Home » Sutradara Rico Michael Garap Film ‘Dalam Sujudku’ Tekankan Nilai-nilai Moralitas

Sutradara Rico Michael Garap Film ‘Dalam Sujudku’ Tekankan Nilai-nilai Moralitas

Bagikan

Film drama keluarga terbaru yang dinanti-nantikan, Dalam Sujudku, secara resmi diperkenalkan melalui penayangan khusus yang diadakan oleh Project 69 di Queens Head Kemang, Jakarta, pada Jumat (12/12/2025). Meskipun baru akan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia pada tahun 2026, antusiasme sudah terasa, terutama karena film ini menjanjikan narasi yang sangat kuat dan dekat dengan realitas kehidupan sehari-hari, berpusat pada badai yang menguji fondasi sebuah rumah tangga. Kisah ini dengan lugas menyoroti bagaimana goncangan terbesar dalam hubungan suami istri dapat merusak kebahagiaan yang telah dibangun, memaksa pasangan tersebut untuk bergumul dengan keputusan sulit demi mempertahankan ikatan keluarga.

Inti dari cerita ini berfokus pada dinamika kehidupan rumah tangga Farid, yang diperankan oleh Marcell Darwin, dan Aisyah, yang dibintangi oleh Vinessa Inez, sepasangan suami istri yang awalnya hidup harmonis bersama dua buah hati mereka. Titik balik dramatis terjadi ketika karir Farid menanjak pesat dan mengharuskannya pindah ke Jakarta, sebuah momentum yang seharusnya menjadi pencapaian namun justru menjadi pemicu keretakan. Di kantor barunya, Farid bertemu dengan rekan kerja, Rina (Naura Hakim), yang lambat laun memikat hatinya setelah sering terlibat dalam proyek kerja bersama, menciptakan sebuah chemistry terlarang yang mulai mengikis kesetiaan dalam pernikahannya.

Walaupun tak selalu mendampingi suaminya di Jakarta, Aisyah di rumah merasakan firasat kuat bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan Farid, mengisyaratkan bahwa ikatan batin mereka masih terhubung meski jarak memisahkan.

Sayangnya, kecurigaan Aisyah berujung pada kenyataan pahit, ketika Farid memilih untuk menikahi Rina, meninggalkan Aisyah dalam keadaan luka batin yang mendalam. Vinessa Inez, yang memerankan Aisyah, menggambarkan peran ini sebagai tantangan emosional yang besar. Mengenai karakternya, ia menyampaikan, “Aisyah berusaha tegar meskipun hatinya diguncang situasi yang rumit. Aku ingin penonton bisa merasakan pergolakan itu, terutama saat ia harus berdamai dengan dirinya sendiri.”

Pergolakan Batin dan Realitas Karakter yang Unik

Film Dalam Sujudku menampilkan konflik keseharian yang sangat dramatik, diperkuat oleh jajaran aktor ternama seperti Riyuka Bunga, Dominique Sandra, Chika Waode, Momo Mariska, hingga Dennis Adhiswara. Yang menjadikan karakter Aisyah unik adalah kemampuannya untuk tetap memaafkan meski telah disakiti sedalam itu, sebuah sifat yang menimbulkan decak kagum sekaligus keheranan di antara penonton yang menghadiri penayangan perdana.

Sikap pemaaf Aisyah ini menjadi kunci naratif yang tidak terduga, memberikan lapisan kedalaman emosional pada cerita tentang pengkhianatan dan harapan. Kehadiran elemen humor segar juga disuntikkan melalui karakter sahabat Aisyah, yang diperankan oleh Chika Waode, yang selalu berusaha meringankan beban emosi sahabatnya.

Chika Waode menjelaskan perannya sebagai pilar dukungan emosional bagi Aisyah di tengah konflik rumah tangganya, yang menurutnya memberi “nafas segar dalam cerita.” Ia juga mengungkapkan apresiasinya terhadap sutradara, “Peranku jadi sahabat Aisyah yang selalu mencoba menghangatkan suasana, karena Aisyah lagi di tengah konflik rumah tangga. Aku berterimakasih kepada Mas Rico, sutradara yang memberi aku kesempatan banyak improvisasi dialog. Saat reading aku diberi waktu dan ditempatkan di ruangan khusus -bersama rekan lainnya Riyuka Bunga dan Momo Moriska supaya saat melontarkan banyolan nggak kebablasan,” jelas Chika, menyoroti proses kreatif yang fleksibel.

Kesempatan untuk berimprovisasi ini memungkinkan terciptanya dialog-dialog yang lebih natural dan jenaka, efektif mengimbangi ketegangan dari drama utama.

