Home » Rahasia Jadi Pemimpin Lebih hebat
Bagikan

Tidak hanya kata-kata dan janji-janji, tetapi tanggung jawab akan menjadi kunci Anda untuk meraih sukses. Bahkan, membuktikan kredibilitas Anda sebagai seorang pemimpin yang hebat.

Berbagai pilihan dalam hidup akan menentukan pengalaman untuk setiap orang. Kadang, Anda mungkin berenang melawan arus, atau kadang mengikuti aliran. Cara mana pun yang Anda pilih, hasil yang tercipta adalah produk dari keputusan yang perlu untuk Anda pertanggungjawabkan. Seperti seorang kapten kapal, Anda akan menaklukkan segala jenis cuaca, bahkan ombak badai. Anda akan melakukan apapun dengan cara sendiri, menantang lautan dengan berani, karena perairan tenang tidak pernah membuat seorang pelaut pun terampil.

Saat Presiden Iran ke-6, Mahmoud Ahmadinejad bercermin, ia mengatakan kepada dirinya sendiri, “Ingat, kau tak lebih dari seorang pelayan, hari di depanmu penuh dengan tanggung jawab yang berat, yaitu melayani bangsa.” Tidak hanya Presiden Ahmadinejad yang memahami sungguh-sungguh makna sebuah kepemimpinan, tetapi juga para pemimpin besar di dunia. Masih terekam dalam sejarah ketika Presiden Soekarno mengatakan, “Aku ini bukan apa-apa kalau tanpa rakyat. Aku besar karena rakyat, berjuang karena rakyat, dan aku penyambung lidah rakyat.

Bagi pemimpin yang telah dianugerahi garis keturunan mujur, seperti penerus tahta kerajaan atau pewaris perusahaan besar, akan menjadi berhasil ketika mereka menjadi pemimpin yang tidak hanya berwibawa, berkarisma, tapi yang terpenting adalah mampu bertanggung jawab terhadap kepemimpinannya.

Sejalan dengan yang pernah dikatakan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, bahwa ia menerima amanah dari rakyat untuk memimpin dengan senang hati dan penuh tanggung jawab. “Hidup adalah tantangan, jangan dengarkan omongan orang, yang penting kerja, kerja, dan kerja. Kerja akan menghasilkan sesuatu, sementara omongan hanya akan menghasilkan alasan.”

Tanggung jawab menjadi kunci utama bagi seorang pemimpin untuk membuktikan kesungguhannya dalam membuat segala situasi menjadi lebih baik, lebih maju, dan lebih sukses. Bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk timnya dan orang lain. Menurut Prof. Robert L. Joss, Ph.D, pemimpin besar dalam perbankan global, sering kali pemimpin terjebak dalam situasi indah memandang puncak bagan atau hierarki organisasi yang didudukinya. “Kepemimpinan bukanlah kekuasaan, tapi tentang tanggung jawab,” ujar pria yang pernah menjabat Dekan Stanford Graduate School of Business selama sepuluh tahun ini.

Mantan pejabat Departemen Keuangan Amerika Serikat ini bahkan merencanakan untuk tetap terus mengajar. Baginya, ketika seseorang sudah mencapai puncak kepemimpinan, sepatutnya dapat memberikan lebih banyak ilmu kepada orang lain, terutama yang kedudukannya di dalam hierarki berada di bawahnya. Selain itu, pemimpin sebaiknya juga mampu mempertanggungjawabkan ilmunya untuk dapat mengarahkan timnya ke jalan yang lebih baik.

Filosofi Tanggung Jawab

Tidak hanya untuk pemimpin, setiap orang yang ingin meraih kesuksesan tentu memerlukan tanggung jawab yang sungguh-sungguh. Di balik terbentuknya rasa tanggung jawab yang besar, masing-masing orang memiliki filosofi yang berbeda-beda. Profesor Sosiologi Catherine E. Ross dan John Mirowsky menjelaskan bahwa ada dua filosofi besar yang mendasari pembentukan rasa tanggung jawab. Pertama, peristiwa atau kondisi hidup, dan kedua merupakan faktor eksternal berupa keberuntungan, kebetulan, nasib, atau kekuatan.

