Sulit menemukan figur seorang ayah hebat untuk dicontoh atau enggan membaca buku-buku panduan mengasuh anak? Duduk relaks, nikmati sepotong kue, sambil menonton film-film di layar televisi Anda menggunakan pemutar cakram digital. Temukan sosok ayah teladan yang dapat menginspirasi Anda menjadi ayah panutan yang hebat.
Sebelum terjadinya revolusi industri, seorang ayah seringkali bekerja berdampingan dengan anak-anaknya sehingga ayah dapat terus menanamkan nilai-nilai spiritual yang baik bagi anak sembari mengakrabkan diri melalui komunikasi dan interaksi-interaksi yang dengan mudah bisa dilakukan sepanjang hari. Keadaan tersebut mulai berubah seiring dengan perjalanan waktu.
Frekuensi interaksi ayah-anak tidak lagi setinggi masa lalu. Bahkan kebanyakan ayah masa kini tidak tahu bagaimana cara menjadi ayah yang baik bagi anak-anaknya. Tahukah Anda bahwa memberikan kecupan mesra di pipi anak sebelum berangkat bekerja ternyata dapat mempengaruhi masa depan anak Anda? Menurut Scott Coltrane, seorang ahli fatherhood dan sosiolog dari University of California, sudah terbukti bahwa pelukan dan kecupan sayang dari sang ayah, walaupun terlihat sepele namun memiliki efek yang dalam dan sangat mempengaruhi kondisi psikologis anak. Rasa nyaman yang diciptakan dari pelukan, misalnya, akan menumbuhkan kepercayaan anak kepada ayahnya sehingga akan tercipta kedekatan hubungan antara ayah dan anak. Kedekatan inilah yang diharapkan tercipta dan akan memberikan bermacam-macam pengaruh positif.
Atau, tahukah Anda bahwa untuk membina komunikasi yang efektif dengan anak, maka Anda harus memahami dan mengenali lima ciri anak-anak? Menurut Seto Mulyadi, seorang psikolog dan pemerhati anak ternama, “Seorang ayah harus menyadari bahwa anak adalah pribadi yang masih suka bermain, masih terus berkembang, senang meniru, kreatif, dan bukan orang dewasa mini. Hubungan ayah dan anak akan harmonis bila ayah secara aktif mendengar anaknya.”
Sulit? Bisa jadi. Mungkin Anda belum terbiasa atau barangkali Anda tidak mendapatkan sosok ideal yang dapat dijadikan inspirasi ayah panutan. Belajar menjadi ayah yang baik tidak pernah muncul dalam kurikulum mana pun, sehingga para pria harus mampu mempelajarinya sendiri, atau mencontohnya sendiri dari sosok ayah yang paling dekat dengan Anda: ayah Anda sendiri. Namun, bagaimana bila hubungan Anda dengan sang ayah bukanlah hal yang patut dicontoh? Atau membaca buku tentang menjadi ayah ideal terasa seperti hal yang berlebihan dan membosankan untuk dilakukan, apalagi mengingat Anda bukanlah pria yang punya cukup waktu luang. Jangan khawatir, kami berikan solusi termudah dan paling menyenangkan yang pernah ada. Anda bisa belajar menjadi ayah yang baik serta menemukan figur ayah inspiratif dengan cara menonton film-film Hollywood berikut ini. Temukan pesan yang disampaikan, dan terapkan dalam mendidik anak Anda.
Life is Beautiful (La Vita e Bella) – 1997
Sutradara: Roberto Benigni
Pemeran: Roberto Benigni, Nicoletta Braschi, Giorgio Cantarini
Mengambil setting tahun 1939, seorang pemuda Yahudi bernama Guido Orefice pergi ke Arezzo, Italia. Ia hendak membuka sebuah toko buku, namun untuk sementara waktu ia bekerja di sebuah hotel dimana pamannya, Eliseo, bekerja sebagai seorang maître d’hôtel.
Di Arezzero, Guido bertemu dengan seorang guru bernama Dora, yang berasal dari keluarga kaya. Guido jatuh cinta kepada Dora yang ia panggil Principessa, meskipun Dora sedang menjalin hubungan dengan pria lain. Pada akhirnya Dora pun jatuh cinta kepada Guido. Mereka menikah dan mempunyai seorang anak laki-laki, mereka menamainya Giosue.
