Superman beraksi Kembali di layer lebar. Tapi sosoknya bukan hanya melulu tentang kekuatan supernya, lebih dari itu: dia berkarakter. Apa saja itu?
- Empati
Kita semua sudah tahu kalau Superman itu baik hati, tidak sombong, dan rajin mena … eh, sori, sori, Superman itu suka menolong dan tentu tidak tegaan. Itu yang bisa dilihat pas Superman lebih membela Jarhanpur, sebuah negeri kecil yang dibombardir Boravia, negara lain yang merupakan sekutu AS.
Rasa kemanusiaan Superman terlihat saat dirinya sebagai Clark Kent berdebat dengan sang kekasih, Lois Lane, kenapa dirinya ingin membela bahkan bertempur mati-matian melawan teknologi Boravia hingga dirinya babak belur sebagai Superman.
“People were going to die!” Demikian ucapan tegas Superman (or Clark Kent) secara tegas ke sang kekasih, saat Lois tetap mempertanyakan aksi menyelamatkannya tersebut.
- Legowo
Menurut Google, arti ‘Legowo’ adalah ‘menerima dengan lapang dada atau ikhlas, terutam dalam menghadapi situasi yang tak sesuai harapan atau menyakitkan.
Pastinya ini bukan berarti pasif atau menyerah.
Saat Superman dihadapkan pada kenyataan kalau pesan ayah-ibu biologisnya ternyata adalah pesan yang sangat ekstrim negatif, dengan legowo Superman menyerahkan dirinya ke aparat keamanan negara.
Padahal bisa saja Superman menyangkal pesan ekstrim negatif tersebut atau bisa saja ia melarikan diri – bersembunyi di Fortress of Solitude di Antartika. Tapi Superman tak melakukan itu.

- Ga Main Hakim Sendiri
Ini poin yang paling esensial tapi kelihatan sepele: Superman tidak me-smack down Lex Luthor dengan tangannya sendiri! Padahal dirinya sangat bisa melakukannya dengan enteng.
Jelas Superman bisa melakukannya dan berhak melakukannya – jika ia mau. Mengingat tindak-tanduk Luthor di film ini lebih gila dibanding Luthor-Luthor di film-film Superman sebelumnya. Di sini ia memfitnah, mengadu-domba, merekayasa dunia sehingga ke titik paling parah!
Itulah 3 attitude yang secara langsung membuat kita merasa klik dengan Superman – baik secara sosoknya maupun karena aksinya yang wah. Dan ya, Superman versi 2025 gubahan James Gunn memang bukan ‘another version of Superman’, tapi lebih dari itu.

Superman versi Gunn menjadi vitamin buat kita semua yang menontonnya – apalagi saat ini kita dikelilingi oleh kondisi dan perilaku toksik orang-orang di sekeliling bahkan yang menaungi kita.
Secara pelan tapi menonjok dengan pasti, Superman versi Gunn mengajak kita untuk tetap berbuat baik dan bisa memberi diri kita untuk berdampak positif untuk sesama.
Yang terpenting, Superman versi Gunn mengajak kita untuk selalu ‘Look Up’ – meyakini bahwa ada Sang Pencipta yang di atas sana – yang selalu menaungi kita.