Karena itu, terdapat dua pola pikir yang membuat Anda dan orang lain berbeda, yakni pola pikir pencipta dan korban. Pola pikir pencipta dimiliki oleh orang-orang yang memberdayakan kemampuannya, sedangkan pola pikir korban dimiliki oleh orang-orang yang tidak berdaya. Perbedaan lainnya yaitu si pencipta mengandalkan pengalaman dan hasil yang diperolehnya, sedangkan si korban percaya bahwa kekuatan faktor eksternal akan menentukan masa depannya.

Tanggung jawab (responsibility) memiliki makna kemampuan untuk menanggapi lingkungan (respon dan ability). Jump Downing, penulis On Course: Strategies for Creating Success in College and in Life mendefinisikan tanggung jawab sebagai kemampuan untuk merespons secara bijaksana saat berada di persimpangan jalan, yang akan membawa pengalaman dan tujuan semakin dekat. Sebaliknya, menunggu kesuksesan secara pasif atas nasib Anda hanya akan ditentukan oleh keberuntungan atau kekuatan orang lain.

Bagaimana Anda dapat meningkatkan tanggung jawab Anda sendiri? Menurut pakar kepemimpinan, Jack Zenger, langkah pertama adalah fokus pada fakta bahwa Anda tidak lagi mengutamakan tujuan untuk mencapai hasil pribadi, tetapi untuk tim Anda. Berikut ini saran Prof. Joss dan Jack untuk Anda yang ingin sukses melalui tanggung jawab.

  1. Pola Pikir yang Bertanggung Jawab

Prof. Joss mengatakan, terlalu banyak orang terjebak dalam pola pikir tentang kekuasaan dan bukan tanggung jawabnya untuk orang-orang yang dipimpinnya. Dia teringat kata-kata mantan Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher, bahwa kekuasaan dapat menjadikan Anda seperti seorang wanita, saat harus mengatakan ‘ya’, Anda justru berkata ‘tidak’.

Anda sebaiknya tidak kebingungan untuk mengambil keputusan. Prof. Joss bahkan mencontohkan pernyataan Michael Dell, pemimpin besar dalam dunia teknologi. Dell menegaskan bahwa pemimpin harus menunjukkan bahwa dirinya tahu jalan, bahkan ketika sebenarnya tidak tahu apa yang harus dilakukan.

  • Strategi dan Spesifikasi

Tidak hanya meningkatkan performa tim dengan berbagai pelatihan, Anda juga patut terhubung langsung di dalam pengembangan mereka. Strategi yang tepat akan membantu Anda untuk membimbing tim ke arah yang benar. Strategi seperti sebuah kerangka yang akan membentuk fokus dan kedisiplinan bagi sebuah organisasi. Anda dapat menerapkan strategi ini dengan cara membawa diri Anda bersama tim melalui komunikasi yang intens dan mendalam.

Sejalan dengan itu, pemimpin juga perlu menjelaskan visinya dengan spesifik dan detail sehingga tim dapat memahami arahan dan instruksi dengan jelas. Dengan demikian, akan lebih mudah bagi Anda dan tim untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

  • Meraih Kepercayaan

Kehormatan dan kepercayaan, dua hal yang perlu Anda raih. Dalam hal ini, Anda perlu untuk mendapatkan kehormatan bukan karena Anda gila hormat, ingin dipuja, apalagi sampai ditakuti. Ketika Anda duduk di posisi puncak, buatlah daftar nama orang-orang terbaik dan libatkanlah peran serta Anda untuk menjadikan mereka sosok-sosok yang dapat menginspirasi, berkomitmen, dan termotivasi. Jadi, selain membuat mereka percaya kepada Anda, letakkanlah rasa percaya terhadap kemampuan mereka.

  • Membuka Kritik Terbuka

Lakukan sebuah pertemuan semacam diskusi dalam rapat. Jika terdapat lebih dari dua orang memiliki permasalahan yang sama, Anda bisa memastikan bahwa permasalahan tersebut harus ditelusuri dan diatasi.

