Home » Hidup Tanpa Takut
Bagikan

Di alam bawah sadar Anda, tersimpan kekuatan maha dahsyat yang bisa mengubah hidup Anda menjadi seperti yang Anda pikirkan.

Suatu malam di sebuah bumi perkemahan di area Sukabumi, udara semakin terasa dingin. Saya dan sekitar sepuluh orang lainnya duduk mengitari api unggun yang baranya semakin lama semakin menipis. Bukannya menambah kayu agar kobaran apinya semakin menyala, kami justru sedang menanti api tersebut mengecil dengan rasa was-was, karena kali ini bukan badan kami yang akan dihangatkan tetapi justru kaki kami. Lebih tepatnya, telapak kaki kami yang akan di tantang dalam program fire walking, atau berjalan di atas bara api yang masih merah menyala.

Saya memandang orang-orang di sekitar saya, di antara mereka ada yang tampak cemas, beberapa tertawa tapi matanya seperti kosong sembari menatap bara tersebut. Mungkin di antara mereka bertanya dalam hati, bisakah saya berjalan di atas bara api? Dan tak lama kemudian, api pun mulai mati, menyisakan bara panas yang terbentang sepanjang dua meter dan Iwan Toruan, Managing Partner Executive Hypno Training (EHT+) menyuruh kami menandatangani sepucuk kertas berisi surat perjanjian di mana segala risiko dari program tersebut kami tanggung sendiri.

“Sebentar, yang benar saja!” teriak saya lantang. Saya pun melihat orang di sekeliling kami, tidak ada satu pun yang menyerupai petugas medis. ‘Apa yang akan mereka lakukan jika terjadi sesuatu dengan kami, lagi pula kami sedang berada di atas gunung, di mana letak rumah sakit?’ Begitu pikir saya.

Ketika rasa cemas mulai membanjiri pikiran ini, beberapa kawan berteriak sembari menantang bara tersebut. “Ayo mulai, sebelum baranya mati!” ujar Aldy, peserta yang datang dari kota Bandung khusus untuk mengikuti program tersebut.

“Ini harus dimulai, atau tidak sama sekali,” pikir saya.

Iwan melihat banyak keraguan di antara peserta, karenanya dia tidak menyebut nama melainkan meminta siapa pun di antara peserta yang berani untuk memulai duluan. Aldy yang sudah menggebu-gebu dari awal mengajukan diri, asisten Iwan pun membisikan beberapa kalimat kepada Aldy yang sesekali tampak menganggukan kepalanya sembari melihat bara api. Mungkin kalimat sugestif telah ditanamkan kepada Aldy untuk menyalakan keberaniannya.
“Jangan lihat bara apinya, tatap mata saya,” ujar iwan sambil merentangan kedua tangannya ke arah Aldy yang mendadak langkahnya berubah menjadi lambat ketika bara api disajikan di depan matanya.

Kami semua mulai tegang, selangkah, dua langkah dan pada langkah berikutnya Aldy pun mulai berteriak dan lari menyamping  ke arah kiri sembari menginjakan kakinya di atas rumput basah di area perkemahan tersebut.

“Panas! Ini gak mungkin!” teriak Aldy berubah 180 derajat dari sikap awalnya.  

Setelah kejadian tersebut, saya yakin tidak akan ada lagi yang berani coba-coba. Tapi Hendra, salah satu petugas area perkemahan yang justru bukan peserta malah menantang dirinya. Hendra rupanya memantau terus acara kami dan mencoba mengisi kekosongan karena dari peserta resmi justru tidak ada yang berani.

Tidak sedikitpun terlihat keraguan dari Hendra saat bara api berada di hadapannya. “Paling panas sedikit, sudah biasalah,” ujarnya meremehkan. Kami tertawa, beberapa peserta bahkan menyindir canda dengan kalimat seperti, “Tukang sate memang sudah biasa sama arang.”

Tapi tak disangka, langkah demi langkah si ‘tukang sate’ justru mampu melewati rintangan yang membuat kami tercengang.

Kami berhenti bercanda, momen tersebut nyata di hadapan kami. Satu persatu peserta mulai mengajukan dirinya dan saya menyaksikan sendiri bahwa melewati bara api tidak memerlukan keahlian khusus dari perguruan sakti debus atau apa pun, melainkan tekad dan pola pikir yang berbeda. Iwan mengatakan pada kami bahwa ketakutan ini berawal dari hal kecil; karena kita diberi tahu api itu panas, jangan main dengan api jika tidak ingin terbakar. Perkataan tersebut tersimpan di bawah alam sadar kita dan membuat kita takut pada api. Kenyataanya tidak demikian, antara percaya dan tidak percaya saya pun melangkahkan kaki dan memfokuskan pikiran saya sembari menanamkan kepercayaan baru bahwa api tersebut tidak akan melukai kaki saya, karena itu sebenarnya bukanlah api melainkan sebuah hamparan rumput yang hijau dan basah.

