Home » Saya Bukan Orang Penting
Bagikan

Vijay Tirathrai memaparkan bagaimana ia akan menjalankan tugas barunya sebagai CEO Entrepreneur’s Organization dan tetap sukses sebagai ayah.

Vijay Tirathrai mungkin sudah menduga bahwa jadwalnya akan semakin padat ketika ia dipercaya menjadi CEO untuk  Entrepreneur’s Organization Global. Begitu pula wawancara- wawancara yang bisa datang berturutan sekaligus. Seperti Kamis sore itu, 25 Juni 2015, di Hotel Hermitage Jakarta, Vijay harus melayani tiga wawancara beturut-turut. Disusul kemudian, acara EO Chapter Jakarta yang harus ia hadiri. Saya menemui pendiri Headstart Industries ini, keesokannya di Hotel Ritz Carlton Mega Kuningan Jakarta, di Lobo Restaurant.

Siang itu, Vijay mengenakan kemeja kotak kotak putih. Segelas cappuccino menemaninya siang itu. Ia bercerita tentang peran barunya sebagai CEO organisasi yang berawal dari Amerika Utara itu. Ia menggantikan Bob Strade yang sebelumnya duduk sebagai Executive Director EO.

“Saya sangat bersemangat dengan peran saya yang baru ini,” kata Vijay. “Karena saya memiliki kesempatan untuk membawa organisasi ini ke level berikutnya.”

“Secara personal saya juga memiliki peluang untuk berkembang. Dan menorehkan catatan saya dalam skala global. Selain itu, saya bisa memberikan pengaruh kepada ribuan individu dalam komunitas kami dengan cara yang positif.”

Vijay Tirathrai lalu mengisahkan 30 tahun pengalamannya dalam bisnis yang dirasanya mungkin membuatnya terpilih untuk duduk di posisinya saat ini.

“Saya sudah pernah menekuni sekitar tujuh industri yang berbeda selama 30 tahun ini,” katanya. Dalam kurun waktu tersebut Vijay pernah terjun dalam bidang manufaktur, garmen, retailing fashionware dan lain lain. Lalu ia mendirikan perusahaannya sendiri yang memproduksi safety helmet untuk cyclist untuk whole market dan Fabulous Group Asia yang bergerak di bidang event production.

“Selama sepuluh tahun terakhir, saya sudah mengumpulkan beragam ketrampilan, pengetahuan dan pengalaman dari sejumlah industri yang berbeda beda,” kata Vijay.

“Benang merah dari semuanya adalah saya berhubungan dengan banyak orang, membangun tim serta berhubungan dengan klien dan customer. Dan untuk itu saya harus memiliki sense of leadership.”

Vijay dengan rendah hati mengakui bahwa ia tidak dilahirkan secara alami sebagai pemimpin.

“Jujur saja, saya juga tidak punya kemampuan communication skill karena pada dasarnya saya orang yang pemalu dan introvert,” ujar Vijay.

Ia sadar dalam sebuah lingkungan baru, ia memilih untuk menjadi pengamat terlebih dahulu sebelum akhirnya ikut terlibat. Vijay juga  merasa, naluri kepemimpinannya terbentuk dari pengalamannya selama bergelut dengan bisnis selama 30 tahun ini.

“Saya beruntung berada di lingkungan yang memaksa saya untuk melawan karakter saya itu,” kata Vijay.

Ia merasa dari beragam bisnis yang digelutinya, ia mendapatkan bekal yang berguna dan membentuk dirinya seperti saat ini.

“Saat ini saya merasa lebih percaya diri. Saya seperti merasakan akumulasi dari pengetahuan, skill dan pengalaman yang akhirnya sesuai dengan tugas saya sebagai CEO dari EO,” kata Vijay.

Bisnis bukanlah kata baru dalam kehidupan Vijay Tirathrai. Di awal karirnya, ia sudah terlibat dengan bisnis keluarganya, Tirathrai Holdings di akhir delapan puluhan. Di awal sembilan puluhan, Vijay akhirnya mendirikan bisnisnya sendiri, Headstasrt Industries, dan Fabulous Group Asia di tahun 2006. Baru-baru ini, Vijay menjual perusahaannya – Fabulous Group Asia – tersebut.

“Saya berbisnis karena memang saya sangat passionate akan bidang tersebut. Dan ada semacam kebanggaan ketika Anda memulai sebuah bisnis dari sebuah rencana lalu Anda bisa mewujudkannya menjadi bisnis yang sukses. Perjalanan mewujudkan itu yang sangat menarik bagi saya. Ada banyak tantangan dan tidak mudah kedengarannya,” kata Vijay. Ia menolak anggapan bahwa ia tipe pebisnis yang mendirikan perusahaan untuk kemudian menjualnya.

“Dalam beberapa hal, saya melihat bahwa saya sudah cukup berperan.Lalu sebagai entrepreneur saya merasa perlu bergerak, melakukan hal lain dan melanjutkan langkah saya. Itu salah satu alasan mengapa saya akhirnya menjual bisnis saya itu,” kata Vijay.

Ketika ia menerima penunjukannya sebagai CEO dari EO, bisa jadi ini adalah salah satu caranya untuk melanjutkan langkahnya.

