Berpengalaman lebih dari dua dasawarsa dalam industri jam tangan pria ini tak gentar memasuki kompetisi yang ketat pasar jam tangan premium di Indonesia.
Pagi itu, di pertengahan bulan Maret lalu, Kelving Wong, Managing Director untuk BALL Watch Singapura, akhirnya tiba di Jakarta. Ia dijadwalkan untuk hadir dalam pembukaan outlet nya yang bekerja sama dengan Time International. Sebulan sebelumnya, Kelvin dijadwalkan hadir, namun ia urung datang.
“Ya, saya batal datang karena saat itu Jakarta banjir, ya?” katanya. Akibatnya, pembukaan outlet tersebut juga mundur.
“Saya bersemangat karena Indonesia adalah pasar yang berkembang dengan sangat cepat di Asia Tenggara. Dan untuk brand kami, kami bisa memproyeksikan bahwa brand kami juga bisa berkembang bagus di sini.” ujar Kelvin.
Gaya bicara Kelvin yang cepat dan berapi-api menunjukkan passion-nya yang kuat dalam bisnis yang ditekuninya. Lebih dari dua puluh tahun, pria ini berkarir dalam industri jam tangan di Singapura, Malaysia, Hong Kong, China dan Australia. Kelvin pernah berkarir selama hampir satu dasawarsa di LVMH (Louis Vuitton Moët-Hennessy) Watch and Jewellery, dan bertanggung jawab menggarap pasar di wilayah Asia Tenggara. Kini, ketika menangani Ball Watch, Kelvin harus menggarap sejumlah pasar di kawasan Cina, Korea, Australia dan Asia Tenggara termasuk Indonesia.
Kelvin sadar sepenuhnya bahwa brand yang diusungnya kali ini, Ball Watch, terhitung nama baru untuk pasar Indonesia. Namun justru karena status ‘new kid on the block’ inilah, Kelvin kian bersemangat untuk memenangkan persaingan di pasar Indonesia.
“Sejak awal kami sudah melakukan diferensiasi produk dalam pasar industri jam tangan yang sangat kompetitif,” ujar Kelvin.
Ia lalu menjelaskan bagaimana produknya memanfaatkan teknologi Micro Gas Tubes (Hз), yang merupakan sumber cahaya yang dibuat untuk teknologi laser di Swiss. Teknologi ini juga biasa dimanfaatkan dalam bidang militer. Teknologi Self-Powered Micro Gas Tubes ini mampu menyediakan cahaya pendar yang kuat dan tahan lama, bahkan mampu mencapai daur hidup hingga 25 tahun. Kekuatan cahayanya konon bahkan 100 kali lebih terang daripada menggunakan luminous paint. Teknologi yang dimanfaatkan BALL Watch tidak membutuhkan suplai energi matahari maupun baterei.
“Yang membuat micro gas tube ini menarik ketika diaplikasikan pada jam tangan seperti pada brand kami adalah Anda tetap bisa memakainya di tempat gelap, misalnya saat Anda memancing di malam hari, tanpa harus menyalakan tombol torch light,” tutur Kelvin. Ia yakin teknologi unik tersebut tidak banyak ditawarkan oleh produk lain dalam industri jam tangan.
“Kami selalu melakukan perubahan secara konstan, namun bukan perubahan yang tiba-tiba. Industri jam tangan tidak seperti industri handphone yang bergerak sangat cepat. Selalu ada masa naik dan turun dalam industri ini. Jadi yang perlu kami lakukan adalah terus berinovasi. Karena inovasi akan membuat sebuah brand berkembang dan bertahan,” kata Kelvin.
“Nilai-nilai penting dan berbeda semacam inilah yang kami tawarkan kepada customer.”
Ia yakin, bahwa meskipun brand BALL Watch terhitung nama baru di Indonesia, sudah ada banyak pencinta jam tangan yang memburu jam tangan ini hingga ke Singapura. Kekuatan internet dan media sosial juga mampu membawa sebuah brand dikenal hingga lokasi yang sebelumnya tidak terlalu memperhitungkan brand tersebut.
“Kekuatan jangkauan media sosial membuat produk kami sudah banyak dikenal sebelum benar-benar masuk ke Indonesia. Dan sekarang tentu saja kami sangat senang bisa bekerja sama dengan Time International untuk memperkenalkan brand ini secara langsung ke pasar Indonesia.”
Kelvin juga mengakui bahwa sebagian pria yang membeli jam tangan ini karena pengaruh dari pihak lain, misalnya dari kawan-kawannya.
“Dalam bisnis Anda jangan pernah meremehkan kekuatan word of mouth. Selain itu, informasi dari retailer juga sangat berguna dalam membagikan product knowledge kepada calon konsumen produk yang Anda tawarkan.”
“Bahkan jika Anda yakin bahwa produk Anda memang berkualitas tinggi, Anda juga perlu melakukan hard selling, “ kata Kelving yang mengaku tidak sungkan untuk mempengaruhi teman-temannya untuk memilih brand produknya.
“Tapi Anda tentu saja harus membiarkan teman-teman Anda yang mengambil keputusan. Karena dalam bisnis, kita harus menghargai kompetisi dengan brand lain, jadi biarkan customer yang memilih. Kita lakukan saja peran kita untuk mepromosikan produk kita.”
‘Melampaui Waktu’
Kelvin Wong menggemari olah raga bersepeda dan lari untuk menyeimbangkan hidup dan meraih kesehatan prima.
Berlatih dan Disiplin
“Anda perlu berlatih teratur dan disiplin. Jika Anda tidak disiplin dan kurang berlatih, Anda berisiko cidera,” kata Kelvin yang pernah mengikuti tritahlon Iron Man. “Saat ini saya memilih untuk bersepeda dan berlari saja.”
Lokasi Terbaik
Bulan Februari lalu Kelvin mengunjungi Bintan selama dua hari untuk bersepeda di sana. Tahun ini ia berencana melancong ke Itali selama 7 hari untuk bersepeda. Ia pernah bersepeda di Malaysia, Indonesia dan Australia.
Persiapan
“Setiap tahun saya menargetkan diri saya menetapkan goal untuk bersepeda di lokasi tertentu. Meksipun saya berlatih,saya tidak melakukan banyak persiapan. Saya hanya ingin melakukannya. Tentu saja setelah itu saya terkapar karena kelelahan. Hahaha.”
Gabung Komunitas
Di Singapura, Kelvin bergabung dengan komunitas bersepeda. “Kami bersepeda bersama, di daratan singapura yang datar seperti pancake. Kami tidak punya bukit. Kalau kami ingin bersepeda di perbukitan, kami mencari lokasi di luar Singapura.”
Momen Berkesan
“Saat saya berhasil menyelesaikan marathon pertama saya. Karena sebelumnya saya tidak pernah melakukannya. Saat remaja saya hanya berlari sepanjang 5 sampai 10 kilometer, tapi untuk marathon 42 km, itu yang pertama.”
