Home » Ingin Dapat Promosi Di Kantor? Baca Ini!

Ingin Dapat Promosi Di Kantor? Baca Ini!

Bagikan

Perjalanan karier Anda seperti jalan di tempat? Mungkin ada sebab-sebab tersembunyi sehingga Anda tidak kunjung mendapatkan promosi.

Berikut ini adalah daftar orang-orang yang akan terkesan jika Anda mendapatkan promosi: bankir Anda (yang otomatis akan menjadi “penasihat keuangan” setelah pendapatan Anda melonjak); ibu Anda (karena ia butuh bahan cerita yang bisa dibanggakannya dalam arisan RT); istri Anda (ia akan memanggil Anda, “Sayang!”  dengan mesra dan kemudian melepaskan celana Anda); ibu mertua Anda (yang dengan basa-basi berkata, “Aku selalu yakin kamu memang mampu,” padahal sebelumnya hanya memandang sebelah mata); dan kawan-kawan Anda (yang kana memuji, “Wow! Hebat, kawan!” lalu mengundang Anda bergabung ke club golf mereka). Anda sungguh-sungguh mendambakan promosi ini, bukan? Satu-satunya hal yang menyebalkan adalah kenyataan, bahwa tidak seorang pun akan merasa terkesan sampai Anda benar-benar mendapatkan promosi itu.

            “Walaupun bervariasi di setiap perusahaan, kebanyakan karyawan muda di perusahaan berkembang boleh berharap untuk mendapat promosi kurang lebih setiap dua tahun sekali,” kata Michael Mercer, Ph.D., psikolog industri dan pengarang buku How Winners Do It: High Impact People Skills for Your Career Success. Setiap penundaan yang cukup lama dari jadwal dua tahunan ini (Anda berumur 39 tahun dan Anda tahu pasti bagaimana cara membetulkan mesin fotokopi apabila ada kertas yang tersangkut di dalamnya) menandakan berakhirnya perjalanan karier Anda.

            Dengan bantuan para ahli yang berpengalaman dalam bidang karier, kami berhasil menemukan sebab-sebab mengapa para karyawan yang potensial seringkali gagal di tengah jalan sebelum mereka mampu duduk dalam ruang pimpinan di sudut kantor itu.

Anda berpakaian seperti paman Anda.

Jika Anda adalah salah satu dari sekian banyak orang yang menganggap bahwa mereka hanya akan dinilai dari kemampuan kerja mereka, segera ubah pandangan yang keliru  itu. Tidak ada seorang atasan pun, yang memiliki akal sehat, akan mempromosikan karyawannya yang berpakaian seperti kurir atau pengantar makanan, kata Neal Lenarsky, yang pernah menjabat sebagai presiden Strategic Transitions, Inc., sebuah lembaga pelatihan eksekutif dan manajemen karier di Los Angeles. “Anda harus berpakaian dengan pantas,” kata Lenarsky. “Belajarlah dari atasan Anda dan orang-orang lain yang berada satu tingkat di atas Anda dalam menentukan bagaimana sebaiknya Anda berpakaian. Tidak harus meniru persis cara mereka berpakaian, tapi setidaknya masih sebanding.”

            Ini artinya Anda harus meningkatkan kualitas berpakaian Anda satu atau dua tingkat, namun Anda juga harus mengimbangi, apabila atasan Anda berpakaian casual. “Berpakaian terlalu rapi mempunyai efek yang sama buruknya dengan berpakaian kurang pantas,” kata Lenarsky.

Anda tampak seperti seorang penjilat.

Tidak seorang pun yang suka pada penjilat, yang berarti sangat sulit menjadi pakar dalam menyenangkan atasan Anda. “Anda dapat saja menyanjung atasan Anda, tapi jangan lakukan terlalu sering,” kata Alan R. Schonberg, penulis buku 169 Ways to Score Points with Your Boss dan pemimpin Management Recruiters International, Inc., sebuah perusahaan pencari tenaga eksekutif yang berbasis di Cleveland. “Jika Anda terlalu sering memberikan pujian, kata-kata Anda malah akan terdengar palsu.”

            Hal lain yang harus diwaspadai adalah menjilat di waktu dan tempat yang salah. Secara berlebihan memuji atasan Anda di depan sejumlah besar rekan kerja akan membuat Anda dicap sebagai seorang penjilat, kata Lenarsky. Lontarkan pujian Anda dengan halus. Pujian Anda tidak akan terdengar menyebalkan jika atasan Anda memang benar-benar pantas dipuji karena prestasinya yang mencolok, tambahnya lagi, tapi sampaikan pujian Anda secara pribadi, jangan melalui ‘pengeras suara’ sehingga semua orang terpaksa mendengarnya.