Dan benar saja, tidak sampai lima detik saya berhasil menyeberangi tumpukan bara tersebut tanpa rasa nyeri, tidak sedikitpun panas apalagi luka.

Ketakutan yang saya utarakan kepada iwan sebelumnya membuat saya malu sekalius tercengang. Iwan tersenyum kepada saya, dan pada akhirnya semua peserta berhasil melewati bara api tersebut tanpa rintangan sedikitpun.

Kalahkan Rasa Takut

Hypnosis telah ada semenjak pertengahan abad 19, secara garis besar self-hypnosis merupakan proses penanaman nilai baru ke dalam pikiran oleh diri sendiri untuk menghasilkan kondisi baru yang dikehendaki. Melalui proses tersebut, seseorang akan diarahkan untuk berpikir positif.

Tadinya saya pikir Iwan akan memberikan semacam energi kebal pada kami untuk melalui rintangan tersebut, tapi ternyata tidak. Iwan hanya membinging kami untuk fokus pada tujuan, dan panjang rintangan tersebut telah diperhitungkan sebelumnya sehingga benar-benar tidak menyakiti kaki kami. Saya bertanya pada Iwan, apa yang terjadi jika panjang lintasan bara api ditambahkan, semisal sepuluh meter? Iwan hanya tersenyum, jawaban dari rintangan tersebut bukanlah tentang kemampuan ilmu kebal atas panasnya api, melainkan bagaimana seseorang mampu menaklukan ketakutannya untuk mencapai tujuannya.

Memperbaiki Kualitas Hidup

Ketika mendapat undangan untuk mengikuti pelatihan self-hypnosis, bayangan saya langsung tertuju pada atraksi hipnotis seperti yang dilakukan di televisi, di mana para ‘korban’ diminta untuk mengikuti perintahnya hanya dengan tepukan kecil di pundak. Apa yang terjadi jika ilmu tersebut dimiliki oleh orang jahat? Ternyata tidak begitu, jika diarahkan secara benar, hypnosis bisa digunakan untuk membantu seseorang mengarakahkan pikirannya untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Tentu saja semua dilakukan untuk memperbaiki kualitas hidup. Mulai dari mengenyahkan kebiasaan buruk, meningkatkan penampilan di bidang olahraga dan seni hingga pencapaian kesuksesan karir serta masalah cinta ataupun keluarga.

 “Sistem yang dipakai untuk hypnosis dalam dunia bisnis adalah sistem fly high yang bertujuan mengeksploitasi potensi kekuatan diri dengan self-hypnosis,” begitu jelas Iwan. Istilah fly high sendiri sebenarnya dipakai dalam dunia human resources untuk menggambarkan fenomena seseorang yang kariernya cepat menanjak dalam sebuah perusahaan.

Pada dasarnya setiap orang berpotensi menjadi seorang high flyer, tapi ada kendala-kendala dalam dirinya yang tidak dia sadari. Misalnya khawatir tentang tanggung jawab yang berlebih seiring dengan kenaikan jabatan, hingga ia harus mengorbankan kewajibannya se­bagai kepala keluarga.

Untuk mengatasi hambatan mental itulah digunakan keterampilan hipnosis yang nantinya akan menimbulkan motivasi dan kepercayaan diri seseorang. “Tujuan utama dari pelatihan self-hypnosis adalah membantu karyawan mencapai kinerja terbaiknya,” tambah Iwan.

Benahi dasarnya

Self-hypnosis merupakan proses penanaman nilai baru ke dalam pikiran oleh diri sendiri untuk menghasilkan kondisi baru yang positif dan dikehendaki. Sedangkan hipnosis, menurut Dr. Tubagus Erwin Kusuma, psikiater dari Klinik ProV, merupakan pemberdayaan dari kekuatan energi bawah sadar dengan cara mengistirahatkan jiwa sadar melalui proses relaksasi. Prosesnya adalah mengubah kondisi normal state atau jiwa sadar (beta) ke kondisi hypnosis state  atau bawah sadar (masuk gelombang alfa hingga theta). Jika jiwa sadar lebih didominasi oleh badan kasar, alam bawah sadar lebih ditentukan oleh badan halus atau biasa disebut aura.

Analoginya, jika badan kasar itu printer, aura itu cetak dasarnya. Jadi apa yang tampil di printer merupakan print out. Misalnya bagaimana orang itu berjalan, bagaimana ia menghadapi masalah hidup, dan sebagainya. Jika dirasa ada masalah pada print out, sementara pada printer juga diyakinin tidak ada masalah, berarti yang harus dibenahi adalah cetak dasarnya. Caranya, melalui hypnosis. Begitu jiwa sadar itu sudah diaktifkan, terserah Anda mau apa, Ingin menanamkan sesuatu yang positif atau menghilangkan sesuatu yang negatif.