  • Ini Bukan Tentang Anda

Menurut Joss, pemimpin perlu mengatur ritme. Ia teringat seorang staf Westpac di New Zealand yang meninggal tertembak karena perampokan di dalam bank. Kala itu, Joss sempat merasa khawatir jika keluarga staf tersebut akan terganggu dengan kehadirannya di pemakaman. Namun, ia menerima saran dari kepala sumber daya manusia untuk tetap menghadiri pemakaman.

Joss tidak pernah menyesalinya. Ia menyadari bahwa seorang CEO yang hadir di pemakaman seorang staf pun akan sangat berarti, tidak hanya untuk keluarga yang ditinggalkan, tapi juga untuk seluruh karyawan Westpac. “Ini bukan tentang Anda,” katanya. “Ini tentang mereka, tentang hubungan antara Anda dan mereka.”

Nilai Tertinggi untuk Pemimpin Besar

Mengapa seseorang dapat menjadi sukses atau pemimpin, sementara ia memiliki pendidikan dan keterampilan yang sama dengan Anda? Nilai tertinggi yang menjawabnya adalah kesediaan untuk berperilaku secara bertanggung jawab.  Jack Zenger, yang juga CEO pada Zenger Folkman, mengatakan bahwa untuk menjadi seseorang yang sukses dan berjiwa pemimpin, hendaknya menunjukkan perilaku bertanggung jawab dalam berbagai arah.

Hasil yang akan Anda peroleh yaitu munculnya pengaruh bagaimana pemimpin berperilaku dengan bawahan; yang akhirnya, meliputi serangkaian keseluruhan nilai-nilai dan sikap yang layak diteladani.

Berikut ini sikap-sikap pemimpin yang bertanggung jawab menurut penulis buku-buku kepemimpinan yang laris, di antaranya How To Be Exceptional: Drive Leadership Success by Magnifying Your Strengths  dan The Extraordinary Leader.

  1. Sikap Anda terhadap Subordinat (bawahan)

Pemimpin mewujudkan kualitas perilaku yang bertanggung jawab melalui kesediaan untuk memegang peranannya. Tidak peduli seberapa hebat Anda, efektivitas kerja pada akhirnya ditentukan oleh kinerja tim. Tugas Anda yaitu bertanggung jawab untuk memastikan bahwa tim berhasil mencapai tujuan.

  • Sikap Anda terhadap Manajemen

Sangat bijaksana jika Anda menerima kritik untuk setiap kesalahan, lalu bertanggung jawab untuk memperbaiki masalah dan menebus kesalahan. Namun, tidak hanya itu, Anda juga mesti bertanggung jawab untuk meninjau ulang dan mengevaluasi kinerja tim. Hal ini bermanfaat untuk mengembangkan dan memperbaiki kinerja bersama.

  • Sikap Anda terhadap Organisasi

Anda tentu merasa bangga ketika tim mampu membawa keberhasilan bagi organisasi dan sedih ketika gagal. Sebagai pemimpin, Anda semestinya mengesampingkan tujuan pribadi dan selalu mengutamakan kepentingan kelompok. Pada akhirnya, banyak pemimpin yang sukses mampu menemukan cara yang efisien dan meluangkan waktu dan energinya untuk mengembangkan sosok-sosok pemimpin di masa mendatang. Pemimpin mengambil peran dengan serius meskipun pada kenyataannya sering kali tidak menerima pengakuan nyata atau imbalan.

Tanggung jawab dalam diri pemimpin terhadap organisasi adalah memanifestasikan dirinya lebih jelas ketimbang memanfaatkan sumber daya perusahaan. Ia justru merawat sumber daya sehingga keberlangsungannya bisa bertahan lama.