Pada hari ulang tahun Giosue yang ke-5, Perang Dunia II pecah. Jerman mulai masuk ke Italia. Jerman memaksa Guido, Eliseo, dan Giosue masuk ke kamp Yahudi. Dora juga memaksa untuk terus mendampingi anaknya, namun kemudian ia dimasukkan ke dalam kamp perempuan di sisi lain.
Demi melindungi perasaan anaknya, Guido meyakinkan Giosue bahwa mereka semua sedang melakukan kompetisi besar. Kompetisi yang terdiri atas 1000 poin, tindakan-tindakan tertentu dapat menambah poin atau mengurangi poin dan hadiahnya adalah sebuah tank militer.Satu-satunya orang yang dikelabui adalah Giosue, Guido melakukannya karena cintanya kepada Giosue dan keinginannya untuk melindungi anaknya. Oleh karena itu Giosue dapat selalu tersenyum padahal sesungguhnya nyawanya terancam.
Apa yang bisa ditiru?
#1 Kemesraan hubungan Guido dengan istrinya, Dora.
Anak membutuhkan lingkungan yang penuh kehangatan, dimana orang-orangnya bebas berkomunikasi tanpa ada hambatan, dan juga perasaan aman atau terlindung dari kejahatan atau kekerasan. Psikolog John Bowlby dan Mary Ainsworth, yang telah 30 tahun mempelajari tentang anak-anak.
Kemesaraan hubungan orangtua merupakan contoh bagi anaknya. Anak akan meniru perilaku orangtuanya dan akan melakukan hal yang sama kelak ketika telah dewasa dan menikah.
#2 Kedekatan Guido (dan Dora) kepada Giouse
Para psikolog seperti J. Bowlby, M. Ainsworth, dan E. Waters, setuju bahwa kedekatan orangtua kepada anak akan membuat anak berkembang dan memasuki masa dewasa yang menyenangkan, lebih sukses, dan terarah.
#3 Rasa aman yang diciptakan Guido untuk Giouse
Seorang anak yang tumbuh dalam “perlindungan” orangtuanya terutama ayahnya akan lebih mudah didorong untuk melakukan hal-hal baik.
The Pursuit of Happyness – 2006
Sutradara: Gabriele Muccino
Pemeran: Will Smith, Thandie Newton, Jaden Smith
Sinopsis:
Chris Gardner adalah seorang salesman berbakat, ia menyandarkan hidupnya dari komisi yang ia dapat dari penjualan alat kesehatan.Untuk menjualnya adalah sebuah hal yang sangat sulit dilakukan karena alat tersebut hanya teknologi yang sedikit lebih maju namun harganya sangat tinggi.
Kesulitan yang dialami Gardner menjadi semakin berat, istrinya meninggalkannya dan ia harus mengurus anaknya seorang diri. Ia berusaha mendapatkan pekerjaan tetap dan akhirnya ia diterima sebagai broker saham. Pekerjaan barunya ini mengharuskan Gardner menjalani 6 bulan masa training tanpa upah.
Gardner kehilangan tempat tinggal, tabungan, dan kartu kredit yang memaksanya tinggal di tempat penampungan para gelandangan, terminal bus, kamar mandi, atau di mana pun ia dapat menemukan perlindungan untuk istirahat di malam hari.
Meskipun berbeban masalah yang berat, Gardner terus menghormati komitmennya sebagai ayah yang penuh cinta dan peduli, menggunakan kasih-sayang dan percaya bahwa anaknya merupakan bagian dari hidupnya, bukan beban. Anaknya mengambil posisi di dalam hidupnya sebagai faktor pendorong untu terus berusaha mengatasi hambatan dan mencapai harapan.
Apa yang bisa ditiru?
#1 Gardner yang bertanggungjawab pada pekerjaan
Tanggungjawab Gardner pada pekerjaannya, terus berusaha menjual alat kesehatan, dapat disaksikan oleh anaknya dan sifat bertanggungjawab tanpa kenal menyerah Gardner akan ditiru anaknya.
#2 Gardner yang bertanggungjawab dalam pengasuhan anak
Ayah yang terlibat dalam pengasuhan anak akan menjadi lebih matang secara sosial. Ia akan merasa lebih puas dengan kehidupannya, mampu memahami diri – kelebihan serta kekurangannya, dan mampu berempati, juga mengelola emosi dengan baik.
Keterlibatan ayah dalam hidup anak juga akan membuat anak merasa lebih bahagia dan menurunkan resiko anak mengalami depresi.
