Yomi Wardhana, co-founder Indorunners, pada tahun 2007 divonis menderita kebocoran jantung. Divonis begitu, Yomi tentu saja terkejut dan gusar, karena ia terhitung rajin berolah raga dan kerap mengikuti lomba lari marathon. “Saya disarankan dokter untuk berhenti berlari,” kata Yomi yang tidak putus asa dengan kondisinya. Ia lalu menjalani pengobatan secara maksimal dan berkonsultasi dengan dokter spesialis agar kembali sehat dan bisa berolaharaga lari.
Yomi hanya satu kasus pasien dengan penyakit jantung yang ada di sekitar kita. Beruntung, ia cepat mengambil tindakan dengan berkonsultasi dan menjalani pengobatan. Di era sekarang, penyakit jantung terdengar tidak ‘seseram’ di masa lalu, karena teknologi pengobatan terlah berkembang pesat serta memberikan harapan kesembuhan yang lebih besar bagi para penderitanya.
Setelah serangkaian teknik operasi jantung lainnya termasuk kateterisasi jantung, kini ditawarkan prosedur pengobatan dengan bedah minimal invasiv. Mount Elizabeth Hospital di Singapura, memiliki serangkaian pilihan prosedur minimal invasive berbasis kateter, termasuk yang terbaru adalah Transcatheter Aortic Valve Implantation (TAVI).
Menurut Dr.Dinesh Nair dari Mount Elizabeh Hospital, teknik ini bertujuan untuk meminimalkan rasa sakit dan waktu pulih yang lebih cepat. “Prosedur ini hanya dengan melalukan sayatan kecil tanpa perlu membuka rongga dada pasien. Sehingga proses pemulihan pun bisa lebih cepat, tidak memerlukan waktu inap yang lebih lama dan pasien bisa segera beraktivitas,” kata Dr. Dinesh.
Prosedur yang dilakukan adalah dengan membuka sumbatan pada pembuluh darah coroner, sehingga aliran darah menuju jaringan otot jantung bisa dikembalikan pada kondisi normal. Dilakukan anestesi lokal dan jantung tidak berhenti. Prosedur dilakukan dengan menggunakan kateter lewat pembuluh darah di paha atau lengan, menuju ke pembuluh darah koroner di jantung. Lewat pengobatan ini, pasien hanya akan menghabiskan waktu sekitar 3 – 5 hari di unit perawatan intensif di rumah sakit. Teknologi yang mengesankan, bukan? Tapi yang terpenting, Anda tetap harus menjaga kesehatan jantung Anda dengan gaya hidup sehat.
Waspadai gaya hidup Anda, karena satu saja faktor resiko di bawah ini melekat pada Anda, bersiaplah terkena serangan jantung:
Diet buruk- Konsumsi banyak garam dan lemak jenuh meningkatkan resiko penyakit jantung. Apalagi jika Anda kelebihan berat badan dan malas berolah raga.
Merokok – Jangan termakan iklan yang menawarkan rokok sebagai gaya hidup masa kini. Jika Anda merokok, resiko Anda terkena serangan jantung makin tinggi.
Genetik – Yang ini mungkin tidak bisa Anda hindari, tapi dapat Anda cegah dengan pemeriksaan kesehatan rutin, bergaya hidup sehat, hindari stres dan rajin berolah raga.
Stres – Konon sedikit stres bisa memacu produktivitas kerja. Tapi terlalu banyak stres akan sangat mempengaruhi kesehatan jantung Anda.
Usia – Resiko penyakit jantung meningkat seiring bertambahnya usia. Cegah dengan melakukan pemeriksaan rutin, rajin berolah raga dan bergaya hidup sehat.
