Home » Warisan Terindah
Bagikan

Sebagai ayah, Anda sudah menjadi raja di istana Anda. Sekarang, pelajari cara meninggalkan warisan yang terhormat bagi anak-anak.

Ketika saya baru menjadi ayah, saya punya rencana untuk mewariskan anak-anak saya aset keluarga yang besar. Saya berpendapat, sedikit kekayaan akan meredakan duka mereka karena kepergian saya. Sayang seribu sayang, jika saya meninggal nanti, tampaknya anak-anak saya harus puas dengan memperebutkan sarung tangan bisbol ayah mereka. Tetapi saya tak perlu berkecil hati. Dengan mengandalkan kreativitas untuk menutupi kegagalan, saya berhasil menemukan cara untuk meningkatkan serangkaian kesalahan finansial yang telah – ini dia – menolong anak-anak saya dari kemalasan yang telah menghancurkan begitu banyak ahli waris kekayaan yang besar. Sebaliknya, saya memberikan anak-anak saya warisan terindah: kesempatan untuk membuat perbedaan. Sama-sama, Nak

            Jadi, meski tak akan ada stadion olahraga yang dibuat atas nama saya, saya tidak menyerah dalam memberikan warisan. Saya harus meyakini bahwa sejumlah hal lebih berharga dari emas, bahwa jika seorang pria bisa menganugerahkan anak-anaknya dengan kisah-kisah keluarga yang penuh manfaat, sekumpulan kenangan baik, ikatan keluarga yang awet dan bisa dibawa ke mana saja, maka ia telah memberi mereka sesuatu yang jauh lebih kaya ketimbang setumpuk sertifikat kepemilikan tanah.

            Jelas bahwa cara terbaik untuk memberikan anak-anak warisan yang awet dan kuat adalah dengan menjadi ayah yang penyayang, pekerja keras, murah hati, bersemangat tinggi, berpikiran tangguh, dan berhati lembut. Tetapi tidak ada alasan kita semua tidak perlu mencoba. Trik-trik berikut akan menempatkan keluarga Anda di prioritas puncak dan membuat para anggotanya merasa di rumah, ke mana pun mereka pergi.

Klaim Takhta Anda

Kisah keluarga yang solid biasanya tumbuh dari dua gagasan dasar: Pertama, keluarga Anda adalah sebuah budaya tunggal, dengan tradisi unik yang menjadikannya kisah yang tak akan bisa ditiru. Kedua, Anda adalah Raja Arthur, sumber inspiratif sekaligus legenda satu-satunya. Abaikan suara dalam kepala Anda, yang berbisik bahwa Anda bukan siapa-siapa. Anak-anak memandang Anda –juga ibu mereka, tentunya– tentang kepemimpinan. Keyakinan mereka pada Anda menuntut Anda untuk membingkai hidup keluarga sebagai sebuah kisah indah di mana mereka memiliki peran yang menarik.

Poles Mutiara Keluarga

Kumpulkan sejumlah kisah legendaris tentang latar belakang keluarga Anda. Kisah dari generasi sebelumnya, seperti bagaimana kakek mereka merantau ke kota dan merintis usaha keluarga, selalu kuat. Seringkali, kisah percintaan yang didramatisir, seperti bagaimana Ibu dan Ayah bertemu, adalah pilihan yang bagus. Penulis Norman MacLean mengamati bahwa kisah-kisah yang kita ceritakan mengungkapkan orang seperti apa kita ini –atau orang seperti apa yang kita mau. Pilih cerita yang mewakili nilai-nilai Anda, seperti kisah tentang kakek sebagai Romeo muda yang mengirim telegram pada Juliet –sang Nenek– “Aku cinta kamu. Aku cinta kamu. Aku cinta kamu. Aku…” – memaksimalkan jatah kata di telegramnya sekaligus mendemonstrasikan dua nilai yang dipegang teguh oleh keluarga: gairah dan kecerdasan. Kisah itu akan menginspirasikan anak-anak untuk berpikir bahwa keluarga mereka memiliki asal-mula yang magis. Pilih kisah-kisah yang memiliki pesona, keajaiban, bubuk peri di dalamnya.