Pilihan sudah terbentang di hadapan Anda, menjadi pencipta nasib sendiri atau menjadi korban. Mencari solusi dan mengambil tindakan, atau justru menyalahkan dan mengeluh. Penting untuk Anda pertimbangkan, bahwa setiap pilihan akan membutuhkan konsekuensi yang sangat memengaruhi hubungan dan perspektif Anda tentang kehidupan. Sukses bukan semata untuk Anda, tetapi untuk tim dan orang lain di sekitar, asalkan Anda tetap memegang kuncinya yaitu tanggung jawab.

Komitmen Untuk Sukses Bersama

Setinggi apapun puncak kepemimpinan yang Anda duduki, tidak akan bertahan lama tanpa tanggung jawab. Untuk menjadi pribadi yang sukses, Anda perlu untuk bertanggung jawab atas semua hal yang menjadi tugas dan kewajiban. Demikian pula, untuk menjadi pemimpin yang sukses, Anda perlu untuk mengelola tim dengan penuh tanggung jawab.

Menurut Tiwin Herman, pakar kepemimpinan pada Global Leadership Indonesia, salah satu kunci sukses dari keunggulan dalam persaingan adalah perusahaan yang dapat memiliki tenaga kerja yang produktif, berkualitas, dan bekerja dengan efektif. “Ini saja sebetulnya belum cukup karena kemudian juga dibutuhkan bentuk kerja sama yang juga dapat menghasilkan kerja yang produktif, efektif dan berkualitas,” jelasnya. Salah satu karakteristik dari perusahaan yang memiliki kinerja tinggi adalah adanya teamwork yang efektif.  

Dibanding kerja individu, tim memungkinkan  untuk lebih cepat, lebih fleksibel dan lebih tanggap dalam menghadapi suatu tantangan atau masalah dan persaingan. Selain itu, dalam struktur organisasi yang besar, tim juga dapat memotong jalur birokrasi perusahaan dan memperlancar perkembangan ide baru sehingga diharapkan dapat lebih inovatif, efisien dan lebih produktif.

Perlu Anda perhatikan faktor-faktor yang dapat memengaruhi keberadaan, efisiensi dan efektifitas kerja tim. Di atas itu semua, agar tim bisa menjadi lebih baik, diperlukan komitmen penuh untuk memberikan kesempatan kepada tim dalam menjalankan tugasnya.

Suatu tim dianggap efektif atau tidak sebetulnya sangat tergantung dari kriteria yang diterapkan atau diharapkan dari perusahaan atau oranisasinya. Namun beberapa trik yang mungkin bisa dipakai dalam mengelola tim supaya Anda dapat menularkan perilaku bertanggung jawab, sebagai berikut :

  1. Persetujuan

Seluruh anggota tim harus mengerti, memahami dan menyetujui (menerima) komitmen, tujuan dan sasaran bersama.

  • Paham Peran

Mengingat latar belakang yang berbeda-beda, seluruh anggota tim sejak pembentukannya sudah harus memahami peran masing-masing. Sekiranya tim diserahi tugas yang berbeda-beda (special task force) maka setiap anggota tim menyadari bahwa pemimpin tugas tersebut haruslah yang memang memiliki keahlian dan memahami pekerjaan yang ditugaskan.

  • Dua Arah

Saling terbuka, saling percaya, dan saling menghargai antar sesama anggota tim. Kesediaan sharing, berbagi ide dan informasi, saling mendukung kreativitas dan ide anggota lainnya, bila ternyata logis dan konstruktif.

  • Proses

Mengutamakan proses dengan cara yang sesuai prosedur serta bersedia melakukan evaluasi atas proses yang telah dilakukan bersama.

  • Bersama-sama

Pengambilan keputusan dilakukan dengan cara konsesus dan seluruh anggota tim bersedia mendukung keputusan yang telah diambil, prosedur dan pengawasan yang dibuat bersama-sama.

  • Jalin Relasi

Para anggota tim bersedia untuk menjalin hubungan baik dengan lingkungan di mana pun tim ditempatkan,  baik dengan pemilik proyek, mitra kerja, lingkungan  sekitar bahkan dengan pihak luar organisasi bila dirasa perlu dengan tetap mengedepankan aturan-aturan organisasi dengan penuh tanggung jawab.


Bagikan

Related Articles

Leave a Comment