangkan saat Anda mendekati tujuan akhir. Karena utang, seperti juga lemak, merupakan perusak utama kualitas hidup Anda.
Sukses dalam pekerjaan
Tentu saja Anda sudah datang tepat waktu, menyelesaikan pekerjaan Anda sebelum tenggat waktu, berpakaian rapi seperti profesional, dan berbagi keahlian yang Anda miliki. Sudah cukupkah? Belum. Masih ada satu hal lagi yang harus Anda lakukan:
Senyum
Bawalah kegembiraan dan suasana yang positif, dan jangan lupa menyapa rekan-rekan kerja. “Jadilah orang yang enak diajak bekerja dan Anda pasti akan terhindar dari stres dan kekacauan,” kata Barbara Pachter, penulis buku New Rules @ Work. Bagian terbaik: Para peneliti di University of Pennsylvania menemukan bahwa, setiap suasana positif yang Anda bawa ke tempat kerja akan meningkatkan kualitas kerja Anda. Atasan memperhatikan hal-hal kecil seperti itu.
Temukan gairah baru dalam pekerjaan Anda
Penyebab utama orang merasa frustrasi dalam pekerjaan, ternyata: situasi yang begitu-begitu saja. Jadi buatlah perubahan.
Cara cepat. Selesaikan sebuah proyek agar cepat mendapat penghargaan. “Hasil kerja Anda tidak akan diakui orang bila Anda hanya berpartisipasi dalam proyek. Penghargaan akan Anda peroleh jika Anda menyelesaikan proyek tersebut,” kata Sally Hogshead, penulis buku Radical Careering.
Jangka panjang. Tambahkan proyek-proyek baru dalam resume Anda dan kenalan-kenalan baru ke dalam Rollodex Anda. Ajak seorang pembimbing yang potensial untuk makan siang bersama. Dengan cara ini, rasa percaya diri dan koneksi Anda pun meningkat. Jadi, jika Anda tidak tahan lagi dengan segala kekacauan di kantor, Anda dapat dengan mudah angkat kaki. Toh daftar proyek Anda sudah cukup panjang untuk jadi modal dalam mencari bos baru yang lebih menghargai kelebihan Anda.
59% Pria mencari kejutan dalam pekerjaannya
Jika kita bisa melakukan semua hal yang sesuai dengan kemampuan kita, kita akan sangat terkesan akan diri kita sendiri.
–Thomas A. Edison
Sekolah lagi untuk mendapat gelar yang lebih tinggi
Tidak ada kata terlambat untuk menimba ilmu. Bahkan Anda yang sudah berada di posisi tertentu di perusahaan Anda juga dapat mengambil kuliah lanjutan. Tak hanya untuk menambah gelar, tapi ilmu yang dapat memperkaya diri Anda.
Langkah pertama, berbaik-baiklah dengan keluarga dan rekan kerja Anda. “Mereka akan membantu menalangi pekerjaan Anda ketika urusan kuliah harus diprioritaskan,” kata John Culligan, Ph.D., penulis buku Playing the Game: The Streetsmart Guide to Graduate School.
Pada semester pertama, ambil satu mata kuliah saja, untuk mengetahui apakah kuliah ini cukup berharga untuk dilanjutkan. Temukan profesor yang baik hati, yang dapat memberi Anda saran mata kuliah mana yang wajib diambil, mana yang pilihan, dan cara tepat menggabungkan beberapa mata kuliah agar tidak terasa terlalu berat bagi Anda.
Benahi garasi Anda
Jangan hanya membereskannya saja. Jadikan tempat ini ruangan pribadi Anda (karena, sebagai seorang pria yang sudah menikah dan punya anak, ruangan pribadi Anda akan semakin menyusut setiap tahun). Gunakan tip-tip dari Bill West, penulis buku Your Garagenous Zone:
5 Langkah Menjadi Bahagia
1 Ubah garasi menjadi ruangan yang menyenangkan
“Garasi yang lebih cerah akan membuat Anda lebih tertarik untuk bekerja di situ,” kata West. “Gantilah lampu, dari yang berbohlam tunggal menjadi lampu berderet tiga bohlam.”
2 Buat sketsa ruangan
Gambar sketsa ruangan dengan pembagian yang teratur –bagi dalam beberapa kategori sesuai fungsi dari garasi tersebut. “Buat kelompok alat-alat olahraga, pemotong rumput dan alat-alat berkebun. Jadi Anda tidak perlu repot-repot mencari untuk menemukan peralatan yang Anda butuhkan,” kata West.
3 Ciptakan Google dan YouTube masa depan
Keduanya dikembangkan di dalam garasi. Apa? Apakah Anda pikir ruangan ini hanya diciptakan untuk memarkir mobil?
4 Pasang sejumlah besar rak pada dindingnya. Kemudian isi
“Atur agar mudah dilihat. Pilih rak yang terbuka atau kotak plastik yang transparan, cocok untuk orang yang berantakan,” kata West. “Jika Anda dapat melihatnya, Anda tentu dapat menemukan apa pun yang Anda cari.” Jika garasi Anda sempit, pilihlah rak yang menggantung di langit-langit.
5 Simpan tangga Anda di tempat yang aman
“Banyak rumah zaman sekarang dibangun dengan langit-langit yang tinggi, sehingga kita butuh tangga yang tinggi,” kata West. Hal ini menimbulkan masalah penyimpanan dan keamanan, karena kebanyakan orang hanya akan menyandarkan tangga tersebut di dinding garasi, yang berisiko tinggi menimpa mobil atau bahkan kepala Anda (atau, secara tak sengaja Anda telah mempermudah kawanan maling beroperasi). Angkat segera dan cari tempat yang aman untuk menaruhnya.