Bumbui Cerita

Saat menuturkan legenda keluarga pada anak-anak, membumbui adalah kuncinya. Tentu saja, inti cerita harus benar, tetapi sedikit bumbu pada cerita tersebut akan merupakan pelayanan penuh kesan bagi anak-anak Anda. Saat mereka bertambah dewasa, Anda selalu bisa mengoreksi ingatan mereka, memberikan versi yang secara teknis lebih tepat tentang aksi-aksi paman mereka sebagai jurnalis yang dikejar-kejar pemerintah. Saat itu, secara psikologis anak-anak sudah menempati posisi mereka dengan nyaman dalam tim keluarga Anda. Kisah-kisah keluarga membutuhkan bumbu ala legenda, dan kadang fakta biasa saja tidak cukup.

Ulangi Terus

Biarkan anak-anak mendengar kisah-kisah ini berulang-ulang, bahkan ketika mata kecil mereka menatap langit-langit saat mereka sadar mereka akan mendengar, untuk kesekian kalinya, tentang bagaimana bibi mereka berhasil menjadi yang pertama di keluarga kalian dalam mendapatkan beasiswa keluar negeri. Hanya karena anak-anak benci sayuran, Anda tak akan berhenti memberikannya pada mereka, kan? Begitu pula dengan kisah-kisah keluarga ini; mereka penting bagi anak-anak Anda. Saat anak-anak remaja, Anda bisa berhenti sepenuhnya bercerita pada mereka, dan Anda tinggal duduk manis dan menanti beberapa tahun sampai mereka mengutip cerita itu sendiri.

Ajarkan Kerukunan

Terlalu sedikit orangtua yang mempromosikan pentingnya kerja sama tim dalam keluarga. Mereka biasanya mengeluh bahwa anak-anak mereka tidak bisa rukun, tapi mereka bersikap seakan-akan itu adalah hal yang tak terhindarkan ketimbang kegagalan menyedihkan dari orangtua dalam mempercayakan anak-anak mereka terhadap satu sama lain. Ingatlah seorang ibu yang menganggap masing-masing dari enam anak yang ia bawa pulang dari rumah sakit sebagai hadiah bagi anak-anaknya yang lain. Memang, anak-anak akan selalu mengusik adik atau kakaknya. Orang yang menyayangi orang lain sering melakukan itu. Tapi dalam rumah ini, kita saling menghargai dan melindungi karena kita ada dalam tim yang sama. Tidak ada yang lebih penting dari adikmu. Kenapa? Karena dia adikmu. Titik.

Ajarkan Nilai Keluarga

Beri tahu anak-anak Anda bahwa mereka datang dari sebuah keluarga besar yang terhormat. Sejak dini, tuturkan cerita tentang orang-orang dari pohon keluarga kalian yang telah melakukan hal-hal yang istimewa. Tak perlu penghargaan Nobel atau Heisman, tapi jika kakek mereka pernah ikut berjuang melawan penjajah, susun kisah membanggakan tentang pengabdiannya pada negara. Jika Nenek punya kebun, rayakan kesetiaan sang nenek saat ia merawat tanaman-tanamannya. Sesekali, sambil lalu, sebutkan karakter yang Anda kagumi dari Paman David. Rayakan nilai-nilai kebaikan keluarga Anda. Tentu, ayah Anda adalah pria yang dingin, tapi ia punya integritas, kan?

Wariskan Benda Kenangan

Jangan tunggu sampai Anda sekarat untuk memberikan putra Anda jam tangan kakeknya. Benda-benda memiliki nilai simbolik, dan mempercayakan benda-benda itu pada orang lain sama saja dengan mengangkatnya sebagai ksatria. Jangan batasi pada hal-hal yang biasa – perhiasan, aksesoris meja, medali perunggu. Buat sebuah peristiwa penting ketika Anda memberikan putra Anda palu favorit ayahnya atau surat cinta Anda pada ibu mereka, apa pun yang memiliki energi Anda di dalamnya.

Ajak Beramal

Saya kenal pasangan yang membuat proyek keluarga dengan mengumpulkan dana untuk penelitian kanker. Dengan begitu, mereka telah mewariskan nilai-nilai yang mereka yakini kepada putra-putra mereka.

