Bagi Anda yang aware dengan kondisi saat ini, pasti paham ada ancaman krisis energi global. Sekadar mengingatkan, penyebabnya karena lokasi terjadinya konflik, yaitu di Selat Hormuz, berkontribusi terhadap distribusi 20% energi dunia. Dan begitu bicara soal energi, pasti akan berpengaruh ke semua hal. Harga energi naik, biaya hidup ikut terdorong, dan perlahan semua kebutuhan jadi lebih mahal.
Di kondisi seperti ini, panik saja tidak akan membawa perubahan. Anda harus segera menyusun strategi, supaya siap dan tahu cara menghadapi krisis global dari sekarang.
Kondisi Krisis yang Tidak Bisa Dihindari
Yang bisa, Anda antisipasi dan mitigasi. Masalahnya, banyak orang tahu hal ini, tapi tidak benar-benar menyiapkan diri. Padahal ketika krisis datang, satu hal yang pasti: penghasilan dan pekerjaan bisa hilang, tetapi biaya hidup akan tetap ada bahkan meningkat.
Lantas, bagaimana cara menghadapi krisis global? Apa yang perlu disiapkan dari sekarang? Sebagai Career & Financial Coach serta Penulis Buku Lulus Cumlaude, Mempersiapkan Fondasi Keuangan, ini yang saya sarankan.
Dana Darurat Itu Wajib, Bukan Pilihan

Cara menghadapi krisis yang sangat penting adalah menyiapkan dana darurat. Dana darurat adalah fondasi utama agar hidup tetap berjalan apapun kondisi yang Anda hadapi di depan. Mungkin istilahnya sering kali Anda dengar, tapi sudahkah dipersiapkan? Atau jangan-jangan Anda bahkan belum mengetahui besarannya?
Pada dasarnya, dana darurat adalah dana yang disiapkan untuk berbagai kondisi yang tidak diinginkan, termasuk krisis. Fungsinya menjaga kita tetap bisa hidup selama beberapa bulan ke depan saat kondisi dunia sedang tidak stabil. Besarannya tidak sama bagi setiap orang, ada rumus yang bisa dihafal. Berikut besarannya :
- Lajang : 3 kali pengeluaran wajib
- Menikah tanpa anak: 6 kali pengeluaran wajib
- Menikah dengan anak: 12 kali pengeluaran wajib
Artinya, mulai sekarang Anda perlu tahu angka pasti pengeluaran wajib tiap bulannya. Sebagai catatan, ini tidak termasuk lifestyle seperti beli kopi setiap hari atau mengganti gadget keluaran terbaru setiap tahun. Ingat-ingat kalau ada 5 kategori pengeluaran wajib, yaitu
- Sandang
- Pangan
- Papan
- Utilitas (biaya rumah tangga air, listrik, internet, gas)
- Konektivitas (handphone beserta paket data)
Sekarang, coba telusuri, dari pengeluaran wajib ini di bagian mana yang paling “gemuk”? Dari sinilah nantinya bisa Anda kontrol dan rampingkan.
Saat mengumpulkan dana darurat, gaya hidup memang harus diturunkan. Yang penting memiliki pakaian layak, bisa mengonsumsi makanan bergizi dan membuat kenyang, dan sah-sah saja menikmati dinginnya AC, meski tidak usah menyala 24 jam.
Cara Menyimpan Dana Darurat yang Aman

Mengelola dana darurat, artinya penempatannya juga harus tepat. Instrumen yang Anda pilih harus memenuhi 3 hal, yaitu mudah diakses, mudah dicairkan, dan nilainya relatif stabil bahkan cenderung naik. Untuk menyimpan dana darurat yang aman, instrumen yang bisa dipilih, yaitu:
- Tabungan
- Emas (baik logam mulia maupun digital)
- Forex (khususnya mata uang yang lebih kuat dari rupiah)
Sementara itu, reksa dana dan saham, tidak disarankan karena faktor likuiditas dan volatilitas. Namun, jika Anda memahami betul “pasarnya”, Anda bisa menggunakan keduanya sebagai katalisator untuk mempercepat terkumpulnya dana yang dibutuhkan. Pasalnya, jika Anda belum benar-benar paham cara kerjanya, justru berisiko saat kondisi tidak stabil.
Dampak Krisis: Bukan Cuma Finansial
Perlu Anda ingat, krisis bukan cuma soal uang. Tekanan akan datang dari banyak arah, terutama pekerjaan .Pekerjaan tetap bisa hilang, pendapatan bisa dipotong, padahal hidup harus terus berjalan. Tak heran, kesiapan mental jadi faktor penting.
Anda harus siap menghadapi perubahan. Bersiap berganti peran, pekerjaan, atau apa pun yang akan terjadi di depan mata. Kuncinya, jangan membatasi diri dengan apa yang kita pikir bisa kita lakukan. Kalau dari awal sudah merasa “Ah, ini kan bukan bidang saya” atau “Ah, saya tidak bisa itu”, artinya Anda sendiri yang mempersempit pilihan. Padahal di kondisi krisis, keterbukaan dan fleksibilitas itu penting.
Buka Peluang, Jangan Menutup Diri
Mulai sekarang, cari kemungkinan lain. Pelajarilah hal baru. Gali potensi yang bisa jadi tambahan penghasilan. Temukan passion baru yang mungkin selama ini Anda belum sadari. Tidak perlu langsung ke hal yang besar, bisa dari hal-hal kecil di sekitar, yang penting berani mencoba untuk memulai. Selain itu, jaga relasi. Dalam banyak kasus, relasi bukan sekadar kenalan, tetapi juga bisa membuka banyak peluang.
Selalu Siapkan Skenario Terburuk
Krisis memang di luar kendali. Namun, kesiapan itu sepenuhnya ada di tangan Anda. Saya sering melihat orang mengatakan “Saya sudah siap menghadapi krisis”, tapi sebenarnya tidak ada tindakan nyata untuk mempersiapkannya. Karena itu, selalu siapkan skenario terburuk. Bukan untuk menakut-nakuti diri, tetapi menjadi turning point kapan Anda perlu mulai bergerak.
Bayangkan saja, jika penghasilan dan pekerjaan yang selama ini menghidupi Anda tiba-tiba hilang hari ini, berapa banyak dana yang Anda miliki? Berapa lama cukup untuk bertahan dengan dana tersebut? Pertanyaan lainnya, apa yang akan Anda lakukan untuk setelahnya? Jika Anda belum punya jawabannya, berarti belum siap. Akan tetapi, kalau Anda sudah memikirkannya dari sekarang, krisis global sekalipun pasti bisa Anda lewati.
Gunakan Krisis Sebagai Momentum
Menyiapkan skenario terburuk adalah salah satu cara agar kita tetap punya dorongan untuk belajar dan berusaha. Krisis bisa jadi tekanan, tetapi bisa juga menjadi pemicu. Ketika ada tekanan, seharusnya ada dorongan untuk bergerak. Semakin besar urgensinya, semakin kuat dorongan untuk mencari solusi. Untuk itu, teruslah bereksplorasi, teruslah bertanya, dan teruslah cari cara untuk bisa bertahan di situasi dengan segala ketidakpastian.
Sekali lagi, krisis tidak bisa dikendalikan, tetapi bisa diantisipasi dan dimitigasi. Pada akhirnya, cara menghadapi krisis global bukan soal menghindari dampaknya, tapi soal seberapa siap Anda menghadapinya. Mulai dari dana darurat, kesiapan mental, hingga strategi bertahan, semuanya perlu dipersiapkan dari sekarang.