Gagasan-gagasan brilian Anda menguap.

Versi skenario yang sangat pendek: Anda mempunyai gagasan yang hebat. Anda memberitahukannya pada atasan Anda. Dan cerita pun selesai.

            Inti cerita ini adalah bahwa Anda tidak dapat hanya menyampaikan gagasan hebat itu pada atasan dan berharap bahwa Anda akan otomatis dipuji oleh semua orang di perusahaan. Bagi karyawan pemula, kata Mercer, atasan Anda dapat dengan mudah mencuri gagasan Anda tersebut. “Tapi sekalipun tidak,” tambah Mercer, “Anda perlu juga mengesankan para eksekutif lain di sekitar atasan Anda jika ingin jabatan Anda segera naik.” Tapi, jangan mengirim memo langsung pada orang-orang berpengaruh di perusahaan, karena cara ini akan membuat Anda tampak seperti seorang penjilat (lihat point di atas) dan menyepelekan atasan Anda. Jadi inilah strategi Mercer: “Katakan pada atasan Anda mengenai gagasan tersebut, dan kemudian tindaklanjuti dengan memberikan salinangagasan tersebut pada orang lain yang menurut Anda akan terlibat dalam pelaksanaan gagasan ini, seperti technical support atau manajer departemen yang akan bekerja sama dengan Anda.” Karena nama Anda tertulis di memo yang Anda berikan, akan jelas bagi orang lain bahwa ide tersebut adalah milik Anda.

Anda seseorang yang tidak tampak.

Anda pasti sering mendengar saran agar Anda harus menjadi “Humas bagi diri Anda sendiri,” tapi apa sih maksud sesungguhnya? Yah, bukan berarti Anda harus menyombongkan diri di setiap kesempatan. “Jika cara ini yang Anda lakukan, dalam sekejap Anda akan memperoleh banyak musuh sehingga Anda terpaksa keluar dari perusahaan,” kata Lenarsky. Kuncinya adalah dengan menjadi orang yang menonjol dalam organisasi tapi, sekali lagi, dengan cara yang halus. Jika Anda sedang mengerjakan proyek yang besar, ajukan diri Anda untuk melakukan presentasi proyek tersebut, atau mengadakan pertemuan di mana Anda menguraikan kemajuan proyek itu di hadapan para petinggi perusahaan, saran Mercer.

            Bergaul dengan seorang mentor yang tingkatannya beberapa level di atas Anda juga merupakan cara yang baik untuk menonjolkan diri, kata Lenarsy. Bagaimana Anda dapat menemukan mentor itu? Carilah orang-orang yang sukses dan disukai, dan coba minta pertolongannya. Anda akan kaget melihat betapa orang dengan senang hati mau membantu, jika Anda mengatakan bahwa Anda ingin belajar dari mereka. Jika proyek yang Anda pimpin atau terlibat di dalamnya berjalan sukses, ajaklah mentor Anda makan di luar atau sekedar minum-minum untuk merayakan keberhasilan Anda. Dengan cara ini ia akan mengetahui keberhasilan terbaru Anda. Hal ini secara otomatis akan melicinkan karier Anda.

Satu-satunya permainan yang Anda mainkan hanyalah game komputer.

Kami tidak sedang membicarakan manuver-manuver politik ala paslon, tapi beberapa permainan cukup penting untuk meningkatkan karier Anda, dan para ahli pun setuju dengan cara ini. “Aturan dari setiap permainan bervariasi di masing-masing organisasi,” kata Lenarsky. “Tapi cara mudah untuk memahami aturan yang berlaku di perusahaan Anda adalah dengan mengikuti kebiasaan karyawan yang baru saja dipromosikan.” Kuncinya mungkin saja berupa gagasan-gagasan yang radikal, bekerja 19 jam sehari, atau membuat sistem lembur yang hemat energi. Tidak masalah: Cara yang terbukti manjur bisa saja manjur untuk kedua kalinya,  kata Lenarsky.

            Bagian penting lainnya dari permainan ini adalah dengan mengambil peran dalam kegiatan-kegiatan perusahaan yang secara simbolis memiliki arti penting, walaupun sebenarnya tidak penting. Lihatlah misi perusahaan Anda, misalnya. Walaupun kalimat ini tersusun dengan kata-kata muluk seperti “memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan dan menjadi penghasil sosis terbaik di Bogor,” tapi kalimat ini memberi efek yang sama pentingnya terhadap kinerja perusahaan sehari-hari. Namun, jika Anda mendapatkan kesempatan untuk berperan dalam menyusun atau mengubah misi perusahaan Anda, jangan lewatkan kesempatan ini, kata Schonberg. Hal ini akan membuat Anda seirama dengan kepentingan atasan Anda dan sekaligus memberi Anda kesempatan untuk kenal dekat dengan beberapa pimpinan penting perusahaan.

