Sosok Chris Pratt sudah menebar pesona maskulin dari trilogi Guardians of the Galaxy, trilogi Jurassic World hingga Super Mario Bros!
Dari posisi diremehkan ia berjuang meniti jalan kariernya setapak demi setapak tanpa ada niat untuk berhenti. Sekarang, ayah satu anak ini sukses sebagai pahlawan di galaksi antah-berantah dan galaksi para dinosaurus.
“Dor!” sebuah suara desingan peluru memecah suasana arena menembak di sebuah pojokan sunyi Los Angeles. Peluru tersebut menghantam lempung merpati sebagai umpan peluru. Fiuh! Untunglah bukan korban nyawa.
Bunyi ‘Dor!’ tadi seolah-olah mengingatkan pada karier sang penembak lempung merpati, Chris Pratt, dimana sosoknya tiba-tiba muncul dan mengagetkan publik apalagi kalau bukan dengan perannya sebagai karakter utama Star-Lord dalam Guardians of the Galaxy, gelaran Marvel yang tuntas di Vol.3.
Kesuksesan Guardians juga seperti bunyi ‘dor’, mengingat tak pernah ada yang menyangka sebelumnya kalau film fantasi dari komik sekelompok makhluk luar angkasa yang dipimpin manusia tersebut bisa melontar sukses ke seluruh penjuru jagad Bumi.
Ya, nama Chris Pratt sendiri seperti ‘dor’ yang mengagetkan. Tak ada yang mengingat sosoknya selain akting kocaknya sebagai Andy Dwyer dalam serial sitkom berusia tujuh musim, Parks and Recreation.
Tadinya peran tersebut hanyalah peran selintas lalu, tapi ternyata justru disukai para produser sehingga Andy menjadi kasting regular.
Selebihnya?
Siapa yang bisa mengingat tampilan pria brengsek penyalip pasangan sahabatnya sendiri (dalam film aksi gila-gilaan, Wanted) ini. Lalu ia sempat tampil sebagai pemain baseball melankolis sekaligus seorang ayah dalam drama Oscar, Moneyball, dan tampil sebagai serdadu Navy SEAL dalam (lagi-lagi drama Oscar), Zero Dark Thirty.
Penolakan demi penolakan
Sederet perannya tersebut belum mendaratkan kariernya sebagai aktor utama, tapi terbilang sebagai jembatan ke area atas peran-peran utama. Toh, pada saat itu Chris tak tahu kalau ia akan sampai ke area tersebut. Maklum, ia sempat ditolak sebagai Kapten James T. Kirk (Star Trek) dan Jake Sully (Avatar).
Chris menanggap kegagalan tersebut dengan rendah hati.
“Mereka (para produser) bilang kalau mereka ingin seseorang yang punya ‘sesuatu’ alias ‘it factor’. Dan ya, begitu saya masuk ke ruangan audisi, saya sudah tahu kalau saya tak punya ‘sesuatu’ itu. Setelah melangkah keluar pun saya makin sadar kalau saya memang tak akan pernah punya ‘sesuatu’ itu,” ujarnya terus-terang.
Sekali lagi itu proses yang memang terasa pahit untuk Chris, tapi dirinya tetap berani menjalaninya meski sudah tahu ia sendiri tak akan berhasil. Dengan kata lain: ia berani menantang dirinya sendiri!
Chris adalah aktor yang otentik. Ia tak perlu menyemat berbagai pencitraan diri agar figurnya terlihat gemilang bak selebriti aktor. Ini sederet keotentikan dirinya.
Berangkat dari Kesederhanaan
Era glamor aktor papan atas sudah lewat. Demikian opini sebuah media gaya hidup Negeri Paman Sam. Begitu Chris muncul, figurnya makin menegaskan opini tersebut. Aktor utama yang bermunculan beberapa dekade terakhir bukanlah mereka yang suka tampil wah dan luks.
Tunggangan Chris hanyalah sebuah Ford F-150 Raptor pick-up, bukan mobil sport dengan warna desain hebat. Tapi Chris tak berkeberatan mentraktir Anda suatu ketika sedang menghabiskan waktu senggang bersamanya, seperti momen menembak tadi.
