Tak seperti biasanya, di suatu pagi yang cerah pada hari Senin di awal bulan Januari lalu, David Suharsa, 42, seorang bankir di sebuah bank nasional merasa lemas luar biasa. Seolah ia tak punya tenaga sama sekali, bahkan untuk beranjak dari tempat tidurnya sekali pun. Ia hanya tergeletak lemas di tempat tidur, berpikir mungkin sebagian nyawanya belum kembali seutuhnya, setelah beristirahat seadanya di tempat tidur. Empatpuluh menit berlalu, dan dengan sempoyongan, ia akhirnya berhasil bangun dan beranjak dari tempat tidurnya menuju ke kamar mandi.
Sepanjang perjalanan ke kantor, David memikirkan apa yang terjadi pada dirinya. Ia berkesimpulan hal tersebut muncul akibat pola makan yang tidak teratur dan kurangnya tidur sehari sebelumnya, disaat ia hanya sempat makan dua kali dan tidur lewat pukul 12 malam.
Tapi, keesokan harinya, walaupun pola makan dan jam tidur sudah kembali normal, kondisi ini muncul kembali. David kembali menemukan dirinya terkapar lemas di tempat tidur. Tak punya tenaga untuk beranjak, dan merasa berat untuk bangun. Ketika David berpikir semua itu karena pekerjaan yang terlalu berat, ia dengan cepat menepisnya karena beban kerjanya beberapa minggu terakhir termasuk normal.
David membiarkan kondisi ini hingga beberapa lama. Ia menganggap bahwa rasa lemas saat bangun tidur adalah hal yang wajar bagi pria usia 40-an. Namun rasa lelah yang akhirnya membuat David kehilangan tenaga untuk melakukan aktivitasnya sehari-hari, mendorongnya untuk berkonsultasi ke dokter. Seorang teman merekomendasikan David untuk berkunjung ke dokter langganannya, yang kemudian menyarankan ia untuk melakukan tes kadar vitamin B12. Biarpun merasa aneh, David akhirnya menjalani serangkaian test. Sebelumnya, David secara rutin melakukan general check up, namun belum pernah sekalipun memasukkan test kadar vitamin B12 dalam salah satu pemeriksaan. Dan hasilnya ternyata cukup mengejutkan. Kadar vitamin B12-nya hanya 190 pcg (picogram) per millimeter, sedangkan batas normalnya adalah 200-800 pcg per millimeter.
Apa yang dialami oleh David bisa jadi dialami juga oleh Anda. Lelah, lemas, sulit mengingat secara umum sering dianggap gejala keletihan akibat kerja, kurang tidur atau kurang berolah raga. Jarang ada yang memikirkan tentang vitamin ini. Apalagi, menurut sebuah penelitian di Amerika, 1 dari 1000 orang ditemukan kekurangan vitamin B12. Tapi, risiko kekurangan vitamin B12 ini akan makin bertambah ketika seseorang memasuki usia paruh baya.
Pola makan kita sehari-hari bisa jadi salah satu biang kerok kurangnya asupan penting yang diperlukan oleh tubuh. Ajakan klien atau atasan untuk makan di luar, menyebabkan jenis makanan yang kita makan cenderung tidak bervariasi. Otomatis, segala macam kebutuhan kita akan berbagai vitamin tanpa sadari tidak bisa tercukupi. Masalah terancam kekurangan vitamin juga dialami oleh orang yang tidak suka mengkonsumsi daging (atau vegetarian) dan produk olahan susu, mengkonsumsi obat acid blocking dan penderita diabetes tipe 2 yang harus mengkonsumsi Metformin. Kebanyakan orang mempercayakan multivitamin sederhana dalam memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral dalam tubuh, tanpa tahu lengkap tidaknya kandungan yang terdapat dalam multivitamin tersebut, serta cukup tidaknya menyuplai kebutuhan minimum yang diperlukan tubuh.
Vitamin B12 adalah jenis vitamin paling muda, yang baru diidentifikasikan pada tahun 1948. Vitamin ini berasal dari bakteri, ragi dan merupakan partikel yang sangat kecil di dalam tanah. Tanaman tidak bisa menyimpan vitamin ini, sehingga orang hanya bisa mendapatkan vitamin B12 dari daging merah, hati, unggas, ikan dan produk yang terbuat dari susu. Sebenarnya, kebutuhan vitamin B12 bagi setiap pria berusia matang tidaklah terlalu banyak, paling sedikit cukup 2,4 mcg setiap harinya. Jumlah harian vitamin B12 yang dibutuhkan bisa didapatkan dari 3 ons daging sapi dan vitamin ini bisa disimpan di dalam jaringan lemak untuk jangka waktu yang cukup lama. Alan Pocinki, M.D., seorang ahli internis dan peneliti di Washington D.C, Amerika, berspekulasi bahwa orang yang menderita kekurangan vitamin B12 tidak mempunyai cukup lemak di tubuh sebagai tempat untuk menyimpan cadangan vitamin ini. Bisa juga ada orang mengalami gangguan pada sistem pencernaan, sehingga tidak bisa menyerap dengan baik vitamin B12. Solusi terbaik bagi orang yang seperti ini adalah dengan memberikan suntikan vitamin B12 untuk mencukupi kebutuhan akan vitamin ini. Orang yang vegetarian total juga bisa saja mengalami masalah kekurangan ini, karena vitamin B12 hanya terdapat pada daging, ikan, susu dan aneka olahannya. Vegetarian disarankan untuk mengkonsumsi suplemen yang mengandung vitamin B12 dengan kadar yang cukup untuk menghindari keletihan akut.
