Home » Ingin Tubuh Kuat dan Ramping? Latih Otak Anda!

Ingin Tubuh Kuat dan Ramping? Latih Otak Anda!

Bagikan

Di awal tahun ini, para ahli di Afrika Selatan menemukan sesuatu yang tak lazim mengenai fatigue (kelelahan):  bahwa masalah ini sebenarnya bukan disebabkan oleh otot. Bahkan, rasa terbakar yang Anda rasakan pada paha Anda saat hampir sampai di garis finish lari 10 km atau pada otot dada Anda ketika melakukan gerakan terakhir di bench press sebenarnya berasal dari otak, menurut para ilmuwan yang melakukan biopsi pada sejumlah atlit maraton yang kelelahan. Studi menunjukkan ditemukannya banyak glikogen (bahan bakar utama untuk tubuh) dan ATP (sejenis kimia yang menyimpan energi) pada otot para pelari tersebut. Kesimpulannya:  Kelelahan terjadi bukan pada saat otot kehilangan bahan bakar namun karena otak memerintahkan otot untuk menyimpan energi.

“Ini adalah semacam mekanisme bertahan hidup,” ujar Timothy Noakes, MD, pemimpin studi dan dosen exercise and sports science pada University of Cape Town.  Manusia primitif bisa dikatakan adalah atlit pemilik ketahanan fisik yang prima, dan tubuh mereka membutuhkan cadangan tenaga jika sewaktu-waktu harus menghadapi macan yang siap menerkam ataupun mammoth yang sedang marah. Tentu saja kini berbeda, namun pada dasarnya tempat menyimpan cadangan energi di dalam tubuh kita masih sama, dan jika suatu saat Anda harus memakainya, Anda bisa menggunakannya untuk segala aktivitas mulai dari pemanasan hingga ke sesi cardio.  Begini caranya:

Rencanakan kegiatan Anda

Sebuah studi terbaru dalam British Journal of Sports Medicine menemukan bahwa otak memiliki pusat yang mengatur segala kegiatan berdasarkan jarak dan usaha yang telah diperkirakan. “Itulah mengapa rute jalan yang belum pernah dilewati kelihatannya lebih jauh,” ucap Alan St. Clair Gibson, Ph.D., ketua sports science di Northumbria University, Inggris. “Jika otak Anda tidak tahu berapa banyak tenaga yang akan Anda butuhkan untuk berlatih, akibatnya tubuh jadi cepat lelah.”  Lakukan latihan interval (misal: secara bergantian lakukan dua menit lari cepat dan dua menit jogging) untuk menghindari brain block. Dengan latihan 20 menit setiap minggu akan mengajarkan pada otak Anda bahwa lari lebih cepat dari yang Anda lakukan sekarang tidak akan menyakiti tubuh Anda.

Berkeringat namun tetap tersenyum

Melalui sikap positif yang Anda keluarkan, otak Anda akan menangkap perasaan menyenangkan saat berolahraga, sehingga Anda pun mampu berlatih lebih keras lagi, kata Chris Bergland, pemenang Triple Ironman dan penulis The Athlete’s Way. Taklukan fatigue dengan mengucapkan kalimat afirmasi. “Ucapkan terus kalimat dalam hati, ‘Saya kuat dan cepat’, maka akan otak Anda akan terprogram untuk meyakininya,” ujar Bergland.

Praktikan Zen

Sensasi rasa terbakar pada otot Anda terjadi karena terbentuknya asam lactic.  “Dan otot-otot yang tegang akan mengakumulasinya lebih cepat dibanding otot yang rileks,” kata Dan Czech, Ph.D., graduate director dari Georgia Southern University untuk program sports psychology. Ketika berlari, apakah Anda menggerakkan kaki dengan rileks atau memaksanya?  Jika yang terakhir, cukup bayangkan saja tekanan yang Anda rasakan pada otot mengalir keluar dan kaki Anda bergerak dengan ringan. “Setelah beberapa menit, Anda akan merasa lebih berenergi,” kata Czech.

Bayangkan keberhasilan

“Secara psikologis, otak tidak bisa membedakan hal-hal yang imajinatif dengan yang nyata,” kata Steven Rosenberg, Ph.D., ahli terapi psikologi untuk tim Philadelphia Flyers. Butuh lima menit untuk membayangkan Anda mampu berlari tujuh mil dengan tenaga yang harus dihemat, dan imajinasi ini akan melatih pola syaraf Anda yang nantinya akan digunakan juga ketika suatu saat Anda benar-benar berlari tujuh mil. “Sebagai alternatif,” kata Rosenberg, “jika Anda ingin melakukan latihan beban lebih banyak, bayangkan saja dulu gerakannya – tangan diangkat, beban diturunkan, otot bisep berkontraksi, beban diangkat kembali – lalu lakukanlah.” 


Bagikan

Related Articles

Leave a Comment