Kemampuan bermusik perlu dibekalkan kepada anak-anak, bukan demi gengsi, tapi untuk meningkatkan tingkat intelegensi.
Melihat seorang anak mampu bermain alat musik dengan baik barangkali menjadi dambaan orang tua manapun. Karena ada banyak keuntungan yang bisa didapatkan seorang anak ketika ia mampu bermain musik dengan baik, apalagi mampu bergabung dengan sebuah tim orkestra.
“Berdasarkan studi yang pernah dirilis, menunjukkan bahwa musik sebenarnya diperlukan untuk pendidikan anak,” kata musisi senior Purwatjaraka, ketika ditemui di sela-sela audisi pemain orchestra, Gita Bahana Nusantara di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Ia setuju bahwa ada banyak keuntungan yang bisa didapatkan seorang anak ketika ia belajar bermain musik hingga mampu bermain musik dengan baik.
“Idealnya, pendidikan musik mulai diberikan kepada anak-anak mulai dari kecil sekitar umur 6 tahun, mungkin kelas satu sekolah dasar.” Purwatjaraka sendiri tidak ingin terjebak subyektivitas tentang pentingnya pendidikan musik untuk anak. “Itu juga harus dikonsultasikan kepada psikolog,” jelasnya.
Carolyn Phillips pencetus ‘Twelve Benefits of Music Education’ dan pernah duduk sebagai Executive Director untuk Norwalk Youth Symphony, pernah menyebutkan sejumlah keuntungan yang bisa diperoleh dari seorang anak lewat pendidikan musik. Berikut ini beberapa di antaranya:
1.Perkembang otak
Pendidikan musik sejak dini yang diberikan pada anak akan membantu perkembangan otaknya. Studi menunjukkan bahwa otak bagian kiri yang memproses kemampuan bahasa akan berkembang semakin baik ketika ditambah dengan pelatihan musik.
2.Berpikir kreatif
Murid yang belajar seni (salah satunya adalah seni musik) akan terbiasa berpikir kreatif dan mampu mencari beragam solusi untuk memecahkan persoalan-persoalan.
3.Mengambil risiko
Pendidikan musik yang lalu menuntut seorang anak untuk tampil di muka umum, membangun kepercayaan diri seorang anak untuk menaklukkan ketakutan dan keraguannya serta berani mengambil resiko.
4.Memiliki empati
Anak yang belajar musik atau suatu budaya cenderung memiliki rasa empati yang tinggi terhadap budaya atau kelompok masyarakat lain. Rasa empati dan kasih ini bisa menekan egonya, sehingga tumbuh sikap toleransi dalam diri anak.
5.Disiplin
Pelatihan musik mendorong anak untuk lebih disiplin dan mampu bekerja dalam tim, terutama ketika ia harus berlatih dalam satu orchestra. Anak akan sadar bahwa ia harus bermain sebaik mungkin agar tercipta harmonisasi.
6.Kerja keras
Kesalahan dalam musik tidak bisa ditolerir. Bunyi instrumen bisa sumbang. Maka anak perlu berlatih tekun untuk bisa menampilkan permainan musik yang harmonis. Lewat pendidikan musik, anak belajar bekerja keras untuk mencapai keberhasilan.
7.Ekspresi diri
Dengan pelatihan musik, anak dibekali dengan olah rasa yang memungkinkannya untuk bisa turut mengekspresikan dirinya. Anak berlatih untuk bisa berinteraksi dengan dirinya sendiri sehingga akan memunculkan rasa percaya diri dari dalam dirinya.