Menurut Rico Michael, sutradara sekaligus penulis cerita, ide film ini berawal dari curahan hati seorang teman, yang kemudian menginspirasinya untuk mengeksplorasi kompleksitas hubungan yang tampak tidak masuk akal dalam kehidupan nyata. Ia merasa terpukau oleh adanya karakter seperti Farid yang bersikap pasrah dan Aisyah yang masih mampu menyayangi suaminya yang berselingkuh, sebuah dinamika yang jarang diangkat.

Rico Michael tertarik menjadikan alur yang rumit ini sebagai film drama yang kuat karena juga ingin menampilkan karakter Rina, orang ketiga, dengan latar belakang trauma psikologis yang mendalam, sehingga “penonton nggak sekedar ‘terima jadi’ karakternya sebagai perebut suami orang,” namun dapat memahami dimensi kemanusiaannya.

Inspirasi Nyata dan Fokus Narasi yang Ditekankan

Rico Michael menegaskan bahwa film ini lahir dari keinginan untuk mengangkat cerita yang aktual dan relate dengan kehidupan masyarakat, sebuah komitmen yang akan ia lanjutkan pada proyek film berikutnya yang akan mengangkat isu teror video asusila di media sosial. Hal ini menunjukkan ambisi Project 69 untuk menyajikan karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memicu refleksi sosial. Keunikan lain dari Dalam Sujudku adalah lokasinya yang beragam, meliputi Cimahi, Jakarta, dan Garut, yang turut memperkaya visualisasi dan nuansa cerita, menjauhkan kesan studio semata.

Meskipun judul dan posternya mungkin menyiratkan cerita drama religi, Rico Michael secara spesifik menjelaskan bahwa film ini tidak bermaksud menonjolkan aspek religius, melainkan lebih menekankan pada “usaha mempertahankan keluarga” dalam kondisi yang sangat sulit. Penekanan ini mengarahkan fokus cerita pada nilai-nilai universal tentang komitmen, pengorbanan, dan proses pemulihan. Salah satu adegan yang berhasil membalikkan emosi penonton adalah saat Farid merasakan frustrasi mendalam atas kehancuran keluarganya, momen yang sukses mengubah rasa gemas dan sebal penonton terhadap karakter tersebut menjadi rasa iba.

Kesuksesan dalam membangkitkan emosi penonton ini juga didukung penuh oleh kerja keras seluruh tim produksi, baik di depan maupun di belakang layar. Rico Michael mengungkapkan rasa terima kasihnya, “Alhamdulilah seluruh cast dan crew bekerja dengan hati, dan juga terimakasih kepada Mamu Black Sweet sebagai pengarah musik memberi sentuhan emosional mendalam di film ini.” Kontribusi Mamu Black Sweet dalam menggarap musik menjadi elemen krusial yang menyempurnakan atmosfer dramatis film ini.

Proses Produksi Soundtrack dan Peran Baru Aktor

Proses produksi soundtrack film Dalam Sujudku juga dilakukan dengan pendekatan yang unik dan intens, berbeda dari tren industri film saat ini. Sutradara Rico Michael mengambil keputusan untuk tidak menggunakan lagu populer yang sudah ada atau yang mudah dicuplik, melainkan menciptakan lagu orisinal yang diciptakan khusus untuk film ini. Langkah ini menunjukkan komitmen total untuk memastikan musik benar-benar selaras dengan narasi dan kedalaman emosi cerita, berbeda dari tren lazim yang sering diterapkan oleh produser film di Indonesia maupun Hollywood.

Untuk menemukan suara yang tepat dalam membawakan lagu tema orisinal ini, Project 69 mengadakan ajang pencarian bakat bertajuk Dalam Sujudku Voice Hunt. Proses yang tidak konvensional ini merupakan upaya untuk mendapatkan penyanyi yang dapat menjiwai dan menyampaikan pesan emosional dari lagu soundtrack secara maksimal. Inisiatif ini juga memperkuat citra bahwa film Dalam Sujudku adalah sebuah karya yang mengutamakan kualitas dan keselarasan setiap elemen artistik.

Film ini juga menandai debut penampilan aktor Dennis Adhiswara dalam peran yang sangat berbeda dari citra yang melekat padanya. Selama ini Dennis lebih dikenal lewat peran-peran kocak di berbagai film, termasuk Ada Apa dengan Cinta?, namun dalam Dalam Sujudku, ia akan tampil sebagai seorang Kyai. Perubahan peran ini menjanjikan dimensi baru pada karakternya dan menambah daya tarik film secara keseluruhan. Diproduseri oleh Donnie Syech, Dalam Sujudku diharapkan tidak hanya menghibur, tetapi juga mampu menjadi film drama keluarga yang “mampu memberi ruang refleksi bagi penontonnya.”


Bagikan

Related Articles

Leave a Comment