Finding Nemo – 2003
Sutradara: Andrew Stanton, Lee Unkrich
Pemeran: Albert Brooks, Ellen DeGeneres, Alexander Gould
Sinopsis
Marlin menduda setelah kehilangan istri dan 400 anaknya (ia adalah seekor ikan) dalam serangan serombongan Barracuda yang ganas. Satu-satunya yang bertahan hidup adalah Nemo, seekor clownfish keras kepala yang memiliki rasa ingin tahu sangat besar.
Setelah kehilangan keluarganya, Marlin menjadi over protektif terhadap Nemo.
Menjelajahi area baru bukanlah sebuah kebiasaan bagi Marlin, namun ia terpaksa dan memberanikan diri untuk melakukannya setelah Nemo dengan sengaja melarikan diri ketia ia berangkat sekolah de perairan sekitar Great Barrier Reef.
Sepanjang akhir film ini berisi adegan pencarian Marlin dan juga keadaan Nemo selama berpisah dari ayahnya.
Apa yang bisa ditiru?
#1 Perjuangan tak kenal menyerah Marlin saat mencari Nemo
Terus berjuang memberikan yang terbaik untuk anak, apapun yang terjadi, apapun yang telah dilakukan anak.
#2 Sikap tidak memarahi Nemo saat akhirnya ia diketemukan kembali
Terkadang ayah memarahi dan menghukum anak ketika anak melakukan kesalahan. Tidak ada salahnya memberikan hukuman atau memarahi karena akan memberikan efek jera dan menimbulkan kedisiplinan. Namun ada kalanya hukuman tidak diperlukan. Anak itu sendiri telah terjerumus ke dalam kesulitan akibat kesalahannya sendiri, jika anak tersebut terus mengingat kegalakan ayahnya, bisa jadi anak justru akan semakin menjauh dari ayahnya dan akan semakin terjerumus dalam kesalahannya tanpa ada yang membantu.
Mrs. Doubtfire – 1993
Sutradara: Chris Columbus
Pemeran: Robin Williams, Sally Field, Pierce Brosnan
Sinopsis
Daniel Hillard adalah seorang pria eksentrik dan ia bekerja sebagai pengisi suara film-film kartun. Hingga pada suatu hari Hillard kehilangan pekerjaannya karena ia tidak sejalan dengan rencana perusahaan tempat ia bekerja. Namun istrinya, Miranda, memandang Hillard sebagai sesosok ayah yang tidak bisa menjadi role model bagi ketiga anaknya dan juga memiliki sifat kurang disiplin. Ketika Hillard mengadakan sebuah pesta ulang tahun yang berakhir berantakan bagi Chris, salah satu anaknya, kesabaran Miranda pun habis.
Pada akhirnya mereka bercerai dan Hillard kehilangan hak atas pengasuhan anak. Karena sibuk, Miranda berusaha mencari seorang pengasuh anak. Hillard mengambil kesempatan ini untuk kembali mendekati anak-anaknya dengan menyamar sebagai seorang nanny yang berasal dari Skotlandia. Hillard menyamar sebagai Mrs. Iphegenia Doubtfire.
Penyamaran Hillard berhasil, tidak seorangpun di antara anak-anak dan istrinya yang mengenalinya. Hillard terus belajar mengenai tips-tips menjadi orangtua yang ideal bagi anak-anaknya sambil menjalani perannya sebagai pengasuh anak.
Apa yang bisa ditiru?
#1 Berani mengakui kesalahan dan menerima konsekuansi
Mungkin Anda juga sering melakukan kesalahan saat menjalani peran sebagai ayah. Kesalahan itu manusiawi. Dari pengalaman ini pun anak dapat meniru, bukan meniru kesalahan yang telah dilakukan ayahnya, melainkan meniru sikap yang dilakukan ayahnya: jujur pada diri sendiri, mau mengaku salah, dan meminta maaf; Berani menerima kesalahan dan mau menerima konsekuensi atas kesalahan yang telah dilakukan yang kemudian akan membuat anak menjadi seorang yang disiplin.
#2 Mau memperbaiki diri
Ayah juga manusia, ia melakukan kesalahan. Bukalah diri untuk semakin mau menerima kritik, mengakui kesalahan, menemukan titik kritis yaitu kelemahan pribadi atau hal-hal yang perlu diwaspadai, misalnya pelupa, suka nekat, ragu-ragu, kuatir, apatis, mudah bosan, kurang inisiatif, perfeksionis, ceroboh, dan lain-lain. Dengan menemukan titik kritis, kita bisa melakukan antisipasi untuk menghindari kesalahan. Setelah itu semua tercapai, berkomitmenlah untuk melakukan perbaikan.
