Home » Tingkatkan Gairah Hidup Sehat Anda

Tingkatkan Gairah Hidup Sehat Anda

Bagikan

Di sela-sela rutinitas yang padat, sebaiknya Anda menyisipkan jadwal untuk berolahraga. Namun, jika Anda merasa bahwa berolahraga terkadang membosankan, pilihlah kegiatan lain yang membuat tubuh aktif bergerak.

Tidak hanya bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan fisik, semakin banyak Anda bergerak aktif, semakin lambat pula tercetusnya penuaan dini pada otak. Peneliti dan internist pada University of California, San Fransisco, Dr. Cyrus Raji, M.D., Ph.D. mengatakan bahwa aktivitas seperti berolahraga, berkebun, berdansa, bersepeda, dan beragam aktivitas bergerak lainnya memiliki komponen aerobik yang bisa memperlancar peredaran darah ke otak sekaligus mempertahankan kesehatan jantung. Pernyataan ini telah dibuat penelitiannya dan dipresentasikan dalam pertemuan Radiological Society Amerika Utara. Berikut ini beberapa aktivitas yang dapat Anda jadikan kegemaran untuk hidup yang lebih sehat dan menyenangkan.

Yoga, Atasi Osteoartritis

Osteoartritis atau artritis degeneratif (penyakit sendi degeneratif) adalah suatu penyakit sendi menahun yang ditandai dengan adanya kemunduran pada tulang rawan (kartilago) sendi dan tulang di dekatnya, yang bisa menyebabkan nyeri sendi dan kekakuan. Penyakit ini biasanya terjadi pada usia diatas 70 tahun. Namun, pria bisa terserang sejak muda. Seperti yang dimuat dalam Journal of Alternative and Complementary Medicine, para peneliti secara acak memilih 250 pasien rawat jalan yang menderita osteoartritis pada lututnya. Usia yang dipilih antara 35 hingga 80 tahun. Mereka diminta untuk terapi yoga selama 40 menit dan perawatan ultrasound selama 20 menit per harinya dalam 3 bulan. Hasilnya, rasa nyeri pada lutut, seperti susah berjalan dan bengkak perlahan-lahan hilang.

Aerobik, Singkirkan Perlemakan Hati

berlatih aerobik selama 7 hari seminggu bisa mencegah nonalcoholic fatty liver disease (NAFLD) atau penyakit hati berlemak yang berdampak serius terhadap tidak berfungsinya sel hati. Dalam Journal of Applied Physiology disebutkan bahwa peneliti melibatkan 13 orang bertubuh tambun sebagai peserta penelitian dan mereka diminta untuk berlatih aerobik dengan detak jantung maksimum 80-85% per hari. Hasilnya, aerobik menjadi resep yang berhasil untuk mencegah NAFLD pada peserta penelitian.

Treadmill, Tingkatkan Kebugaran

Sebuah pemeriksaan klinis komprehensif dilakukan antara tahun 1970 hingga 2009 di Cooper Center dengan menilik data 18.670 peserta. Seluruh peserta yang terlibat rata-rata berusia 49 tahun dengan 21% di antaranya adalah wanita. Hasil pemeriksaan awal, tidak ada satupun yang memiliki riwayat penyakit  jantung, diabetes, dan kanker. Masing-masing peserta disarankan untuk menjaga kebugaran dengan melakukan olahraga, salah satunya treadmill. Abstrak dari Clinical Journal of Sport Medicine memuat hasil penelitian setelah masing-masing peserta berusia 65 tahun. Hasilnya, peserta dengan tingkat kebugaran rendah berpotensi mengalami kondisi kesehatan kronis hingga dua kali lebih besar dibandingkan peserta yang tingkat kebugarannya tinggi.

Rowing, Kurangi Gejala Asma

Rowing adalah olahraga yang memiliki teknik gerakan seperti mendayung. Rowing bisa dilakukan di dalam ruang menggunakan mesin yang prinsip kerjanya sama dengan olahraga dayung. Dalam Journal of Applied Physiology, tercatat bahwa berlatih rowing selama 6 jam dalam seminggu bisa memperkuat fungsi paru-paru dan membuka penyempitan saluran napas secara perlahan bagi penderita gejala asma.

Berjalan-jalan, Normalkan Denyut Nadi

Salah satu cara untuk menghilangkan kepenatan yaitu berjalan-jalan. Hal ini diungkapkan dr. Aaron Michelfelder, profesor kedokteran keluarga di Loyola University Chicago Stritch School of Medicine. Salah satu lokasi yang baik untuk berjalan-jalan adalah di hutan. Menurut Aaron, berjalan-jalan di hutan bisa menormalkan denyut nadi dan tekanan darah, serta meredakan stres. Sementara itu, sel darah putih meningkat dan fungsi kekebalan tubuh meningkat. Jika Anda tidak sempat ke hutan, setidaknya mencoba untuk menjauh dari benda-benda elektronik. Kegiatan membaca, menulis, atau meditasi dapat membantu.


Bagikan

Related Articles

Leave a Comment