Home » 6 Wisdoms Of 3
Bagikan

ARIEF SUDITOMO

Lebih dari dua dekade sudah, Arief Suditomo, berkecimpung dalam dunia jurnalistik. Dalam sebuah wawancara yang kami lakukan sekitar lima tahun lalu, Arief dengan tegas menolak sangkaan bahwa dirinya akan terjun dalam dunia politik. “Saya tidak tertarik,” tegas Arief kala itu.

Waktu berjalan, dan manusia berubah. Ayah dua putra ini berubah haluan dan mantap melangkah ke panggung politik lewat Partai Hanura. “Saya menyebutnya sebagai evolusi berpikir,” jawab Arief saat menjawab pertanyaan apa titik balik keputusannya masuk ke bidang tersebut, pada sebuah pagi, akhir Oktober lalu di kantor kami.

Saat ini pria penggemar buku ‘To Kill A Mockingbird’ ini duduk di Komisi 1 yang mengurusi politik luar negeri, diplomasi, pertahanan, TNI, intelejen dan kominfo. Arief memang sangat disegani sejawatnya ketika menjadi jurnalis yang menjunjung standar moral kebenaran. Namun dalam bidang politik, Arief terbilang baru. Meskipun ia mengatakan sudah banyak melihat, Arief toh dengan jujur mengakui bahwa ia tetap harus banyak belajar. Sama halnya kita, para pria, rasanya pengetahuan dan keterampilan kita tidak pernah cukup. Selalu saja ada hal baru, yang berharga untuk diserap, atau yang sebaiknya disingkirkan.

Kenali potensi Anda
Dua puluh dua tahun sudah Arief Suditomo  ‘basah kuyup’ di dunia jurnalistik. Separuh waktu itu, ia menjadi pemimpin redaksi. Meski pernah mengatakan tidak tertarik terjun dalam bidang politik, dorongan beberapa senior dan sahabat yang mengatakan bahwa ia memiliki potensi untuk berkembang di bidang politik, membuka matanya. Maka setelah berhitung dengan matang dan membicarakan rencananya itu dengan keluarga, Arief mantap melangkah. Sudahkah Anda mengenali potensi diri Anda?

Selesai dengan diri sendiri
“Ibu saya menasehati agar saya ‘selesai’ dengan diri saya sendiri,” tutur Arief. “Beliau tahu sekali bahwa ada banyak hal yang ingin saya lakukan dan saya raih. Dan saya harus menyelesaikan apapun yang saya inginkan dari diri saya, agar saya bisa fokus bisa mewakili rakyat banyak, konstituen yang saya wakili.”
Pelajaran yang bisa dipetik, selesaikan dulu apa yang masih menjadi beban dan keinginan Anda agar Anda bisa fokus untuk melajukan binis Anda.

Terjun langsung
Saat masih menjadi jurnalis Arief kerap mengritisi hal-hal yang menurutnya tidak adil. Ada yang berhasil mempengaruhi kebijakan, ada yang tidak berhasil. Salah satu alasan mengapa akirnya ia terjun langsung ke dunia politik adalah karena ia berkesempatan untuk terlibat langsung dalam pembuatan kebijakan yang diharapkan dapat membuat perubahan positif dalam masyarakat. Ketika Anda sebagai pebisnis terjun langsung untuk melihat kondisi kerja anak buah Anda di lapangan, dan membuat perubahan positif, dipastikan Anda sudah menang selangkah daripada pebisnis lain yang hanya duduk di belakang meja dan hanya menantikan laporan-laporan yang seringkali tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.

Integritas dan kredibilitas
Arief tidak serta merta ‘mendulang’ dukungan ketika berencana untuk terjun ke politik. Ia membicarakan rencana itu dengan istrinya dan ibunya. Mereka tidak langsung mendukung. “Ada banyak nasehat yang mereka berikan kepada saya. Karena mereka melihat saya mantap, mereka pun mendukung. Namun istri saya berpesan, agar saya jangan sampai terseret skandal yang memalukan nama keluarga,” tutur Arief.  Integritas dan kredibilitas seseorang dalam bidang apapun memiliki harga mahal. Jangan pernah pertaruhkan keduanya untuk gelimang harta semu yang bisa menyeret Anda ke balik jeruji penjara.

Menjaga kesehatan
Menjadi anggota legislatif juga harus sehat agar bisa menjalankan tugas-tugas dengan optimal. Arief menjaga kebugaran dan dan kesehatan jantungnya dengan olah raga lari, saya baru ikut marathon di bali. I try to push my limit. Harus hidup sehat. Diet saya tidak spesifik. Hanya mengurangi karbohidrat. Pernah berat badan saya hampir 80 kg. saat itu saya merasa punggung sakit-sakit, cepat lelah dll. Karena saya melihat teman sebaya saya sudah kena serangan jantung. Bahkan ada yang meninggal karena jantung. Belum 50 tahun sudah kena diabetes. Menurut saya, gaya hidup berkontribusi utama bagi kita dalam meuwujudkan diri yang yang lebih sehat. Sya ingin punya masa tua yang produktif, sehat, kaya raya, mati masuk surga. Hahaha

Ambisi pribadi
Jangan kaitkan ini dengan sepak terjang Arief dalam parlemen, karena apa yang dijalankan di situ harus sesuai aturan main. Ambisi Arief lebih ‘sederhana’,  menulis buku, seperti yang pernah dituturkannya lima tahun lalu. Sayangnya, proyeknya itu masih tertunda. Tapi ia menemukan celah baru. “Saya sedang menyiapkan blog saya,” ujar Arief. Apa ambisi atau passion Anda? Segera wujudkan untuk memberi tambahan nilai positif dari keberadaan Anda di tengah masyarakat.


Bagikan

Related Articles

Leave a Comment