Tren perjalanan 2027 mengarah pada keseimbangan antara petualangan dan ketenangan. Dari menelusuri jejak samurai hingga berendam di pemandian air panas tradisional, Jepang menawarkan pengalaman perjalanan yang lebih personal bagi mereka yang ingin menjelajah tanpa harus selalu bepergian sendirian.
Ada kalanya liburan bukan tentang seberapa banyak destinasi yang berhasil dikunjungi, melainkan seberapa jauh seseorang bisa melepaskan diri dari rutinitas. Bagi pria dengan aktivitas padat, perjalanan bisa menjadi kesempatan untuk mengambil jeda, menikmati kebebasan, sekaligus menemukan perspektif baru.
Jepang menawarkan banyak cara untuk melakukannya. Selain kota-kota modern seperti Tokyo dan Osaka, Negeri Sakura menyimpan lanskap pedesaan, jalur bersejarah para samurai, pemandian air panas tradisional, hingga rute ziarah berusia lebih dari seribu tahun.
Menariknya, tren perjalanan global juga mulai bergerak ke arah pengalaman yang lebih personal. Dalam 2027 Trends Report, Hilton memperkenalkan konsep The Great Rebalance, yang menggambarkan keinginan wisatawan untuk menemukan keseimbangan baru antara petualangan dan pemulihan diri, kebebasan pribadi dan koneksi sosial.
Salah satu wujudnya adalah tren solo-ish travel: perjalanan yang memberi kebebasan untuk menjelajah secara mandiri, tetapi tetap membuka kesempatan untuk berbagi pengalaman dengan orang lain.

Solo-ish Travel: Bebas Menjelajah, Tanpa Harus Sendirian
Berbeda dari perjalanan solo konvensional yang sepenuhnya mengandalkan diri sendiri, solo-ish travel menawarkan pendekatan yang lebih fleksibel. Wisatawan tetap memiliki ruang untuk menentukan ritme perjalanan, menikmati waktu pribadi, dan memilih pengalaman sesuai minat, tanpa harus kehilangan kesempatan berinteraksi dengan sesama pelancong.
Konsep ini cocok bagi mereka yang ingin bepergian tanpa harus menunggu teman atau keluarga memiliki jadwal yang sama. Di sisi lain, perjalanan terorganisasi dengan kelompok kecil dapat membantu mengurangi kerepotan dalam menyusun rute, mengatur logistik, dan menemukan pengalaman lokal yang mungkin sulit dijangkau secara mandiri.
Di Jepang, pendekatan tersebut dapat dinikmati melalui perjalanan berjalan kaki yang dirancang untuk membawa wisatawan lebih dekat dengan sejarah, budaya, kuliner, dan kehidupan masyarakat setempat.
Salah satu operator yang menawarkan pengalaman semacam ini adalah Walk Japan, pelopor tur berjalan kaki di Jepang yang menghadirkan perjalanan dengan tempo terukur dan pengalaman kelompok yang lebih intim.
Bagi wisatawan yang ingin menjadikan perjalanan sebagai momen untuk memulihkan energi sekaligus memperluas wawasan, berikut empat itinerari yang layak dipertimbangkan untuk petualangan berikutnya.
1. Tohoku Aizu Explorer: Menelusuri Jejak Samurai Jepang
Durasi: 7 hari 6 malam | Periode: Mei–November
Jepang tidak hanya identik dengan teknologi, gedung pencakar langit, dan budaya pop. Di wilayah Aizu, Prefektur Fukushima, jejak sejarah para samurai masih menjadi bagian penting dari identitas kawasan tersebut.
Melalui paket Tohoku Aizu Explorer, wisatawan diajak menyusuri lanskap bersejarah yang berkaitan dengan para daimyo, penguasa feodal Jepang, dan kaum samurai yang pernah memainkan peran penting dalam perjalanan sejarah negeri itu.
Perjalanan ini mencakup jalur-jalur bersejarah seperti Shirakawa Way, Shimotsuke Kaido, dan Numata Kaido. Menjelajahi rute tersebut dengan berjalan kaki menghadirkan perspektif berbeda dibandingkan sekadar mengunjungi museum atau situs sejarah dalam waktu singkat.
Setiap langkah menjadi kesempatan untuk mengenal hubungan antara sejarah, alam, dan kehidupan masyarakat lokal. Bagi pencinta sejarah dan perjalanan berbasis budaya, Aizu menawarkan pengalaman yang lebih mendalam daripada wisata konvensional.