Dengan cueknya pria kelahiran 21 Juni, 36 tahun lalu ini, akan membayar semua belanjaan kelontong Anda. Entah itu hanya sekadar jalapeno dan krim keju. Oh ya, dua item makanan tersebut bisa diolah Chris jadi pelengkap menu daging panggang merpati hasil buruannya. Yes, Chris bisa memasak semua daging binatang buruannya!
Hobi Alami
Menembak memang jadi salah satu hobinya. Semua itu berawal dari masa kecil Chris bersama sang ayah yang bekerja di pertambangan emas di Alaska. “Kami tiga bersaudara sempat bersama ayah di sana, sampai akhirnya ayah memutuskan suasana di sana terlalu berbahaya buat kami semua yang masih kecil karena banyaknya beruang,” kenang Chris.
Dari Alaska lah Chris mengenal senjata seperti senapan angin. Saking sukanya dengan senapan, pria bermata kecil ini mengoleksinya dan menyimpan di rumahnya di Washington. Itu mengingat ada beberapa senjata api tak dilegalkan di California.
Anjing hutan selalu jadi target senapan Chris, meski dirinya memang suka juga berburu burung-burung merpati – sehingga tak heran kalau lemari pendinginnya menyimpan stok dagingnya tersebut. “… tapi Anna (sang istri) tak suka kalau saya memburu anjing hutan. Ia berpendapat, saya tidak akan memakan dagingnya. Well, anjing hutan memang brengsek, mereka akan memburu anjing peliharaan Anda di rumah!”
Olahraga Alami
Jelas tidak. “Semua orang tentunya harus tahu, begitu printilan ‘bintang film berpenampilan atletis’ ini selesai, saya akan kembali lagi jadi pria gendut!” ujar Chris sembari tersenyum.
Olahraga memang jadi momok utama Chris. Dirinya sempat tertantang untuk tak jadi chubby, setelah kasting Guardians of the Galaxy. Mengenai hal itu, semua pria tahu kalau Chris sempat memamerkan perut kotak-kotaknya di gym via akun media sosialnya sendiri, sebelum akhirnya terkenal hebat dengan peran Star-Lord-nya itu.
Belakangan pria yang baru saja tampil sebagai penjinak dinosaurus dalam Jurassic World ini makin gemar menjaga stamina tubuhnya. Chris giat berlatih menghadapi triathlon yang mengharuskannya berenang, bersepeda, dan berlari sejauh bermil jauhnya.
Tentang itu pria yang aslinya suka guyon ini sempat mencandai,”Saya bermimpi, muncul di garis start tanpa sepatu sepeda dan sepatu lari, tapi hanya memakai skinny jeans. Hahaha!” Itulah Chris. Santai, tak terlihat jaga penampilan layaknya aktor-aktor Hollywood lain.
Chris pun dengan cueknya berlatih renang di kolam renang umum Santa Monica, seminggu sebelum triathlon tadi dimulai. Disitulah ia melatih ‘spotting’, salah satu cara para triathletes mengangkat kepala mereka dari air untuk melihat apakah mereka masih berada di jalur renang atau tidak. “Saya memang bisa berenang sedari dulu, tapi latihan yang ini membuat saya bisa masuk ke titik teknik renang yang lebih maksimal,”jelasnya. Teknik renang gaya bebas Chris memang terlihat makin tenang, terkendali sekaligus kuat!
Sebagai Owen Grady dalam Jurassic tadi, Chris memang tetap terlihat fit. Untuk itu,” … Senang rasanya melihat banyak orang termotivasi dengan perubahan tubuh ini,” ujar Chris lega.
“Saya suka dengan keuntungan dari berolahraga, apalagi saya sudah memiliki anak sekarang. Dengan olahraga, Anda bisa menambahkan hidup jadi lebih panjang 20 hingga 30 tahun ke depan.” Excellent!
Insight Teknik Akting
Kesannya terlalu berlebihan, tetapi pria kelahiran Virginia, Minnesota, ini punya teknik berakting sendiri. Padahal, hey, dirinya bukanlah aktor yang selalu dihadapkan pada karakter peran dalam drama-drama berat sekelas Oscar. Hmmm … Mungkin belum.
