Kata-kata yang diucapkan oleh pemimpin akan menjadi senjata yang kelak berguna atau justru menyerang balik.
Perbedaan mendasar antara pemimpin yang baik dan tidak bersumber pada dua hal. Pemimpin yang baik berdasarkan rasa percaya, sedangkan yang tidak baik berdasarkan rasa takut. Pemimpin yang baik memahami dirinya sendiri dengan baik.
Menurut Liz Ryan, penulis dan pakar kepemimpinan yang pernah menjabat HR SVP pada Fortune 500, pemimpin yang baik memiliki kepercayaan diri untuk merekrut orang yang dapat mereka percaya. Pemimpin sebaiknya membiarkan karyawan melakukan pekerjaannya. Selain itu, pemimpin yang baik akan mendengar dan belajar dari kritikan yang disampaikan oleh karyawan demi kemajuan perusahaan.
Coba kenali tipe kepemimpinan Anda. Jika kerap melontarkan perkataan-perkataan berikut ini, berarti Anda merupakan pemimpin yang penuh rasa takut.
“Ya, saya memiliki kebijakan. saya harus memiliki kebijakan-kebijakan karena karyawan suka menuntut perusahaan.”
Dengan latar belakang pendidikan kepemimpinan sumber daya manusia, Liz tidak menyetujui perkataan tersebut. Menurutnya, tidak ada perusahaan yang membuat kebijakan atas dasar ketakutannya pada tuntutan seseorang. Pemimpin yang takut menempatkan suatu kebijakan untuk menjaga karyawan tetap patuh dan sejalan. Namun kemudian, ia menerapkan kebijakan yang tidak adil. Itulah alasan karyawan menggugat pemimpin perusahaan.
“Saya tidak membayar Anda untuk berpikir. Lakukan saja yang saya perintahkan.”
Pada dasarnya, meskipun Anda merupakan pemilik perusahaan, Anda tidak membayar karyawan dengan uang pribadi, tapi perusahaanlah yang membayar mereka. Sama halnya, perusahaan jugalah yang membayar Anda. Perusahaan membayar karyawan untuk berpikir. Jika pekerjaan tidak membutuhkan pemikiran individual, Anda akan mengotomatisasi pekerjaan karyawan dan menghilangkan posisi mereka.
“Kedengarannya seperti masalah pribadi.”
Ini adalah pernyataan standard yang diucapkan pemimpin yang tidak baik. Jika Anda mengucapkan kalimat tersebut, berarti Anda tidak ingin menganggap karyawan sebagai manusia, yang juga memiliki urusan dan permasalahan di luar pekerjaan. Jika Anda masih ingin dianggap sebagai manusia, jangan jadikan karyawan Anda sebagai robot.
“Jika Anda tidak menyukai pekerjaan ini, saya akan mencari orang lain yang bersedia.”
Pernyataan ini mengindikasikan bahwa pemimpin memiliki rasa takut yang besar akan kehilangan karyawan. Jika pernyataan ini dilontarkan karena karyawan melakukan sebuah kesalahan kecil, Anda akan membuatnya berpikir bahwa ia akan segera dipecat atau membuatnya segera berburu pekerjaan baru. Jangan pernah merasa terlalu arogan karena karyawan adalah aset berharga Anda.
“Saya yang akan membuat keputusan. Ingat, saya pemimpin Anda!”
Pemimpin tipe ini memegang otoritasnya sendiri. Mereka memiliki pemahaman yang berbeda, bahwa semakin tidak mempercayai karyawan, akan semakin memperbanyak pekerjaan Anda. Karyawan yang tidak pernah dipercaya untuk memegang kewenangan, akan merasa tidak berharga. Akhirnya, mereka sendiri yang akan memilih, tetap di perusahaan Anda atau pindah ke tempat lain dengan pemimpin yang lebih baik.
