Bicara tentang Spider-Man tak hanya mengenai kekuatan super, betapa asyiknya bergelayut dari gedung satu ke gedung lain, dan tarung seru melawan deretan musuhnya.
Spider-Man lebih dari itu semua.

Film animasi Spider-Man: Across the Universe ini menjadi salah satu sajian tontonan sekuel yang lengkap. Apalagi kalau bukan dengan menampilkan segudang sosok Spider-Man dari berbagai tipe komik (sebut saja ‘universe’) yang bersinggungan satu sama lain.
Ah, tapi jika kita sudah pernah menonton film pertamanya, Spider-Man: Into the Spider-Verse, jelas tak akan amaze lagi tapi justru … Semakin Amaze!
Ya, jika di film pertamanya dunia Spider-Verse yang ditokoh-utamai Spider-Man versi Miles Morales, dimunculkan sosok Spider-Ham, Spider-Man Noir, Peni Parker, dan Spider-Woman aka Gwen Stacy, Across the Universe menampilkan sosok Spidey melebihi mereka.
Di beberapa adegan malah kita akan teriak histeris karena kemunculan demi kemunculan sosok Spidey yang sudah kita kenal. Siapa saja? Hmmm…

Lebih kompleks dan dalam
Keunikan Across the Universe terletak pada skripnya yang berani menggali poin emosional dengan begitu dalam. Spider-Man versi Morales tak hanya berhadapan dengan membuka identitas atau tidak, tapi lebih ke dilema yang jauh lebih kompleks.
Kekompleksan ini ditingkahi dengan guratan animasi yang beragam. Goresan animasi banyak universe si Spidey bermunculan dalam pelbagai ciri khusus. Ini yang membuat mata kita tak akan bosan menontonnya hingga akhir.
Tentu saja, sajian seru Across the Universe bisa terasa begitu mantap, mengingat film animasi ini dibesut tak kurang dari tiga sineas! Mereka adalah Joaquim Dos Santos, Kemp Poers dan Justin K. Thompson.

Across the Universe dibesut tiga sineas
Dos Santos sendiri adalah seorang artis storyboard, sekaligus penulis naskah, produser, desainer dan sutradara. Sebelumnya beliau pernah menggarap serial-serial seperti Avatar: The Last Airbender, The Legend of Korra, G.I.Joe: Resolute dan Voltron: Legendary Defender.
Lalu siapakah Kemp Powers?
Powers adalah pembuat film sekaligus penulis naskah panggung. Sebelumnya beliau dikenal sebagai pembesut One Night in Miami dan film animasi adaptasi panggung, Soul (2020), besutan Pixar – yang membawanya mendapat nominasi Oscar di April 2021. Dan ya, berkat Soul, beliau terhitung sebagai sutradara berdarah Afrika-Amerika pertama yang membesut film animasi Disney!
Sedangkan Justin K.Thompson sendiri adalah sosok yang biasanya sibuk mengerjakan bagian Desain Produksi animasi. Karya-karya Thompson sebelumnya terhitung seperti Cloudy with a Chance of Meatballs 1 & 2, The Angry Birds Movie, Priest dan tentunya, Spider-Man: Into the Spider-Verse.
Pastinya kemunculan Spider-Man versi Miguel O’Hara, Spider-Punk, Spider-Man India, dan masih banyak lagi, sangat-sangat membuat kita jadi merasa tak cukup menonton film ini hanya sekali saja!
Tak percaya?
Pemain/Pengisi Suara:
Untuk pengisi suara, Across the Universe berhasil mengumpulkan berbagai aktor-aktris Hollywood keren. Misalnya saja, Hailee Steinfeld sebagai Gwen Stacy alias Spider-Woman, lalu aktor kelas Oscar, Brian Tyree Henry sebagai Jefferson Davis – ayah Miles, lalu ada Jason Schwartzman sebagai The Spot, Karan Soni sebagai Spider-Man India – Pavitr, lalu Daniel Kaluuya sebagai Hobie alias Spider-Punk dan tentu, Oscar Isaac sebagai Miguel O’Hara alias Spider-Man 2099.