“Saya beruntung berada dalam organisasi yang memiliki situasi yang dinamis. Saya bisa bekerja dengan orang-orang yang kreatif, inovatif dan dinamis. Kami bisa sama sama mencari ide ide baru,” katanya. Baginya itulah keuntungan yang ia dapatkan dari posisinya sekarang.

Disadvantage yang saya temui, kalaupun ada, saya harus berinteraksi dengan banyak pribadi yang berbeda. Efeknya saya akan dibombardir dengan banyak sekali ide segar yang  luar biasa. Tapi itu kan justru keuntungan ya?” kata Vijay.

Ia menyadari tugasnya sebagai CEO, 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Akan ada banyak stakeholder yang meminta sebagian waktunya untuk berdiskusi atau meminta saran.    

“Sulit untuk mengatakan ‘tidak’ karena sifat pekerjaan Anda adalah pelayanan dan memberikan perhatian dalam porsi yang pas kepada para stakeholder .” kata Vijay yang tidak melihat dirinya sebagai orang penting dalam hal ini.

“Saya tidak melihat bahwa saya penting. Saya melihat semuanya sebagai bagian dari tugas saya dan akan saya jaga agar saya tidak gagal di sini,” ujarnya.

“Saya yakin saya akan menikmati tugas –tugas saya. Dan merasa penting, bukanlah sikap yang tepat dalam hal ini. Bukan itu nilai yang hendak kami tawarkan.”

“Banyak dari anggota kami yang memulai bisnisnya dari bawah, berjuang keras untuk mencapai kesuksesan bisnis mereka. Jadi sangat penting untuk tetap rendah hati. Kalaupun ada yang datang dan minta waktu lalu meminta saran saya atau mengajak diskusi, yang saya rasakan adalah saya merasa diistimewakan, bukan perasaan bahwa saya penting,” kata penggemar bersepeda dan muay thai ini.

“Dua olah raga itu memberikan yang saya butuhkan. Saat bersepeda, saya bisa menikmati sinar matahari dan angin yang menerpa wajah saya, sambil menikmati pemandangan,” katanya. “Sedangkan muay thai, bisa melatih refleks saya. Penting untuk pria seumur saya,” kata ayah dua anak yang tahun ini berusia 49 tahun. Setelah jadwalnya yang padat, yakinlah Vijay akan mendapatkan energi dari bersepeda dan muay thai.

Inilah beberapa catatan rencana yang akan dijalankan Vijay Tirathrai  sebagai CEO dari EO:

Kerja keras
Meski sudah 30 tahun, organisasi dari Amerika Utara ini masih belum benar-benar menjadi organisasi global. “Kami masih perlu kerja keras mewujudkan itu,” kata Vijay.

Perluasan
“Kami perlu memperluas jangkauan keanggotaan kami di seluruh dunia,” kata Vijay. Anggota EO saat ini 11000 entrepreneur. Target, dobel dalam waktu 5 tahun ke depan.

Tularkan Value
“Saat ini pemerintah dimanapun melihat entrepreneur sebagai salah satu penggerak roda ekonomi. Kami perlu memperluas jangkauan dengan menularkan value positif.”

Energize
“Kami perlu energize komunitas, agar memiliki good content dan aspek yang bisa dibagikan secara global. Kami melihat kami bisa menjadi panutan yang baik.”

Brand awareness
“EO perlu brand awareness yang lebih kuat. saat ini sejujurnya EO, di luar komunitas. terkesan eksklusif sehingga ada sedikit kesalahpahaman di luar anggota komunitas.”

Accessible
“Kami ingin bisa lebih accessible dan lebih dikenal di seluruh dunia.Kami ingin mengembangkan lebih banyak chapter.”

Tumbuh di saat sulit
Ekonomi lesu? Iya. Semangat padam? Jangan. “Kami akan memberikan edukasi, bertukar pikiran dengan para pakar tentang ekonomi dan meneropong peluang.”

Perkuat jaringan
“Kami akan membangun jaringan yang lebih kuat. Dengan memiliki jaringan yang kuat, Anda lebih mudah mengakses berbagai sumber daya yang Anda perlukan.”


Menyiapkan masa depan anak sepenting memenangkan bisnis dan memotivasi tim. Ini cara Vijay Tirathrai menyiapkan masa depan buah hatinya.

Memotivasi anak anak
Ayah dua putra 13 dan 16 tahun ini, memiliki cara terbaik untuk memotivasi anak anaknya: memberikan mereka tantangan. “Ketika mereka sudah tahu ingin jadi apa kelak. Mereka harus tahu apa alasannya dan bagaimana mencapainya,” kata Vijay.  

Bekali buah hati Anda
Vijay tidak menyiapkan bisnis untuk diwariskan kepada anak-anaknya. Ia memilih membekali mereka dengan skill dan knowledge dan membuka wawasan mereka “Ketika mereka dewasa, itu bisa menjadi bekal dalam hidup mereka kelak.”

Temukan minat mereka
“Sangat menyenangkan kalau bisa mewariskan bisnis kepada anak anak kita. Kalau tidak terjadi, ya tidak apa apa. Yang terpenting, anak anak tumbuh dan berhasil, apapun pilihan mereka. Saya akan selalu memberi mereka yang terbaik,” kata Vijay.


Bagikan

Related Articles

Leave a Comment