Tentu saja bukan berarti dengan menggunakan metode ini, semua permasalahan bisa terentaskan. Kalau sumber masalahnya bukan fisik, biasanya bisa diselesaikan dengan self-hypnosis. Misalnya, ada seseorang yang sering mengeluh sakit tenggorokan, padahal segala vitamin sudah tercukupi, olahraga pun rutin dilakukan. Jika begini, bisa jadi sudah terjadi ketidakberesan di alam bawah sadarnya. Misalnya ia merasa penyakitnya tidak mungkin sembuh, sehingga yang muncul adalah penyakitnya betul-betul tidak mau hilang. Yang begini, mungkin bisa dibantu dengan hypnosis.

Yang tidak bisa dilakukan oleh hypnosis adalah jika memang ada kekurangan dalam dirinya, entah itu yang berasal dari dalam maupun luar. “Dari dalam misalnya, impotensi yang dikarenakan seseorang menderita diabetes. dalam kasus ini tentunya tidak bisa diatasi dengan hypnosis. Harus dibereskan dulu gangguan fisiknya. Sedangkan yang berasal dari luar misalnya jika seseorang merasa pusing akibat kekurangan cairan, tentu tidak bisa diatasi dengan hynosis, melainkan mesti mencukupi kebutuhan cairannya dulu.

Lalu bagaimana jika kaitannya dengan pemberdayaan SDM? “Kembali lagi mesti dideteksi dulu letak permasalahannya. Apakah karena daya ingatnya yang kurang, sering menunda-nunda pekerjaan, ketakutan akan beban tanggung jawab yang berlebih, dan sebagainya.

Satu hal yang perlu diingat, kata Erwin, jika dirasa permasalahannya terlalu kompleks, sebaiknya konsultasikan dulu pada pakarnya, karena jika ada uneg-uneg yang terpendam jauh di alam bawah sadar, ia bisa keluar kapan pun ketika Anda mengistirahatkan jiwa sadar. Munculnya bisa berupa marah, cemas, stres, dan sebagainya. Makanya harus didampingi dulu oleh pakar yang bisa berfungsi sebagai fasilitator.

“Sama halnya dengan dokter. Kalau ingin mengobati seseorang, ia akan berusaha semaksimal mungkin hingga orang tersebut bisa menolong dirinya sendiri dan tidak bergantung dengan orang lain. Dan itu bisa dilakukannya hingga seumur hidupnya,” ungkap Erwin.

Cara Mencapai Hypno State

Ada beberapa teknik untuk mencapai kondisi hypno state. Mulai dari berbaring, duduk, atau menggunakan bandul. Khusus dengan bandul, Erwin menjelaskan bahwa pendulumnya tidaklah digerakkan dengan sengaja, melainkan oleh energi yang berasal dari badan halus atau aura. Kalau badan kasar, gerakan bermula dari perintah otak, berlanjut ke serabut sarap, otot, lalu ke tangan. Nah, tangan inilah yang pada akhirnya menggerakkan bandul.

Tetapi kalau badan kasar diistirahatkan dan Anda berniat untuk menggerakan bandul tersebut, maka auralah yang akan menggerakkan. Aura itu seperti infra merah, yang dapat mengubah saluran televisi melalui remote control.

Begitu juga jika kita niatkan supaya bandul berayun. Tangan, melalui perintah aura akan menggerakkan bandul. “Jika bandul sudah berayun, menandakan Anda sudah betul-betul relaks dan siap memasukkan program ke bawah sadar sesuai dengan tujuan yang Anda inginkan.

Inilah teknik self hipnosis yang bisa Anda gunakan saat ini untuk meningkatkan sesuatu dalam kehidupan Anda.

1. Letakkan sebuah kursi atau sofa yang nyaman di lokasi yang tidak akan terganggu. Anda juga bisa berbaring di atas tempat tidur jika Anda suka, tetapi jika Anda pikir Anda akan tertidur, lebih baik duduk saja atau pilih kursi. Cobalah teknik yang berbeda untuk mengetahui mana yang paling baik bagi Anda.

2. Pejamkan mata dan cobalah untuk mengosongkan pikiran. Ketika Anda mulai, Anda akan kesulitan untuk benar-benar mengosongkan pikiran. Anda akan tetap merasakan pikiran Anda terus tercampur. Ketika ini terjadi, jangan terlalu memaksakan pikiran tersebut keluar. Amati saja dengan netral, kemudian biarkan mereka menghilang.