Buat Nama Julukan

Tip penting dari dunia pemasaran: Bahasa kreatif akan lebih berkesan bagi pelanggan. Anak-anak Anda adalah pelanggan tempat Anda menjual kisah hidup kalian bersama-sama. Buat keluarga Anda berbeda dari keluarga lain dengan memberi merk pada apa yang kalian miliki. Ruang kerja Anda di rumah akan jauh lebih berkesan ketika disebut “Laboratorium” dan diucapkan dengan aksen ala Dr. Frankenstein. Mobil-mobil kalian bukanlah Toyota dan Volvo; melainkan si Perak dan si Canggih. Karena hanya kalian, para orangtua dan anak-anak, yang mengetahui nama mobil kalian, kalian akan memiliki ikatan yang lebih kuat dalam ‘konspirasi’ keluarga.

Ciptakan Ritual Sendiri

Jangan hanya ikut perayaan-perayaan yang sudah lazim dalam masyarakat. Kenangan akan terbentuk di sekitar momen-momen yang hanya dimiliki oleh keluarga Anda, didasarkan pada budaya yang menjadi khas keluarga kalian. Ciptakan tradisi baru seperti: Acara Nonton Bersama di Senin Malam, Kamping Akhir Bulan, atau Mengintip Bintang di Observatorium.

Manfaatkan Pesan

Sesekali, catatan kecil yang ditulis tangan, berisi seperti “Semoga hari ini sekolahmu menyenangkan” dari Anda sebagai ayah, dapat memperkokoh ikatan ayah dengan anak, yang menjadi landasan kuat di balik segala kehebohan sekolah dan kerja. Pengabdian kita terhadap satu sama lain adalah perjanjian untuk selamanya.

Anda dapat mewariskan ikatan yang bertahan lama pada anak-anak, dengan menghargai jutaan lelucon internal dan tertawa bersama tentang insiden sarapan pagi atau kocaknya hewan peliharaan kalian atau hal lain yang tak akan bisa dipahami sepenuhnya oleh orang lain di luar keluarga kalian.

[Boks]

Rangkul Keluarga Ipar

Dalam versi bebas kami dari biologi molekuler, DNA berbentuk spiral ganda agar kita selalu diingatkan bahwa sebuah keluarga selalu terdiri dari dua pihak, baik dalam hal kromosom dan budaya. Keluarga yang baik adalah keluarga yang memadukan energi dari dua keluarga sumber, yaitu keluarga Ayah dan Ibu. Ini berarti… Anda harus senantiasa merangkul keluarga ipar Anda. Jika Anda malas-malasan melakukannya, Anda akan kehilangan kesempatan untuk memaksimalkan warisan terindah bagi anak-anak Anda. Tidak perlu muluk-muluk, kok. Anda bisa melakukannya dengan hal-hal sederhana berikut ini.

Hargai Lewat Nama

Banyak keluarga yang suka memberikan nama ayah untuk anak lelaki dan nama ibu untuk anak perempuan. Jika Anda tidak termasuk di dalamnya, pastikan masing-masing pihak mendapat bagian, terutama dalam keluarga yang multi-etnis. Erick Tanjaya Sinaga adalah penghormatan kreatif terhadap etnis China dan Batak dari kedua pihak orangtua. Banggalah terhadap hibriditas keluarga Anda.

Akui Kemiripan

Anda tidak perlu sampai meyakini bahwa putri Anda adalah kloning dari ibu mertua Anda; tapi Anda bisa mengatakannya, kan? Dua peringatan: Jika sang nenek mirip monster, jangan katakan itu di depan putri Anda. Dan pastikan suara Anda terdengar bahagia, bukan kecewa, saat bicara tentang kemiripan mereka. Bahkan jika itu adalah posisi yang konyol, ibu mertua Anda akan menghargai tindakan Anda. Tunggu, catat ini, terutama jika itu konyol.

Saling Mempromosikan

Ibu harus menghormati kisah tentang keluarga Ayah, dan Ayah harus menyanjung keluarga Ibu. Ingat, ini bukan kompetisi, meskipun Anda merasa keluarga Anda jauh lebih baik dari keluarga yang Anda nikahi. Jika Anda bisa menciptakan kesan, entah benar atau tidak, bahwa Anda menghormati kisah-kisah milik keluarga ipar, mereka mungkin 1) menunjukkan respek balik untuk kisah-kisah keluarga Anda dan 2) menurunkan kewaspadaan mereka, dan mendukung propaganda Anda atas nama keluarga Anda.

ILUSTRASI GRAHAM ROUMIEU


Bagikan

Related Articles

Leave a Comment