Sama dengan kegagalan dirinya mendapatkan peran-peran di awal kariernya, Chris mungkin sedang dalam tahap mempersiapkan dirinya sebelum masuk area film-film drama kelas berat yang akan menuntunnya meraih nominasi (atau malah bisa menggaet) Oscar!
Jika diperhatikan dengan detail, meski bermain dalam karakter konyol Star-Lord dalam Guardians, Chris tampil dalam feel berbeda saat beraksi sebagai Owen Grady, penakluk Velociraptor.
Sebagai Star-Lord, dirinya kelihatan begitu konyol dan santai layaknya anak kuliahan yang tengah menikmati wahana demi wahana Disneyland sembari menikmati iPod-nya.
Sedangkan Owen Grady membuatnya terasa seperti pawang senior kebun dinosaurus yang mantap dan dewasa. Teknik akting?
Chris memperlakukan tiap-tiap perannya dengan semangat ‘setan pun peduli dengan akting’. Ekstrim? Bisa jadi. Dan itu sudah dilakukannya sejak berperan sebagai pengacara gagal dalam Delivery Man yang diperan-utamai Vince Vaughn.
Chris memakai warna oranye sebagai pemicunya. “Warna bisa memengaruhi. Oranye terang saya pakai sebagai pengingat kalau ibu Brett (karakter Chris) tak memercayai Brett dan lebih menganggap Brett sebagai pria gagal,” jelasnya.
Di lokasi shooting, Chris menaruh banyak kertas post-it oranye sebagai pemicu emosinya. “Itu menarik perhatian saya dan memengaruhi emosi bawah sadar saya.”
Di lain kesempatan, Chris mengompilasi sederet musik yang berkategori ‘Love’, ‘Sadness’, ‘Wonderment’, ‘Action’ dan kategori misterius ‘Volume Five’. Semuanya dipercaya Chris sebagai pembangkit emosi aktingnya.
James Gunn, sutradara Guardians of the Galaxy, yang sudah tahu metode-metode akting tersebut sampai dibuatnya kesal dan bilang,”Kamu selalu punya cara-cara baru, tolong hentikan.”
Walaupun keberatan, James mengakui,”Chris adalah pria yang penuh dengan pemahaman baru. Dirinya selalu punya insight-insight besar – dia selalu punya ide-ide baru setiap hari.
SSST!
Sekolah Kecepatan Bugar Ala Chris Pratt
Chris sadar kalau segala sesuatunya butuh keseimbangan. Termasuk keseimbangan menikmati masakan sang istri (baca: jadi ‘pembersih’ menu masakan sang istri) dan keseimbangan memiliki kebugaran tubuh maksimal. Tentu saja ini bisa jadi inspirasi hidup sehat dimana Anda tetap bisa makan makanan enak tapi ditingkahi dengan berolahraga. Aktifitas olahraga menjelang triathlon dari Chris ini jadi contohnya:
Gym
Chris membiarkan dirinya mengangkat barbel dua kali seminggu secara intens. Ia melatih kekuatan dirinya juga dengan 60 kali push-up, 60 kali squat, dan 60 kali sit-up! Saat relaks, ia melakukan yoga.
Berenang
Aktor yang sedang shooting The Magnificent Seven ini rela dirinya bermain-main dengan air di kolam renang, memicu dirinya sebanyak tiga kali seminggu dalam kurun waktu tiga bulan. Ia melatih gerakan tangannya dan kecepatannya mengayuh sejauh berkilo-kilo meter.
Bersepeda
Ia mengayuh sepeda sebanyak tiga kali seminggu dan mengombinasikannya dengan mengayuh sepeda di gym. Tak lupa, Chris sesekali berlatih panjat tebing pula!
Lari
Dengan semangatnya, Chris berlari sebanyak tiga hingga empat kali seminggu dalam kurun waktu satu hingga dua jam. Ia juga sesekali berlari dengan menaiki tanjakan atau lari naik ke atas bukit yang terjal. Wah …