#3 Kunci utama sebuah hubungan adalah komunikasi
Ketika komunikasi anatara dua pihak sudah tidak berjalan dengan baik, maka yang perlu dilakukan adalah perbaikan intrapersonal dan interpersonal. Mrs. Doubtfire, yang dilakukan Hillard adalah memperbaiki diri untuk kemudian berusaha menjalin komunikasi kembali dengan Miranda. Penggunaan terlalu banyak lelucon telah merusak hubungan komunikasi Hillard – Miranda karena segala hal menjadi tidak serius dan konyol. Kemudian Hillard tetap menggunakan humor, namun dengan cara yang lebih tepat, tidak berlebihan, sehingga ketegangan-ketegangan dalam berkomunikasi dapat dikurangi dan komunikasi yang baik kembali terjalin.
J. DeVito dalam bukunya Interpersonal Messages Communication and Relationship Skills, mengatakan bahwa perbaikan intrapersonal dalam hubungan melibatkan aktivitas menganalisa kesalahan dan mempertimbangkan cara pemecahan permasalahan. Di sisi lain, perbaikan interpersonal melibatkan pembicaraan permasalahan dalam hubungan, koreksi-koreksi yang ingin dicapai, serta kesediaan masing-masing pihak untuk melakukan hal demi perbaikan hubungan.
#4 Selalu ada untuk anak-anak, apapun yang terjadi
Sebagai seorang ayah, Anda harus selalu ada untuk anak-anak Anda. Ayah berperan penting dalam perkembangan emosional anak. Berada selalu di dekat anak Anda dan di saat Anda tua kelak, mereka juga akan tetap berada di sekitar Anda.
The Godfather – 1972
Sutradara: Francis Ford Coppola
Pemeran: Marlon Brando, Al Pacino, James Caan
Sinopsis
Vito Corleone adalah seorang Don di New York atau ayah babtis (Godfather), dalam istilah mafia. Vito memiliki anak bungsu bernama Michael yang sangat ia sayangi. Namun, Michael memilih jalur lain, ia menentang ayahnya, dan kemudian masuk sebagai anggota Marinir untuk bertempur selama Perang Dunia II. Pada akhirnya, Michael kembali dari perang sebagai pahlawan perang dan menyandang pangkat Kapten. Michael yang telah lama menolak terlibat dalam bisnis keluarganya, muncul di dalam pernikahan saudara perempuannya, Connie, bersama pacarnya yang adalah seorang perempuan non-Italia, Kay.
Beberapa bulan kemudian, ketika masa Natal, Vito nyaris tidak bertahan setelah diserang oleh sejumlah pria bersenjata yang merupakan saingannya dalam bisnis perdagangan narkoba, yang pernah melakukan permintaan perlindungan atas koneksi politik Carleone namun ditolak. Setelah berhasil menyelamatkan ayahnya, Michael mengatakan kepada kakak sulungnya, Sonny dan penasehat keluarga, Tom Hagen, bahwa ia adalah orang yang tepat untuk melakukan balas dendam terhadap orang yang bertanggungjawab atas penyerangan ayahnya tersebut.
Michael membunuh kapten polisi yang korup serta seorang pedagang narkoba. Kemudian ia bersembunyi di Sisila dan menikah dengan seorang gadis setempat yang kemudian mati dibunuh orang-orang yang hendak membunuh Michael. Sonny juga dibunuh oleh suami Connie yang telah berkhianat. Michael kembali ke New York, mengajak Kay menikah, ayahnya pulih lalu membuat perdamaian dengan saingannya.
Pada akhirnya, Michael dinobatkan sebagai Don. Ia memimpin keluarganya ke era kemakmuran dan kemudian mengkampanyekan pembalasan dendam terhadap orang-orang yang pernah mencoba menyingkirkan keluarga Corleone, memperkuat kekuasaan keluarganya, dan memperbaiki moralnya yang sempat runtuh.
Apa yang bisa ditiru?
#1 Vito tidak akan pernah menyakiti anak-anak atau perempuan.
