Inilah strategi memenangkan perang yang mematikan dari para pemimpin legendaris yang diadaptasi untuk pria modern.
Dalam buku terakhirnya, pengarang buku laris dan mengamat sejarah, Robert Greene, telah membaca ribuan kisah kekerasan konflik untuk disaringnya menjadi sebuah buku berjudul The 33 Strategies of War. Strategi ini pernah digunakan oleh siapa pun, dari mulai para samurai dan pejuang masa lalu, hingga presiden Amerika Serikat dan para produser Hollywood. Berikut ini adalah lima strategi kemenangan dari sebuah kearifan para pejuang masa lalu dan bagaimana menggunakanya untuk dunia masa kini. Bawalah salah satu strategi perang ini ke dalam koper Anda saat hendak berangkat ke medan ‘pertempuran’.
Kearifan:
“Segala hal yang tidak terpikirkan oleh lawan, akan memberikan kemenangan besar bagi Anda.” –Frederick the Great, 1712-1786.
Cara menerapkannya:
Muhammad Ali punya gaya bertarung yang tidak lazim (mata liar yang mengintimidasi dan menjaga kepalan tangannya tetap di bawah). Gunakan strategi ini dengan mengganti gaya menyerang Anda secara konstan untuk mengejutkan lawan dan Anda bisa menyelesaikannya dengan melakukan pukulan kemenangan. Google bisa dijadikan contoh lain. Tadinya, Google hanyalah mesih pencari sederhana, kini perusahaan tersebut meluncurkan perangkat lunak peta dunia (Google Earth), program Instant Messaging (Google Talk) dan mesing pencari hard-drive (Google Desktop), semuanya dalam jangka waktu enam bulan –mengalahkan Microsoft yang telah lama bertengger di posisi puncak.
Kearifan:
“Pengaruhi orang lain agar memiliki pandangan dan tujuan yang sama, sehingga mereka akan berbagi kematian dan berbagi hidup tanpa rasa takut akan bahaya.” –Sun-tzu, abad ke-4 sebelum masehi.
Cara menerapkannya:
Alfred Hitchcock dulu adalah seorang ahli ilusi. Dia mengatur dan mengendalikan sendiri proyek yang dijalaninya hingga merencanakan ulang produksinya. Kemudian, saat ia masuk ke lokasi shooting, ia tetap tenang dan melepaskan semuanya sehingga para pemain dan kru merasa merekalah yang sedang menjalankan produksi. Bill Gates melakukan hal yang sama dengan 60.000 karyawannya, yang telah mengadaptasi visi dan misi Bill Gates seolah itu adalah visi mereka sendiri.
Kearifan:
“Bila lawan Anda sedang menyombongkan diri atas keberhasilannya, tunjukkan respek Anda, namun yang sebenarnya sedang Anda lakukan adalah merencanakan sebuah rencana sambil menunggu kelemahan mereka muncul.” –naskah Dynasty Ming, abad ke-17.
Cara menerapkannya:
Filosofi ini tak hanya diterapkan di China: Para ahli seni beladiri Jujitsu asal Jepang yang terkenal dengan pertahanan diri mereka yang tangguh, juga menggunakan strategi ini. Pada saat bertarung, dengan tenang mereka menjebak lawan mereka untuk masuk perangkap yang mematikan hanya dengan sekali langkah. Contoh lain: Franklin D. Roosevelt mendapatkan kemenangannya dari Hoover pada tahun 1932 dengan mencoba tetap low profile dan tidak menyerang secara personal harga diri lawannya. Kemudian mulai menyambar di waktu yang tepat dengan menyampaikan pesan positifnya.
Kearifan:
“Bukan jumlah dan kekuatan yang memberikan kemenangan dalam peperangan, tapi para prajurit yang terjun ke medan perang dengan jiwa yang kuat.” –Xenophon, abad ke-5 sebelum masehi.
Cara menerapkannya:
Pelatih Vince Lombardi berhasil mengubah nasib tim American Football, Green Bay Packers, dari pecundang menjadi pemenang dalam waktu kurang dari dua tahun dengan memaksa mereka berlatih lebih keras dan menggunakan kekuatan pikiran. Lombardi membuat timnya untuk berpikir dan bertindak sebagai seorang juara. Carlos Ghosn, CEO dari Nissan Motor Company, melakukan hal yang sama pada tahun 1999 ketika dirinya menggunakan kekuatan pikiran untuk mempengaruhi banyak orang demi membawa perusahaan mobil ini dari posisi bawah hingga ke posisi puncak di dunia industri automotif. Perusahaan itu kini memiliki keuntungan penjualan tertinggi dalam bisnis ini.
Kearifan:
“Jangan mencampuri urusan lawan Anda yang sedang dalam proses melakukan bunuh diri.” –Napoléon Bonaparte, 1769-1821.
Cara menerapkannya:
Ulysses S. Grant, presiden Amerika ke-18, punya ketangkasan dalam memposisikan dirinya, melihat pemimpin mana yang tampak tidak kompeten yang berperan sebagai penggerak tim dan tahu kapan harus menekan tombol untuk membuat mereka jatuh sendiri. Inilah yang membuat Grant berhasil naik pangkat dari komandan menjadi jendral Union Army di Amerika Serikat dalam waktu tiga tahun. John McCain telah menggunakan strategi yang sama beberapa tahun belakangan ini, dengan cara memilih diam atas ketidaksetujuannya pada kepemerintahan Bush sehingga membuat bush salah langkah.