Anda biasanya tidak akan terlalu menyadari jika sedang menderita kekurangan vitamin B12. Gejalanya memang kelelahan yang amat sangat, yang bisa disalahartikan hanya sebagai rasa capek biasa. Mungkin kebanyakan kerja, mungkin kurang tidur, atau berbagai mungkin yang lainnya. Tapi jika diperiksa darahnya, bisa jadi kadar vitamin B12-nya sangat kurang.
Biarpun cukup banyak ditemui di masyarakat, beberapa dokter mengatakan mereka lebih mengenal tentang kekurangan vitamin B12 di dalam jurnal daripada di dalam kehidupan sehari-hari. Ketika kedatangan seorang pasien yang terlihat sedikit lesu dan tidak terlalu bersemangat serta mengalami masalah dengan mood, maka sang dokter akan memberikan vitamin B12 sebagai energy booster. Dan hasilnya memang terlihat dengan jelas. Pasien tersebut akan merasa lebih sehat, lebih segar dan memiliki mood yang lebih baik.
Bisa Fatal
Jika rasa lemas dan letih yang berlebihan tidak membuat Anda siaga, mungkin yang ini bisa meningkatkan kewaspadaan Anda akan kekurangan vitamin B12: Kurangnya vitamin B12 disninyalir bisa menyebabkan penyakit Alzheimer dan Dementia, atau berbagai penyakit degeneratif yang berhubungan dengan daya ingat. Biarpun hal ini masih menjadi perdebatan di dunia media, Emilia Achmadi, M.Sc, health couch dari Kehati Community mengatakan, ”Sebenarnya bukan dementia, tapi manifestasi gangguan fungsi syaraf yang hampir sama dari dementia dan Alzheimer,” ungkapnya.
Tapi penjelasan tentang “kemiripan” tersebut tidak serta merta bisa membuat Anda menarik nafas lega. Ada beberapa penyakit lain yang mengincar orang dengan defisiensi vitamin B12 Salah satunya adalah pernicious anemia. Menurut Emiliani adalah, “suatu kondisi yang sangat serius di mana sel darah tidak dapat berkembang secara sempurna. Belum lagi gangguan asma dan kencenderungan lebih mudah terkena depresi. Terutama bagi Anda yang punya kesibukan bekerja di bawah tekanan.” Tak hanya itu, kekurangan vitamin B12 juga dapat mengancam kejantanan Anda: rendahnya angka sperma.
Untuk mewaspadai kekurangan vitamin B12, bisa Anda kenali lewat gejala-gejala umum yang biasanya dirasakan bila seseorang menderita kekurangan vitamin B12. Lemas dan letih adalah di antaranya, namun bila Anda merasakan gejala-gejala ini: paranoid, nafsu makan berkurang, detak jantung bedebar lebih cepat dari biasanya, pusing-pusing, diare, wajah pucat, hingga napas menjadi pendek-pendek, bisa jadi kadar vitamin B12 dalam tubuh Anda berkurang.
Tetap saja vitamin B12 bukanlah kandungan ajaib yang bisa membantu Anda tetap segar ketika sedang diet ketat, atau menyulap Anda menjadi prima setelah semalaman mabuk. Jika ada seseorang yang berkata seperti itu, lupakanlah. Dan jangan merengek meminta suntikan vitamin B12 pada dokter Anda. Irwin H.Rosenberg, seorang professor dan mantan dekan di Friedman School of Nutrition di Tuft University mengatakan bahwa, “Suntikan vitamin B12 tidak ada manfaat apa pun bagi orang yang tidak mengalami defisiensi.” Biarpun tidak ada bahayanya mengkonsumsi vitamin B12 berlebihan,q karena seperti vitamin C, kelebihannya akan terbuang melalui air seni.
Nah. Sebelum menyesal dan terlambat, ada baiknya Anda mempersenjatai diri dengan informasi makanan yang kaya akan vitamin B12. Vitamin yang didapat dari makanan akan lebih baik bagi tubuh Anda (kecuali jika Anda makan dengan porsi raksasa, bisa dipastikan bukan kelebihan vitamin B12 yang jadi masalah Anda). Minumlah suplemen jika dirasa perlu, namun perhatikan kadar vitamin B12 di dalamnya, apakah sudah cukup atau perlu ditambah melalui pola makan Anda. Dengan begitu, Anda akan merasa memiliki energi baru sepanjang hari.
Seperti yang terjadi pada David, setelah melakukan injeksi B12 selama beberapa kali, kemudian dilanjutkan dengan meminum pil suplemen yang dianjurkan oleh dokter selama beberapa minggu, maka kadar vitamin B12 David berangsur normal, sekitar 600 pcg per millimeter. “Kini, saya merasa lebih baik dan lebih segar dalam melakukan aktivitas saya sehari-hari, dan tidak lagi merasakan kelelahan yang luarbiasa saat bangun tidur pada pagi hari,” ujar David.
Perbaiki Asupan B12 Anda
Vitamin B12 bisa didapat dari makanan hewani, susu beserta produk olahannya. Jika Anda menjalankan diet vegetarian, dapat dibantu dengan suplemen yang mengandung B12. Tapi jika Anda termasuk yang mengalami gangguan pencernaan sehingga tidak dapat menyerap vitamin B12 dengan baik, maka jalan satu-satunya adalah melalui suntikan. Berikut ini beberapa makanan yang kaya vitamin B12, yang bisa ditambahkan pada menu harian Anda.
| Makanan | Kandungan vitamin B12 (mcg) |
| 100 gram tempe | 6.3 |
| 3 ons ikan salmon | 4.9 |
| Segelas yoghurt | 1.4 |
| Sebutir telur | 0.6 |
