Dunia desain grafis terus berkembang, melampaui urusan visual dan estetika. Kini, desain juga menjadi bagian penting dari musik, film, arsitektur, teknologi, hingga budaya populer. Perkembangan inilah yang diangkat Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI) melalui ADGI Design Week 2026, yang kembali hadir lewat GRAFIS’26 pada 14–18 Oktober 2026 di ASHTA District 8, SCBD, Jakarta.
Memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya, ADGI Design Week mengusung tema “OFF GRID”, sebuah ajakan untuk keluar dari pola konvensional dan mengeksplorasi kemungkinan baru dalam dunia desain. Bagi para pelaku industri kreatif, desainer muda, maupun mereka yang tertarik dengan perkembangan visual masa kini, acara ini menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana ide dapat berkembang ketika batas antarbidang mulai melebur.
Ketika Desain Tidak Lagi Berhenti di Layar
Desain grafis kini hadir jauh di luar poster, logo, atau identitas sebuah brand. Pendekatan visual dapat diterapkan dalam arsitektur, desain produk, industri film, hingga pengalaman digital yang kita temui sehari-hari.
Melalui tema “OFF GRID”, ADGI Design Week 2026 mengajak pengunjung melihat bagaimana desainer mengeksplorasi medium baru, bereksperimen dengan pendekatan berbeda, dan mengembangkan gagasan melintasi berbagai disiplin kreatif.
Tahun ini, GRAFIS’26 menghadirkan praktik desain dari 54 peserta, mulai dari studio hingga desainer independen. Rangkaian acaranya juga mencakup penelusuran sejarah desain grafis Indonesia, pameran internasional, diskusi kreatif, presentasi talenta muda, hingga pasar produk berbasis desain.
ADGI Design Week 2026 turut menjadi bagian dari WCCE 2026, The 5th World Conference on Creative Economy–Creativillage, yang diselenggarakan oleh Kementerian Ekonomi Kreatif. Kolaborasi ini memperluas pembahasan mengenai posisi desain grafis dalam ekosistem ekonomi kreatif.
Dalam pembukaan acara, Ritchie menyoroti perjalanan ADGI dan kolaborasinya dengan Kementerian Ekonomi Kreatif, yang turut ditampilkan melalui Ekraf Special Exhibition.
“Perjalanan panjang ADGI bersama Kementerian Ekonomi Kreatif dapat dilihat melalui salah satu area pameran, yaitu Ekraf Special Exhibition. ADGI sendiri telah hadir dan melalui perjalanan bersama Kementerian Ekonomi Kreatif sejak HUT Kemerdekaan RI ke-71,” ujar Ritchie.
Menteri Ekonomi Kreatif juga mengapresiasi peran ADGI sebagai wadah bagi para profesional dan pelaku ekonomi kreatif, khususnya di bidang desain grafis.

Lima Program yang Menarik untuk Dijelajahi
Bukan hanya untuk desainer profesional, ADGI Design Week 2026 menawarkan sejumlah program yang relevan bagi siapa pun yang tertarik pada kreativitas, budaya visual, dan perkembangan industri kreatif.
1. GRAFIS’26: Melihat Masa Depan Desain Grafis
Sebagai pameran utama, GRAFIS’26 menampilkan karya 54 studio dan desainer dari berbagai wilayah di Indonesia serta kawasan regional.
Pengunjung dapat melihat bagaimana tipografi, identitas visual, dan sistem grafis diterapkan dalam berbagai medium, termasuk arsitektur, produk, ruang, dan pengalaman kreatif lainnya.
Pameran ini memperlihatkan bahwa desain grafis bukan sekadar persoalan membuat sesuatu terlihat menarik. Di balik karya visual, terdapat proses berpikir, strategi komunikasi, dan eksplorasi yang menentukan bagaimana sebuah gagasan disampaikan kepada publik.
Lokasi: SPAC8, Upper Ground (UG).
2. Museum DGI: Kembali ke Era Y2K Desain Indonesia
Bagi yang ingin memahami perkembangan desain grafis Indonesia, Museum DGI: Y2K Design Era, presented by Indonesia Kaya, membawa pengunjung kembali ke awal 2000-an.
Periode tersebut menjadi salah satu fase menarik dalam perkembangan budaya visual Indonesia, ditandai dengan pertumbuhan internet awal, publikasi independen, budaya distro, serta komunitas desain yang semakin berkembang setelah Reformasi.
Melalui dokumentasi dan arsip visual, pameran ini memperlihatkan bagaimana generasi desainer pada masa itu membangun ruang kreatif dengan pendekatan yang mencerminkan semangat zamannya.