Penting bagi ayah untuk selalu menyayangi anak dan menghormati istrinya. Secara tidak langsung, perilaku ayah yang seperti ini akan ditiru oleh anaknya, terutama anak perempuan. Anak perempuan tersebut kelak akan mencari pria yang menghormati dirinya.
#2 Don Vito Corleone: You spend time with your family?
Johnny Fontane: Sure I do.
Don Vito Corleone: Good. ‘Cause a man who doesn’t spend time with his family can
never be a real man.
Menjadi ayah berarti tetap berada di sekitar istri dan anak-anaknya. Sama seperti peribahasa yang mengatakan bahwa darah itu lebih kental daripada air, maka hubungan antar anggota keluarga seharusnya memang lebih kental, lebih akrab. Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, dia akan belajar menemukan cinta dalam hidupnya.
Kata Pakar Mengenai Kedekatan Ayah kepada Anak
Masih belum percaya mengenai pentingnya kedekatan ayah kepada anak? Berikut adalah hal-hal positif yang akan diterima oleh anak yang memiliki kedekatan dengan ayahnya:
- Anak yang memiliki hubungan akrab dengan ayahnya biasanya juga memiliki lingkungan tempat tinggal yang merangsangnya untuk terus berkembang secara kognitif (William, 1997).
- Dukungan ayah kepada anak dalam bidang akademik memberikan dampak positif pada motivasi akademik anak ketika ia mencapai usia dewasa nanti. Anak-anak akan merasa bahwa pencapaian-pencapaian yang telah mereka terima sangat penting dan akan membawa mereka untuk menghargai pentingnya pendidikan (Alfaro, Umana-Taylor, & Bamaca, 2006).
- Kedekatan ayah kepada anak juga terkait erat dengan fungsi-fungsi sosioemosional serta akademis di dalam area-area yang berhubungan dengan sekolah (Howard et al., 2006).
- Kedekatan ayah kepada anak akan membuat anak lebih mampu mendemonstrasikan kemampuan kognitif mereka di dalam pengujian-pengujian intelektual yang terstandarisasi (Lamb 1987; Radin1994) serta IQ yang lebih tinggi (Gottfried et al., 1988; Honzik, 1967; Radin 1972; Shinn, 1978).
- Anak usia dini yang dekat dengan ayahnya, diukur dari jumlah interaksi yang terjadi meliputi aktivitas bermain dan pengasuhan, akan lebih kompeten secara kognitif ketia ia menginjak usia 6 bulan (Pedersen, Rubinstein, & Yarrow, 1979; Pedersen, Anderson, & Kain, 1980). Begitu menginjak usia 1 tahun, ia akan terus berkembang dan memiliki fungsi-fungsi kognitif yang lebih banyak (Nugent, 1991), yang akan membuat mereka lebih mampu memecahkan permasalahannya sebagai anak kecil (Easterbrooks & Goldberg, 1984), kemudian akan memiliki IQ yang lebih tinggi di usia 3 tahun (Yogman, Kindlan, & Earls, 1995).
- Jika dibandingkan dengan ibu, pembicaraan ayah lebih memiliki karakteristik tersendiri dengan digunakannya lebih banyak pertanyaan-pertanyaan Wh- (who, when, what, why, where, which) yang memerlukan respon anak yang lebih bertanggungjawab secara komunikatif ketika melakukan interaksi. Hal ini akan membuat anak-anak terpicu untuk berbicara lebih banyak, menggunakan kosakata yang lebih variatif, serta menghasilkan kalimat-kalimat yang lebih panjang (Rowe, Cocker, & Pan, 2004).
- Anak usia sekolah yang memiliki hubungan erat dengan ayahnya akan cenderung memiliki pencapaian akademis yang lebih baik (National Center for Education Statistics, 1997; Nord & West, 2001), mendapatkan rata-rata nilai serta keterampilan verbal yang lebih tinggi (Bing, 1963; Goldstein, 1982; Radin, 1982), memiliki performa setahun lebih unggul dibandingkan dengan kualitas teman sebayanya, serta memiliki kemampuan belajar lebih baik (Astone & McLanahan, 1991; Blanchard & Biller, 1971; Cooksey & Fondell, 1996; Feldman & Wentzel, 1990; Gadsen & Ray, 2003; Goldstein, 1982; Gottfried, Gottfried, & Bathurst, 1988; Howard, Lefever, Borkowski, & Whitman, 2006; McBride et al., 2005; McBride, Schoppe-Sullivan, & 2005; National Center for Education Statistics, 1997; Shinn, 1978; Snarey 1993; Wentzel & Feldman, 1993).