3. Rasakan ketegangan di jari-jari kaki Anda. Bayangkan kalau ketegangan tersebut sebagai sesuatu yang nyata, dengan warna atau bentuk yang spesifik. Kemudian bayangkan itu terangkat dari tubuh Anda dan melayang. Jika Anda suka, Anda bisa membayangkan sebuah cairan dingin atau kabut putih menggantikan ketegangan. Terus lakukan hal yang sama pada setiap bagian tubuh Anda. Kemudian santaikan kaki, betis, paha, pinggul, perut, dan seterusnya Anda benar-benar menyantaikan masing-masing bagian dari wajah dan kepala Anda. 

4. Tarik napas secara perlahan dan mendalam. Ketika Anda mengembuskan napas, lihat ketegangan dan kenegatifan meninggalkan Anda lewat awan gelap. Ketika Anda menarik napas, lihat udara yang masuk sebagai sebuah cahaya terang merasuki Anda dengan kehidupan dan energi.

5. Sadari kenyataan bahwa Anda sekarang telah betul-betul merasa santai. Beritahukan diri Anda bahwa Anda akan menghitung mundur dari 10. Gambarkan setiap nomor di pikiran Anda secara detil. Bisa berbentuk balok angka besar, gambar emas ruwet, atau apa­pun yang datang ke pikiran. Setelah setiap angka, Anda akan merasakan diri Anda melayang lebih jauh dan jauh lagi ke dalam pikiran bawah sadar Anda. Jika Anda suka, Anda juga bisa membayangkan diri Anda terbenam ke lantai atau kasur. Sepanjang Anda mengilhaminya dengan sedetil mungkin, Anda akan mengalami dan melihat teknik mana yang lebih baik buat Anda.

6. Sekarang Anda berada dalam kondisi yang sangat mudah untuk dipengaruhi. Pada titik ini, Anda harus mulai mengarah kepada masalah yang tengah Anda pikirkan. Berbicaralah dalam waktu sekarang. Pikiran bawah sadar tidak bisa memahami kalimat negatif –hindari menggunakan ungkapan dengan konotasi negatif seperti “Saya tidak ingin lelah dan lekas marah.” Sebaliknya, katakan, “Saya tenang dan santai.” Contoh ungkapan positif untuk berbagai isu termasuk, “Saya lebih kuat tanpa merokok,” “Saya sehat dan bebas dari rokok,” “Saya bahagia dengan hidup saya,” “Saya memiliki harapan dan saya bisa mengatasi depresi dan melihat ke depan untuk hal yang lebih baik,” atau “Saya manusia dan bisa bangkit dari situasi sulit.”

7. Ulangi pernyataan Anda untuk diri Anda sendiri sebanyak yang Anda harapkan.

8. Ketika Anda puas, katakan pada diri sendiri bahwa Anda sekarang akan menghitung maju dari nol. Ketika Anda telah sampai pada hitungan kesepuluh, Anda akan secara perlahan kembali ke kesadaran Anda, namun tetap tenang dan santai. Mulailah naiki tangga mental Anda dengan cara menghitung, kembali bayangkan angka secara detil.

9. Begitu Anda sudah sepenuhnya kembali ke alam sadar, biarkan diri Anda beberapa saat sebelum membuka mata. Berhati-hatilah ketika bangun setelah Anda berbaring. Bangun terlalu cepat bisa menyebabkan tekanan darah Anda turun drastis, dan Anda bisa pusing atau terjatuh.

Bisakah Anda di hypnosis?

Jika Anda pikir Anda tidak pernah benar-benar bisa santai untuk di hypnosis, mungkin itu adalah tanda Anda seorang kandidat yang sempurna

Otak Anda sering cemas? Jangan rendah hati dulu, Anda memiliki sebuah pikiran luar biasa yang mampu membuat skenario buruk dengan sangat mudah. Kurang lebih itu kalimat yang dilontarkan oleh Elmira Lang, M.D seorang professor radiology dari Harvard Medical School yang melakukan penelitian untuk hypnosis.  Jika Anda mampu membayangkan kecemasan yang berlebihan, artinya Anda juga mampu membayangkan cerita yang lebih baik lagi untuk diri Anda sendiri

Anda juga bisa menjadi kandidat yang tepat jika Anda seorang pemimpi. “Ini tipikal orang yang dengan mudah tenggelam dalam film atau hayalan,’ ujar David Spiegel, M.D pemimpin untuk psikiatri dari Standford University Schoold of Medicine. Sepuluh persen hingga 15 persen dari kebanyakan orang dianggap sangat mudah untuk di hypnosis, dan sekitar 50 persen lainnya berada dalam kategori cukup mudah. Berarti sisanya hanya sepertiga yang sulit untuk ditembus. Di mana mereka sering berpikir logis, mereka yang lebih banyak menghabiskan waktu untuk membaca saat bersantai ketimbang melamun.


Bagikan

Related Articles

Leave a Comment