Anda bekerja untuk Setan, Pangeran Kegelapan dan V.P. Marketing

Kadang-kadang Anda tidak kunjung mendapat promosi hanya karena alasan yang cukup sederhana: Atasan Anda adalah seorang bajingan. “Memang ada atasan-atasan yang mempunyai prinsip kerja, ‘Aku tidak akan mempromosikan bawahanku,’” kata Lenarsky. Taktik terburuk yang bisa Anda lakukan terhadap atasan model ini adalah melawannya atau berdebat dengannya di depan umum. “Cara ini hanya akan membuatnya bertekad untuk lebih menekan karier Anda.” Mengemukakan pendapat Anda secara pribadi dan menjadi tipe karyawan yang sesuai dengan keinginannya mungkin dapat memperbaiki keadaan, tapi cara ini pun belum tentu mempan.

            Idealnya, Anda dapat menerka ciri-ciri atasan model ini di saat proses wawancara berlangsung, sehingga Anda dapat memutuskan untuk mencari pekerjaan lain sebelum telanjur terjebak. Tentu saja, hal yang ideal ini jarang sekali eterjadi. “Tapi jika Anda sudah bekerja selama dua tahun dan perilaku atasan Anda menjadi faktor utama mandeknya karier Anda, sebaiknya Anda bertanya dalam hati apakah keadaan itu memang sesuai keinginan Anda,” kata Lenarsky. Jika Anda tidak tahan lagi dengan atasan Anda, usahakan pindah departemen di dalam perusahaan Anda, sarannya. Dan jika perusahaan Anda justru mendorong munculnya sifat-sifat manajer seperti ini, bekerjalah di perusahaan lain.

Anda bekerja di perusahaan yang salah.

Jika Anda berada di industri yang salah, kesempatan Anda untuk mendapatkan kenaikan gaji dalam waktu singkat tidaklah besar. Tidak ada uang dan tenaga yang cukup banyak di perusahaan seperti ini untuk meningkatkan karier seseorang. Jadi tengoklah perusahaan teknologi lain yang berhubungan dengan komputer, telekomunikasi, consumer-product, hiburan, dan industri kabel, yang berkembang begitu pesatnya sehingga tersedia banyak untuk posisi eksekutif. Bukan berarti Anda harus melepaskan pekerjaan Anda saat ini dan menjalani karier menjual sambal lewat market place. Tapi melamar ke perusahaan lain atau pindah ke departemen yang sedang berkembang, akan meningkatkan kesempatan Anda mendapatkan promosi, kata Lenarsky.

Anda tidak pernah benar-benar bertanya.

Kerja keras dan inner beauty memang dapat membuat Anda memperoleh pujian dari kekasih Anda dan pemandu acara talk show, tapi para ahli kami berpendapat bahwa hal ini tidak cukup untuk mendapatkan perhatian orang-orang penting di perusahaan. Anda harus berani mempertanyakan promosi Anda. “Jika Anda tidak menanyakannya, atasan Anda mungkin akan berpikir Anda tidak menginginkan tanggung jawab yang lebih besar, atau ia malah tidak memperhitungkan Anda sama sekali,” kata Lenarsky.

            Pemilihan waktu yang tepat sangatlah penting untuk menanyakan hal ini, katanya: Anda harus yakin bahwa Anda tidak bertanya terlalu cepat. “Cari tahu  kebiasaan yang berlangsung di perusahaan Anda,” kata Lenarsky. “Bisa jadi Anda mengharapkan promosi 18 bulan terlalu cepat dari yang biasanya terjadi, sehingga Anda terkesan buruk di mata atasan.” Jika Anda telah yakin bahwa Anda tidak terburu-buru, sebaiknya Anda menanyakan hal ini  segera setelah Anda menyelesaikan suatu proyek dengan sukses. “Tentu saja, Anda juga harus mempunyai daftar keberhasilan-keberhasilan kerja Anda yang lain,” katanya. “Tapi setelah berhasil menyelesaikan pekerjaan penting, nilai Anda di mata perusahaan akan meroket secara otomatis. Dan itulah saat yang tepat.”


Bagikan

Related Articles

Leave a Comment