Ada pula program Designer’s Response: A2Z of Y2K, yang menampilkan respons 26 desainer terhadap tema Y2K melalui eksplorasi tipografi. Bagian ini menawarkan perspektif baru tentang bagaimana bahasa visual era tersebut dapat ditafsirkan kembali oleh generasi desainer masa kini.
Lokasi: Melting Pot, Ground Floor (GF).
3. International Exhibition: Menengok Karya Desain Kelas Dunia
ADGI Design Week 2026 juga menghadirkan perspektif internasional melalui pameran yang menampilkan karya pilihan dari D&AD Awards 2026 dan TDC72, kompetisi tahunan yang diselenggarakan oleh Type Directors Club.
Pameran ini turut menampilkan jejak historis TDC Annual, yang mendokumentasikan perkembangan tipografi selama beberapa dekade.
Bagi desainer, mahasiswa, maupun penggemar desain visual, program ini menjadi kesempatan untuk melihat pendekatan kreatif yang mendapat pengakuan internasional sekaligus memahami perkembangan komunikasi visual dan tipografi dalam industri global.
Lokasi: SCBD Lobby.
4. ADGI Design Talks’26: Ruang Bertukar Ide dan Perspektif
Desain yang baik tidak lahir dari kreativitas semata, tetapi juga dari proses belajar, diskusi, dan keberanian mempertanyakan pendekatan yang sudah ada.
Melalui ADGI Design Talks’26, desainer, pendidik, praktisi kreatif, dan pelaku industri dari Indonesia maupun mancanegara bertemu dalam rangkaian keynote, diskusi, dan portfolio review.
Pembahasannya mencakup identitas dan branding, tipografi, motion graphics, desain dalam industri film, serta hubungan desain dengan budaya, musik, dan ekspresi sosial.
Program ini juga menghadirkan kolaborasi bersama Type Directors Club, Thai Graphic Designers Association (ThaiGA), dan Grafis Masa Kini (GMK). Pertemuan tersebut membuka ruang dialog antara komunitas desain Indonesia dan jaringan kreatif internasional.
Lokasi: FLIX Cinema, Lantai 2.
5. The Design Talent dan ADGI Design Market: Dari Ide Menjadi Peluang
Ekosistem desain tidak akan berkembang tanpa regenerasi dan ruang bagi kreator untuk memperkenalkan karyanya.
Melalui The Design Talent, ADGI menghadirkan karya desainer muda dari kampus anggota ADGI. Program ini memberi kesempatan bagi lulusan baru untuk menunjukkan gagasan, karakter visual, dan potensi kreatif mereka kepada publik.
Pertemuan antara talenta muda, studio, brand, dan pendidik juga membuka peluang untuk membangun koneksi dengan industri.
Sementara itu, ADGI Design Market menghadirkan kreator independen dan brand berbasis desain grafis yang menawarkan beragam produk, mulai dari publikasi, karya cetak, dan merchandise hingga benda sehari-hari.
Bagi pengunjung, area ini menjadi tempat untuk menemukan karya kreatif yang unik sekaligus mengenal cerita di balik produk dan kreatornya. Desain pun hadir bukan hanya sebagai sesuatu yang dipajang di galeri, tetapi juga sebagai bagian dari keseharian.
Jadwal ADGI Design Week 2026
ADGI Design Week 2026 berlangsung di ASHTA District 8, SCBD, Jakarta, dengan jadwal sebagai berikut:
- 14 Oktober 2026: Seremoni pembukaan dan private viewing khusus undangan.
- 14–18 Oktober 2026: Pameran dan ADGI Design Market terbuka untuk publik.
- 16–18 Oktober 2026: ADGI Design Talks’26.
- 21–25 Oktober 2026: GRAFIS’26 diperpanjang sebagai bagian dari rangkaian WCCE, dengan pameran ditampilkan di sepanjang koridor ASHTA.
- Hingga 25 Oktober 2026: Museum DGI: Y2K Design Era diperpanjang untuk memberi kesempatan lebih luas kepada publik.
Dengan rangkaian program yang mencakup praktik profesional, eksplorasi visual, sejarah desain, hingga regenerasi kreator, ADGI Design Week 2026 menawarkan lebih dari sekadar pameran karya.
Bagi generasi muda yang hidup di tengah perkembangan industri kreatif dan budaya digital, acara ini menjadi ruang untuk melihat bagaimana ide dapat diterjemahkan menjadi sesuatu yang berdampak. Sebab, ketika desain berani keluar dari batas konvensionalnya, peluang untuk menciptakan perspektif dan pengalaman baru pun semakin terbuka.
ADGI Design Week 2026 mengajak publik untuk melihat desain dari sudut pandang yang lebih luas—bukan hanya tentang bagaimana sesuatu terlihat, tetapi juga bagaimana sebuah gagasan dapat mengubah cara kita memahami dunia.