Paket ini juga tidak mensyaratkan jumlah minimum peserta agar perjalanan dapat dilaksanakan. Artinya, wisatawan yang bepergian sendiri tetap memiliki kesempatan mengikuti tur sesuai jadwal yang tersedia.
Harga: Mulai JPY 598.000 per orang, berdasarkan tarif okupansi kamar ganda.
Waktu terbaik: Mei hingga November.

2. Onsen Gastronomy: Snowy Aizu, Menikmati Musim Dingin dengan Cara Berbeda
Durasi: 5 hari 4 malam | Periode: Akhir Desember–awal Maret
Bagi sebagian orang, musim dingin identik dengan aktivitas luar ruangan dan olahraga salju. Namun, Jepang menawarkan cara lain untuk menikmati suhu dingin: berjalan menyusuri kota-kota bersejarah yang tertutup salju, mencicipi hidangan khas daerah, lalu mengakhiri hari dengan berendam di pemandian air panas.
Pengalaman tersebut menjadi daya tarik utama Onsen Gastronomy: Snowy Aizu.
Perjalanan ini memadukan suasana musim dingin di kawasan Aizu dengan kekayaan kuliner regional dan tradisi onsen Jepang. Kontras antara udara dingin di luar dan hangatnya air pemandian menciptakan pengalaman yang menenangkan setelah seharian menjelajah.
Bagi pencinta kuliner, perjalanan ini juga menjadi kesempatan untuk mengenal karakter gastronomi lokal. Makanan tidak sekadar menjadi pelengkap liburan, tetapi bagian dari pengalaman memahami budaya dan kebiasaan masyarakat setempat.
Konsep ini cocok bagi mereka yang ingin menikmati perjalanan dengan tempo lebih santai. Tidak harus mengejar banyak destinasi dalam satu hari, wisatawan dapat memberikan waktu lebih untuk menikmati suasana, mencicipi makanan, dan beristirahat.
Harga: Mulai JPY 598.000 per orang, berdasarkan tarif okupansi kamar ganda.
Waktu terbaik: Akhir Desember hingga awal Maret.
3. Oita Hot Spring Trail: Menjelajahi Negeri Onsen
Durasi: 6 hari 5 malam | Periode: Sepanjang tahun
Jika ada pengalaman yang layak masuk daftar perjalanan saat berkunjung ke Jepang, menikmati onsen adalah salah satunya.
Prefektur Oita dikenal luas sebagai salah satu pusat pemandian air panas utama di Jepang. Kawasan ini menawarkan kesempatan untuk mengenal tradisi onsen yang telah berkembang selama berabad-abad, sekaligus menikmati suasana pedesaan yang lebih tenang.
Melalui Oita Hot Spring Trail, wisatawan diajak menggabungkan perjalanan berjalan kaki dengan kunjungan ke kawasan pemandian air panas. Rute ini memberikan ruang untuk menikmati lanskap pedesaan, menjauh sejenak dari hiruk-pikuk kota, dan merasakan tradisi lokal dalam suasana yang lebih intim.
Pengalaman tersebut dilengkapi dengan sajian kaiseki, yaitu hidangan Jepang berkonsep beberapa menu yang menonjolkan bahan musiman, teknik penyajian, dan estetika kuliner.
Bagi pria yang ingin berlibur tanpa harus selalu mengisi agenda dengan aktivitas intens, perjalanan ini menawarkan kombinasi menarik antara eksplorasi dan relaksasi.
Tak perlu menunggu musim tertentu untuk mengikutinya. Oita Hot Spring Trail tersedia sepanjang tahun, sehingga lebih fleksibel untuk disesuaikan dengan jadwal perjalanan.
Harga: Mulai JPY 410.000 per orang, berdasarkan tarif okupansi kamar ganda.
Waktu terbaik: Sepanjang tahun.

4. Shikoku Temple Pilgrimage: Perjalanan Panjang untuk Menemukan Perspektif Baru
Durasi: 11 hari 10 malam | Periode: Maret–Mei dan September–November
Tidak semua perjalanan harus berakhir dengan foto terbaik atau daftar tempat yang berhasil dikunjungi. Ada perjalanan yang justru memberikan nilai lebih melalui prosesnya.
