Home » Alarm Sehat Graham Elliot
Bagikan

Chef kondang yang juga salah satu juri program kuliner di televisi, MasterChef US, ini menyusutkan bobot tubuhnya demi kesehatannya. Ini rahasianya.

Dari ketiga chef yang menjadi juri MasterChef –Gordon Ramsay, Graham Elliot dan ChristinaTosi– sosok Graham Elliot jelas paling merepresentasikan penampilan seorang juru masak: tambun. Saat menjadi juri ajang lomba masak tersebut, bobot Graham bertinggi sekitar 180 sentimeter, pernah mencapai hingga lebih dari 180 kilogram.  

Sebuah momen di sekolah anaknya, Mylo, membuat dirinya sadar akan kondisinya saat itu.

“Ketika itu saya berkunjung ke kelas anak saya untuk melakukan sesi tanya jawab dengan anak-anak. Tiba-tiba salah seorang bocah mengambil bola sepak dan menyelipkannya di bawah kaosnya. Perutnya seperti membuncit,” kenang Graham.

“Dia lalu menirukan gaya saya dan berbicara di depan kelas. Hai, aku ayahnya Mylo. Lihat, betapa gemuknya saya.”

Saat itu juga Graham sadar ia harus berubah. “Saya bersumpah pada diri saya sendiri bahwa saya tidak kan pernah membuat anak-anak saya malu lagi karena kondisi saya,” kata Graham.   

Lewat campur tangan Vivek Prachand seorang ahli bedah dari University of Chicago Medicine, bobot badan Graham kini turun hingga sekitar 70 kilogram. Pada awalnya, Vivek menyarankan Graham untuk operasi, duodenal switch, sebuah prosedur bedah yang membantu pasien dengan Body Mass Index (BMI) lebih dari 50 untuk membatasi asupan makanannya.  

Namun dr.Prachand akhirnya mengurungkan rencananya tersebut. “Operasi semacam itu bisa mengganggu kapasitas pencernaan Graham dalam memproses lemak. Jadi itu bukan pilihan yang terbaik,”

 Dr. Prachand lalu menganalisa bahwa masalah utama yang dialami Graham adalah intensitas icip-icip prosi kecil yang sering dilakukan. Ia lalu menyarankan Graham untuk menjalani tindakan gastric sleeve. Prosedur operasi ini bertujuan untuk mengurangi ukuran dan bentuk lambung hingga seukuran pisang kecil, tanpa mengganggu proses pencernaan. Operasi itu lalu dijalani Graham pada bulan Juli 2013.

Melihat kembali kondisinya dulu, Graham berkomentar. “Dulu ketika saya stress saya bisa menyantap melahap makanan-makanan manis,” ujarnya. “Tapi saat ini, ukuran perut saya hanya sebesar pisang dan saat ini saya hanya perlu asupan makanan yang memberi saya energi. Saya bisa pilih, kembali menyantap makanan manis-manis dan merasa bersalah setelahnya, atau saya bisa memesan hidangan yang ringan dan lezat seperti sashimi.”

Menurut dr.Prachand, Graham terhitung pasien ideal. Proses penyembuhannya tergolong cepat. Selain itu, kesediaannya untuk rutin berolah raga dan memodifikasi program dietnya pasca operasi tersebut, membuat kemajuan kesehatan Graham menjadi optimal.

Pada bulan Maret 2014, berat badan Graham turun hingga di bawah 115 kilogram. Indeks masa tubuh juga berada di antara angka 27 dan 29. “Itu luar biasa,” kata dr.Prachand. “Ketika indeks masa tubuh Anda turun dari 50 ke 29, itu sangat luar biasa.”

Graham sendiri sangat termotivasi dengan kondisinya yang baru. Ia sangat berkomitmen untuk menjaga kebugarannya. Tekanan darah dan tingkat kolesterolnya kini normal. Ia juga tidak perlu lagi menggunakan alat untuk sleep apnea yang dideritanya. Hebatnya, di pertengahan tahun 2014 lalu, Graham bahkan sempat menyelesaikan lomba lari 10K yang pertama di Chicago. Waktu tempuhnya, 1 jam 16 menit!

Graham sendiri takjub dengan hasil yang dicapainya.

“Saya pikir, saya baru akan melihat hasilnya setelah saya menjalani gaya hidup sehat setelah dua atau tiga tahun. Tapi nyatanya, berat badan saya turun sampai sekitar 30 kilogram di tahun pertama,” kata Graham, yang secara jujur sempat mengalami kekuatiran justru setelah ia berhasil mencapai target.

“Saya sempat gundah apakah saya akan ditendang dari MasterChef? Apakah orang-orang masih akan mengenali saya? Apakah orang-orang tetap akan datang ke restoran saya?” tanya Graham pada dirinya sendiri. Tentu saja, ketakutan sang pemilik Graham Elliot Bistro di Chicago itu tidak terbukti.

“Saya lalu menyadari bahwa meskipun saya harus kehilangan bisnis saya, hal terpenting yang harus saya pertahankan adalah keluarga saya. Dan saya harus selalu sehat untuk mereka,” kata Graham.


DIET ALA GRAHAM ELLIOT


Makan malam

Pilihan Graham untuk makan malam adalah ikan salmon atau daging ayam tanpa lemak dan kulit, serta salad atau sayur-sayuran.

Membatasi
Alih-alih berlebihan atau tidak menyantapnya sama sekali, Graham lebih memilih untuk membatasi konsumsi roti, pasta, soda dan bir.

Kudapan sehat

Keinginannya melahap manis-manis, dialihkannya dengan menyantap buah buahan dan cottage cheese atau apel iris dengan peanut butter.

Asupan protein

Setelah lambungnya kini hanya sebesar pisang, Graham memandang makanan sebagai bahan bakar, dan ia lebih fokus pada asupan protein.

Rasa alami

Graham menyukai rasa alami yang lezat namun murni. Misalnya buah atau sayuran yang sedang musim. Lalu mencampurnya dalam makanan dengan porsi cukup.


Bagikan

Related Articles

Leave a Comment