115
Hal-hal kecil yang tidak terpikirkan oleh Anda ternyata dapat memberikan penghasilan yang bisa membuat Anda kaya. Ini kuncinya.
Jenius, kata orang, adalah 1 persen ilham dan 99 persen keringat. Bagi kembar Bob dan Bill Meistrell (75), jenius adalah mempreteli kulkas. Bosan karena kedinginan menyelam dan berselancar di Samudera Pasifik, pada tahun 1953 mereka menciptakan baju selancar dari bahan neoprene –penyekat panas dari bagian belakang kulkas. Perusahaan mereka, Body Glove, merevolusi olahraga ini. Sukses datang karena mereka tahu dunia mereka dan melihat kebutuhan. Dan karena…
- MEREKA SIAP Kembar Meistrell mulai menjual baju selancar pesanan dari toko terdekat, Dive ‘n Surf. “Toko-toko lain menyepelekan kami,” kata Bob. “Tapi kami pantang mundur dan selalu berselancar menggunakan produk buatan sendiri, yaitu dari Body Glove.” Pada tahun 60-an, olahraga selancar mulai naik daun –berkat film televisi seperti Sea Hunt. Banyak orang turun ke laut untuk berselancar dan mereka ada di antara antusiasme itu dengan menggunakan baju selancar dari Body Gloves.
- MEREKA MINTA TOLONG Toko boleh sederhana tetapi mereka cukup jenius menyewa tenaga pemasaran untuk baju mereka, Thermocline. Yang dilakukan oleh sang marketer adalah melakukan strategi pemasaran produk yang sudah ada dengan mengganti merek dan bertanya keistimewaan baju buatan kembar Meistrell. Bill menjawab, “Pas ditubuh, seperti memakai sarung tangan.”
- MEREKA TETAP MENDENGARKAN “Semua anak dan cucu saya berselancar,” kata Bob. “Kami sering mensponsori perlombaan selancar. Saya selalu dikelilingi pemuda 25-an.” Dari situlah mereka sering mendengar masukan hal-hal apa saja yang diharapkan oleh para konsumen terhadap produk baju selancar. Sekarang, mereka sibuk mengedarkan baju selancar berkantong -untuk ponsel, sarung CD/DVD, PDA dan kamera -yang terbuat dari bahan neoprene.
