Sepintas, hampir tidak ada persamaan antara George W. Bush dan Barack Obama. Tapi, nyatanya, presiden Amerika Serikat ke-43 dan ke-44 itu adalah dua orang pemimpin AS terbugar. Entah karena trend atau cuma kebetulan belaka, tapi kenyataan ini menjadi bukti kuat bahwa olahraga secara teratur telah membentuk karakter pria sukses. Presiden Bush secara rutin berlatih angkat beban, lari marathon, dan memiliki denyut jantung rata-rata saat istirahat hanya 43/menit (bahkan lebih rendah daripada seorang atlet kawakan). Pasti Anda juga tahu bagaimana kisah hidup Obama: ia dulu adalah seorang remaja gembul yang berubah jadi langsing saat bergabung dengan tim bola basket SMA-nya, bahkan mendapat julukan Barry O’Bomber karena tembakannya yang jitu. Anda juga sudah lihat kan, sebelum melakukan pidato penting, Obama melakukan pull-up, mengangkat tubuhnya yang 185cm dan 90 kg sambil berpegangan pada palang besi. Anda tahu juga kalau ia percaya bahwa, bermain hoola hops di hari pemungutan suara memberi keberuntungan padanya. Kebugaran adalah salah satu kekuatannya. “Membuat pikiran jernih dan menghilangkan stres adalah alasan utama saya berolahraga,” kata presiden Obama dalam wawancara eksklusif dengan Best Life. “Olahraga adalah cara yang bagus untuk membuat pikiran tetap fokus.” Berikut adalah tip bagaimana seorang pemimpin yang menggambarkan dirinya sendiri “kurus tapi kuat” ini, tetap bugar.
Jadikan olahraga sebagai kebiasaan
Enam kali dalam seminggu, Presiden Obama berolahraga pagi-pagi sekali. “Saya lebih sering berolahraga sebelum memulai kegiatan sehari-hari, “katanya. “Biasanya saya berolahraga selama 45 menit.”
Riset menunjukkan bahwa Anda akan lebih mudah mencapai target kebugaran bila menjadikan olahraga sebagai kegiatan rutin, jelas Chris Jordan, kepala bidang kebugaran di Human Performance Institure, pusat pelatihan eksekutif di Florida. “Anda mau berolahraga pagi, siang, atau malam, tidak masalah. Yang penting sesuai untuk Anda dan dilakukan secara konsisten,” kata Jordan. Ia juga bilang, manfaat olahraga tidak hanya pada fisik, tapi juga membuat Anda merasa bertenaga, membangkitkan mood, dan memicu kewaspadaan.
Variasikan rutinitas
Meski presiden Obama terkenal penggemar berolahraga basket, namun ia lebih banyak berolahraga di dalam gym. “Jika saya latihan angkat beban hari ini, besok saya latihan kardio,“ katanya. “Saya cuma punya waktu sedikit untuk berolahraga sekarang dan saya tidak mau membuang-buang waktu. Saya harus berolahraga secara efisien.” Pada hari latihan beban, biasanya ia melatih seluruh otot-otot tubuh, dengan menggunakan berbagai alat dan beban. Pada hari latihan kardio, ia berlari di treadmill atau menggenjot pedal sepeda stasioner. “Ia memiliki tubuh atletis yang ramping dan hanya terdapat sedikit lemak, yang dilakukannya benar, tapi tak ada salahnya juga kalau menambahkan latihan di rowing machine. Ini adalah cara yang super efektif untuk membentuk tubuh bagian atas,” kata Jordan. (Michelle Obama mungkin tidak akan menolak tip Jordan ini.)

Cari kesenangan
Selama masa kampanye, setiap hari pemungutan suara di beberapa negara bagian penting (kecuali di New Hamshire, di mana ia kalah), Presiden Obama bermain basket untuk melepas stres. Tentu saja tidak semua orang harus bermain basket, tapi menurut Jordan, menciptakan ritual olahraga, misalnya lari di bukit yang curam, berenang sejauh-jauhnya, atau berlatih dua kali lebih berat, sebelum menghadiri rapat penting dapat membantu meningkatkan performa Anda. Penelitian terbaru membuktikan kalau cara ini bukan sekadar mitos: Olahraga berat membuat pikiran lebih tajam dan fokus, juga meningkatkan kemampuan untuk mengambil keputusan penting. Demikian menurut riset yang dilakukan oleh Arthur F. Kramer, Ph.D., dosen psikologi di Universitas Illinois.
Cari teman
Untungnya, presiden Obama teman berlatih pribadi bernama Reggie Love. Love adalah mantan pemain American football yang bertugas sebagai wide receiver (posisi penjaga belakang) dan pemain basket di Universitas Duke, ia selalu menemani Presiden Obama berolahraga di mana pun, termasuk di gym dimana ia bertugas sebagai teman latihan. Selama berlatih Obama mendengarkan iPod dan ia sangat berterimakasih pada Love yang telah mengenalkannya pada musik Jay-Z. Menurut berbagai penelitian, orang yang berlatih bersama teman, pasangan, atau kelompok, punya peluang berhasil yang lebih besar dalam mencapai target latihan.
Lawan kelemahanmu
Presiden Obama selalu teringat cedera yang dialami presiden Al Gore, dimana tendon achilles-nya (otot tendon pada bagian belakang tungkai bawah), robek saat bermain basket. “Achilles saya sedikit lelah dan nyeri, makanya sebelum main basket saya minum ibuprofen. Saya juga meregangkannya dan melakukan latihan untuk membuatnya lebih kuat,” katanya. Nicholas DiNubila, MD, penulis buku FrameWork, mengatakan, Presiden Obama harus berhati-hati karena tendon menjadi lebih rentan saat pria mencapai usia pertengahan empatpuluhan. Ia merekomendasikan siapa pun untuk melakukan peregangan betis dan latihan untuk menguatkan betis setiap hari. ”Sebelum bermain basket, Presiden Obama sebaiknya jogging sebagai pemanasan, lalu lakukan peregangan statis dan dinamis.” Dengan tip ini, diharap Obama –dan Anda, tentunya– siap membuat pencerahan.