Shikoku Temple Pilgrimage merupakan salah satu pilihan bagi wisatawan yang ingin menggabungkan aktivitas berjalan kaki dengan pengalaman budaya dan refleksi diri.
Perjalanan ini mengikuti bagian dari rute ziarah 88 kuil di Pulau Shikoku, salah satu jalur ziarah Buddha paling bersejarah di Jepang yang telah berusia sekitar 1.200 tahun.
Dalam waktu 11 hari, peserta mengunjungi 27 kuil Buddha. Perjalanan tersebut menghadirkan kesempatan untuk mengenal tradisi spiritual Jepang, arsitektur kuil, serta kehidupan masyarakat yang tumbuh di sekitar jalur ziarah.
Berjalan kaki dari satu lokasi ke lokasi lain juga memberikan pengalaman yang berbeda dari perjalanan wisata biasa. Ritme yang lebih lambat memungkinkan wisatawan memperhatikan detail lingkungan, menikmati lanskap, dan mengambil waktu untuk merenungkan pengalaman pribadi.
Bagi mereka yang terbiasa menjalani hari dengan jadwal rapat, tenggat pekerjaan, dan komunikasi tanpa henti, perjalanan seperti ini bisa menjadi kesempatan untuk mengambil jarak dari rutinitas.
Bukan berarti perjalanan tersebut harus dimaknai sebagai pencarian spiritual. Pengalaman berjalan kaki, bertemu orang baru, dan mengenal tradisi yang berbeda pun dapat memberikan sudut pandang baru terhadap kehidupan sehari-hari.
Harga: Mulai JPY 760.000 per orang, berdasarkan tarif okupansi kamar ganda.
Waktu terbaik: Maret hingga Mei dan September hingga November.
Jepang, Destinasi untuk Menyeimbangkan Petualangan dan Relaksasi
Keempat itinerari tersebut menawarkan karakter perjalanan yang berbeda. Aizu membawa wisatawan menyusuri sejarah samurai, Snowy Aizu menggabungkan musim dingin dengan kuliner dan onsen, Oita menonjolkan tradisi pemandian air panas, sementara Shikoku menghadirkan perjalanan panjang dengan dimensi budaya dan refleksi diri.
Namun, ada satu benang merah yang menghubungkan semuanya: kesempatan untuk menikmati perjalanan tanpa harus terus-menerus terburu-buru.
Dalam konteks solo-ish travel, kebebasan bukan berarti harus melakukan semuanya sendiri. Wisatawan tetap dapat menikmati waktu pribadi sekaligus memperoleh dukungan dari penyelenggara perjalanan dan kesempatan berinteraksi dengan peserta lain.
Pendekatan ini juga menawarkan alternatif bagi mereka yang ingin bepergian sendiri, tetapi belum tentu nyaman mengatur seluruh perjalanan secara mandiri.
Melalui itinerari yang telah dirancang, Walk Japan menawarkan pengalaman menjelajah dengan tempo yang terukur dan kelompok yang relatif intim, tanpa mensyaratkan jumlah minimum peserta untuk menjalankan tur-tur tersebut.
Sebelum memilih perjalanan, calon peserta sebaiknya mempertimbangkan tingkat aktivitas fisik, durasi berjalan kaki, kondisi cuaca, serta kebutuhan akomodasi. Informasi mengenai fasilitas yang termasuk dalam harga, biaya tambahan, dan pengaturan kamar juga perlu dikonfirmasi langsung kepada operator.
Pada akhirnya, perjalanan terbaik tidak selalu tentang seberapa jauh kita pergi. Terkadang, yang lebih penting adalah bagaimana kita memberi ruang untuk melihat dunia dari sudut pandang yang berbeda.
Dan jika Jepang menjadi pilihan berikutnya, mungkin sudah waktunya mencoba cara menjelajah yang lebih personal: berjalan lebih jauh, menikmati setiap momen, dan menemukan keseimbangan antara petualangan dan waktu untuk diri sendiri.
Informasi dan reservasi:
- Tohoku Aizu Explorer: https://walkjapan.com/tour/tohoku-aizu-explorer
- Onsen Gastronomy: Snowy Aizu: https://walkjapan.com/tour/onsen-gastronomy-snowy-aizu
- Oita Hot Spring Trail: https://walkjapan.com/tour/oita-hot-spring-trail
- Shikoku Temple Pilgrimage: https://walkjapan.com/tour/shikoku-temple-pilgrimage
