DIONO NURJADIN
Bagi President sekaligus CEO Cardig International, Diono Nurjadin, marathon seperti sudah menjadi bagian dari hidupnya. Di akhir Oktober lalu, pada suatu pagi, kami kembali menemui pria yang pernah duduk sebagai Vice President di Banker Trust Singapore itu, setelah wawancara kami dengannya, lima tahun lalu.
Di tengah jadwal bisnisnya yang padat, pemegang gelar MBA dari Pace University tersebut masih bersedia datang untuk pemotretan ini. Sosoknya tidak berubah banyak dibandingkan lima tahun lalu. Olah raga teratur dan berlaga di ajang maratahon nasional dan internasional, menjaga posturnya yang tinggi itu, tetap ideal.
“Terakhir kali, saya ikut full marathon 42 kilometer di Tokyo,” kata Diono yang kini menjadi duta untuk Yayasan Jantung Indonesia. Sejarah penyakit jantung dalam keluarganya membuat pria ini sangat disiplin menjalankan gaya hidup sehat.
Tidak banyak waktu senggang Diono pagi itu, bahkan di tengah wawancara ia sempat menerima telepon dan membicarakan tentang bisnis. Namun dari waktu yang sedikit itu, kami bisa memetik wisdom dari Diono Nurjadin yang juga duduk sebagai President dan CEO di PT Jasa Angkasa Semesta.
Berdamai dengan keadaan
Jika Anda ‘beruntung’ berada dalam garis keturunan penyakit jantung, tidak ada yang bisa Anda lakukan kecuali mengubah gaya hidup Anda menjadi lebih sehat. “Waktu itu saya cek up dan dokter mengatakan bahwa saya harus hati-hati, minum obat dan rajin olah raga,” kata Diono. Kurang lebih sudah 12 tahun lalu, Diono mulai olah raga secara rutin. Sebuah bentuk berdamai dengan keadaan, dengan cara yang sederhana namun sangat bermanfaat.
Berlatih dengan nyaman
Berlatih di gym bisa menyenangkan, tapi juga bisa membosankan. Hal yang sama juga dialami Diono yang biasa meluangkan waktu sekitar 45 menit sekali latihan di gym. “Pada saat tertentu saya merasa agak jenuh latihan di gym, seperti tidak ada tujuan. Lalu saya pikir kenapa tidak lari di luar saja,” kata Diono yang lebih menyukai berlatih di luar ruangan. Jadi jangan jadikan rasa jenuh sebagai alasan untuk berhenti latihan. Ketika jenuh menyergap cari cara untuk bisa tetap berlatih dengan nyaman.
Diet tanpa penderitaan
“Saya tidak menjalankan diet khusus. Pola makan saya biasa saja. Tapi saya tidak makan berlebihan. Saya tetap makan daging tapi tidak banyak. Dan saya menyantap banyak sayuran dan buah buahan,” kata Diono. Mudah sekali bukan?
Menikmati proses
Ada beberapa marathon, termasuk marathon New York yang tidak menetapkan waktu finish. “Anda bisa lari, bisa jalan, atau marathon dengan kursi roda. Jadi kita bisa finish kapan saja. Saat di marathon New York saya pernah berkenalan dengan pria berusia 75 tahun. Waktu tempuhnya sampai 7 jam. Tapi dia menikmati bahwa dia bisa menyelesaikan marathon itu,” tutur Diono.
Fokus pada tujuan
Baik saat mengikuti marathon maupun menjalankan bisnis, Anda harus fokus pada tujuan. Menikmati setiap jarak yang Anda tempuh saat marathon, sama dengan menikmati setiap pencapaian yang Anda raih dalam bisnis Anda.
Disiplin
Bahkan Diono Nurjadin yang sangat disiplin berlatih dan menjalankan gaya hidup sehat, mengalami sumbatan dalam salah satu arterinya. “Tahun 2012 lalu dipasang ring. Saat cek up saya kaget sekali karena saya sangat rajin olah raga,” kata Diono. Kedisiplinan harus menjadi ‘tulang punggung’ dalam menjalankan gaya hidup sehat dan bisnis. Tanpa itu, kestabilan kesehatan dan bisnis kita akan runtuh.