- Anak yang memiliki kedekatan dengan ayahnya akan lebih menikmati saat-saat di sekolah (National Center for Education Statistics, 1997), memiliki sikap positif terhadap sekolah (Flouri, Buchanan, & Bream, 2002; Flouri, 2005), berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler, serta menyelesaikan sekolah hingga lulus. Ia juga cenderung tidak tinggal kelas, tidak sering membolos, atau memiliki permasalahan selama di sekolah (Astone & McLanahan, 1991; Brown & Rife, 1991; Mosley & Thompson, 1995; National Center for Education Statistics, 1997; Nord & West, 2001; William, 1997).
- Anak yang dekat dengan ayahnya akan cenderung memiliki pencapaian yang lebih tinggi secara keuangan dan akademis, sukses di karir, kompetensi yang mumpuni, memiliki hasil-hasil studi yang lebih baik, tujuan-tujuan pencapaian di bidang akademis yang lebih tinggi, mengenyam pendidikan lebih tinggi, serta kenyamanan secara psikologis (Amato, 1994; Barber & Thomas, 1986; Barnett, Marshall, & Pleck, 1992a; Bell, 1969; Flouri, 2005; Furstenberg & Harris, 1993; Harris, Furstenberg, & Marmer, 1998; Lozoff, 1974; National Center for Education Statistics, 1997; Snarey, 1993).
- Anak usia dini yang dekat dengan ayahnya akan cenderung mampu mengatasi situasi yang asing, lebih tabah menghadapi tekanan-tekanan (Kotelchuck, 1976; Parke & Swain, 1975), memiliki rasa ingin tahu serta kemauan untuk mengeksplorasi lingkungan sekitarnya yang lebih besar; Bersikap lebih dewasa, bereaksi lebih kompeten dan kompleks terhadap orang asing dan stimulasi baru (Biller, 1993; Parke & Swain, 1975; Pruett, 1997).
- Kedekatan ayah kepada anak terkait secara positif dengan kepuasan hidup anak serta membuat anak cenderung memiliki tingkat depresi yang rendah (Dubowitz et al., 2001; Field, Lang, Yando, & Bendell, 1995; Formoso, Gonzales, Barrera, & Dumka, 2007; Furstenberg & Harris, 1993; Zimmerman, Salem, & Maton, 1995), pengalaman tekanan emoisonal yang lebih rendah (Harris et al., 1998), ekspresi emosional negatif yang lebih sedikit seperti rasa takut dan bersalah (Easterbrooks & Goldberg, 1990), memiliki permasalahan kehidupan yang lebih sedikit (Formoso et al., 2007), memiliki kompetensi sosial yang lebih tinggi (Dubowitz et al., 2001), lebih gembira dalam menjalani hidup (Flouri, 2005), memiliki tingkat kecemasan yang lebih rendah, serta kemungkinan menderita gangguan kejiwaan yang lebih rendah (Jorm, Dear, Rogers, & Christensen, 2003).
- Kedekatan ayah kepada anak diasosiasikan dengan pertumbuhan rasa sayang anak kepada ayahnya, sebuah faktor penting yang berperan dalam pengembangan kepribadian serta kepercayadirian anak (Culp, Schadle, Robinson, & Culp, 2000).
- Anak muda yang selama hidupnya memiliki kedekatan dengan ayahnya akan memiliki kemampuan untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungan sosial (Fish & Biller, 1973), memandang dirinya sebagai pribadi yang mandiri, bisa dipercaya, praktis, dan bersahabat (Biller, 1993), akan lebih sukses di dalam pekerjaan dan sehat secara mental (Heath & Heath, 1991).
- Anak yang dekat dengan ayahnya akan cenderung memiliki pergaulan yang positif dengan sesamanya, populer, dan banyak disukai teman-temannya. Di dalam hubungannya dengan teman-temannya, ia cenderung melakukan pemaksaan, memiliki lebih sedikit konflik, cenderung menyukai hubungan saling memberi-menerima, murah hati, dan memiliki kualitas pertemanan yang lebih baik (Hooven, Gottman, & Katz, 1995; Lieberman, Doyle, & Markiewicz, 1999; Lindsey, Moffett, Clawson, & Mize, 1994; Macdonald & Parke, 1984; Rutherford & Mussen, 1968; Youngblade and Belsky, 1992).
