Kerahkan cara terbaik untuk menghapus kesedihan anak dan memicu semangat hidupnya pasca berkabung.
Tidak hanya diwarnai suka cita, masa kanak-kanak pun dapat tergores dengan peristiwa duka, salah satunya mengenai kematian. Pakar fatherhood dan penulis Power Dads: The Ten Basic Principles Successful Fathers Use to Raise Responsible and Happy Children, Wayne Parker. Anak-anak memroses kematian dengan cara yang berbeda tergantung pada usia dan tingkat kematangan mereka. Balita mungkin tidak memiliki konsep yang jelas tentang hidup dan mati, dan mereka biasanya tidak memahami cara orang dewasa berbicara tentang kematian.
Bagi anak yang pernah menghadapi suasana duka, misalnya pernah melihat hewan peliharaannya mati, akan lebih mudah memahami kematian. Namun, bagi anak yang baru pertama kali merasakan kehilangan orang terkasih, misalnya kakek atau nenek, butuh penguatan dari orangtuanya. Demikian pula, ketika anak berduka karena ayah atau ibunya meninggal dunia. Sosok orangtua tunggal pun diperlukan bagi anak untuk dapat menerima setiap peristiwa yang terjadi. Berikut cara yang bisa Anda lakukan untuk memperkuat anak dalam melalui masa duka.
- Fokus pada kenangan positif
Kehilangan seseorang terkasih bagi anak dapat menimbulkan trauma dan mengacaukan emosinya. Ajaklah anak untuk mengingat kenangan-kenangan positif yang pernah menyenangkan hari-harinya. Jagalah fokus anak pada pikiran positif untuk mengurangi trauma dan memulihkan kesedihannya.
- Pendekatan spiritual
Keimanan yang kuat dapat membantu Anda untuk menjalani hidup lebih kuat. Karena itu, bantu anak untuk memahami bahwa setiap manusia akan kembali kepada pemiliknya, yaitu Tuhan, sehingga akan tetap hidup tetapi tinggal di surga. Berikan pemahaman tentang perbedaan jiwa dan raga manusia. Jelaskan bahwa raga bisa berhenti beraktivitas, tapi jiwa tetap hidup meskipun tidak tinggal di rumah yang sama dengan anak.
- Berikan contoh berkabung yang tepat
Anak-anak akan berkabung dengan cara mereka sendiri. Namun, biasanya mereka akan mencontoh dan terbawa emosi orangtuanya. Sebaiknya Anda menunjukkan sikap yang wajar. Tak perlu menyembunyikan emosi Anda, tapi sebaiknya tempatkan situasi berkabung dalam konteks yang tepat.
- Jawab pertanyaan dengan terbuka
Banyak pertanyaan yang akan muncul di benak anak-anak setelah kehilangan orang terkasihnya. Misalnya, apakah mereka akan juga akan meninggal atau apakah orang-orang yang meninggal akan saling melupakan. Berikanlah jawaban terbaik Anda yang membangkitkan pemikiran positif, bukan membuat mereka semakin terpuruk.
- Tanyakan perasaan dan pikiran anak
Cara anak dalam proses menerima dan melalui suasana berduka akan berbeda-beda. Anak yang mudah mengungkapkan perasaannya akan mempermudah Anda untuk menghiburnya. Namun, anak yang memendam dan menahan kesedihannya perlu Anda bantu untuk dapat mengeluarkan pikiran dan perasaan supaya tidak menjadi beban yang menumpuk di kemudian hari.
