Home » 5 Tips untuk Mengendalikan Amarah Anak

5 Tips untuk Mengendalikan Amarah Anak

Bagikan

Marah seperti sebuah trend untuk menyelesaikan masalah, hal tersebut juga berlaku untuk anak Anda. Berikut adalah tips yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi pengaruh buruk tersebut.

Tetap Tenang Di Depan Anak

Cara terbaik mengajari anak agar bisa mengendalikan marahnya adalah dengan memberikan contoh dari Anda sendiri. Misalnya Anda bisa memanfaatkan situasi frustasi dimana ketika Anda ditelpon oleh bagian kartu kredit yang menyatakan Anda harus membayar atas sebuah transaksi yang tidak pernah Anda lakukan. Anda ingin berteriak sementara anak sedang memperhatikan Anda menerima telepon dengan nada yang semakin meninggi. Karena itu rendahkan nada bicara Anda, tarik nafas dan berbicaralah dengan tenang. Disini anak akan melihat bahwa Anda sedang berhadapan dengan sebuah masalah lalu berhasil mengatasi permasalahan tersebut dengan tenang.

Tunggu Situasi Membanik

Salah satu kesulitan tersulit adalah ketika anak Anda mengarahkan amarahnya kepada Anda. Jika tidak berhati-hati, Anda akan menyadari bahwa emosi yang mereka tuangkan akan menular kepada Anda.  Dalam buku Parents Do Make a Difference karya Michele Borba, Ed.D disebutkan bahwa lebih baik Anda memulai sebuah aturan dirumah yang menyebutkan: “jika ada permasalahan di rumah maka harus diselesaikan dengan kepala dingin” lalu tetaplah konsisten pada aturan ini. Sebagai contoh jika anak Anda menginginkan sebuah solusi secepat mungkin sementara Anda terlalu emosi maka katakan bahwa hal tersebut akan dibicarakan nanti, segera tinggalkan anak Anda dan jangan berikan jawaban.

Anak mungkin akan tetap marah dan semakin meluapkan amarahnya pada berbagai cara. Michele Borba menyarankan agar Anda mengunci diri pada sebuah tempat misalnya kamar mandi atau kamar tidur dan keluar begitu amarah anak mereda. Hal ini akan mengajari anak bahwa aturan rumah sudah baku sehingga anak mengerti kapan saatnya berdebat dengan orang tua

Perbanyakj Kosa Kata

Seorang anak bisa menjadi marah dengan cara merusak barang, menendang pintu, berteriak atau bahkan mengumpat karena bisa jadi ia tidak mengerti bagaimana caranya mengexpresikan perasaan mereka melalui kalimat. Kini Anda bisa mengajarkan anak dengan berlatih mengungkapkan perasaan mereka melalui kata-kata. Caranya tempel kertas atau papan tulis dengan tulisan tulisan yang mengungkapkan perasaan seperti Kesal, marah, tersinggung, sebal dan seterusnya lalu minta anak untuk menuliskan kalimat selanjutnya. Begitu Anda melihat ada tulisan baru yang tergores maka tanya perasaan anak Anda dan diskusikan permasalahan yang mereka sedang hadapi.


Expresikan Amarah

Banyak cara untuk membuat anak menurunkan amarahnya, namun tidak banyak kesempatan bagi mereka untuk menunjukan caranya sehingga mereka menunjukan perilaku yang tidak pas untuk mengexpresikannya. Bicarakan kepada anak untuk menggantikan expresi amarah mereka yang salah dengan suatu hal misalkan memukul bantal, berlari satu putaran, berolah-raga, menggambar atau bahkan menyanyi keras-keras. Sekali anak memilih tehnik untuk tetap tenang tersebut maka arahkan untuk menggunakannya di kesempatan berikutnya sehingga terhindar dari kejadian negatif yang tidak diinginkan

Kenali Gejala Awal Marah

Tubuh manusia memiliki perilaku unik yang mudah untuk di deteksi ketika amarah mulai meningkat. Misalnya ketika Anda sedang mengajari anak Anda kemudian Anda melihat tangannya mengepal, nada suaranya mulai menaik atau tarikan nafasnya mulai dipercepat adalah beberapa gejala dini amarah yang meningkat.  Ketika Anda menyadari hal tersebut, maka langsung ganti topik, tawarkan minuman atau ingatkan dia sama film terbaru yang belum ia tonton dan seterusnya hingga tingkat amarah mulai mereda dan Anda pun bisa memulai babak baru dalam menasihatinya atau bahkan menunda hal tersebut dan melanjutkannya esok hari dimana pikiran anak mulai lebih tenang


Bagikan

Related Articles

Leave a Comment