Home » Ketika Hobi Menuai Prestasi
Bagikan

Tak ada kesan sombong, padahal tahun lalu ia berhasil menduduki juara pada ajang Ferrari Challenge Trofeo Pirelli Asia Pasific 2015 yang diadakan di Fuji Speedway, Jepang. Sebuah penghargaan yang ia terima dalam acara final bertajuk Finali Mondiali yang digelar selama 4 hari berturut-turut. Dalam acara ini puluhan ribu penggemar Ferrari hadir di Sirkuit Mugello, Italia. Para pembalap tim Scuderia Ferrari Formula One, Sebastian Vettel dan Kimi Raikkonen pun turut hadir, hanya untuk memberikan dukungan. “Halo, apa kabar, senang bertemu dengan Anda,” ujarnya menyapa terlebih dahulu. Selanjutnya pembicaraan Best Life dengannya pun mengalir dengan hangat.

Prestasi yang Berawal dari Hobi

Ya, di tengah hiruk pikuk pemberitaan mengenai Rio Haryanto dan San Gelael, ternyata Indonesia juga memiliki jawara lain dalam bidang dunia balap. Seri yang dikuasai juga tidak main-main, Ferrari Challenge. Suatu gelaran kejuaraan tahunan yang menggunakan mobil legendaris Ferrar\i dan sudah dilakukan rutin sejak 1993.

“Saat ini saya telah menuntaskan balapan di dua putaran yakni di sirkuit Suzuka, Jepang dan Abu Dhabi. Ke depannya saya tengah bersiap untuk menghadapi putaran ketiga di Shanghai pada Juni mendatang. Dan saya yakin akan menjadi pemenang,” ujar pria yang senang dipanggil Aldi ini dengan lugas.

Wajar saja, nada penuh rasa optimis keluar dari lidahnya. Aldi sudah malang melintang di dunia balap baik nasional maupun internasional sejak 2001. Ketertarikan pada balap sudah dimiliki Aldi sejak ia masih bocah.

“Ini adalah passion saya sejak kecil. Tidak hanya mengenal mobil dan spesifikasinya, saya juga sangat hobi mengendarai mobil dan mengujinya hingga kemampuan teratas,” ujarnya.

“Saya belajar banyak dari tokoh idola saya Ayrton Senna. Dan mengapa Ferrari? Karena ini adalah kendaraan ikonik yang memiliki sejarah panjang di dunia balap. Siapa yang tidak ingin menjadi pembalap bagi tim Ferrari F1? Ini adalah impian bagi setiap orang yang mencintai dunia balap. Termasuk saya,” ujarnya.

Rasa cintanya akan dunia otomotif kemudian membawa Aldi ke dunia balap. Sejak muda, Aldi mulai mengenal beragam kendaraan dan memuaskan dahaganya akan dunia pemacu adrenalin tersebut. Semenjak 2001, ia telah memasuki dunia balap nasional dan kini di 2016, ia terjun ke dalam tim Viro Water Ferrari Jakarta yang turun di Kelas Umum (Pirelli Trofeo Pro).

Kunci Rahasia Sang Juara

“Apa kunci  sukses saya menjadi juara? hm, kuncinya adalah bakat yang terus mengalami tempaan pengalaman,” ujar Aldi. Menurutnya dunia balap di sirkuit memiliki satu keuntungan yakni sang pembalap dapat terus belajar dan mengenal serta menguasai sirkuit berdasarkan pengalaman.

Contohnya menghadapi balapan Ferrari Challenge putaran ketiga yang akan berlangsung di Shanghai, China, Aldi mengaku optimis untuk mengamankan podium tertinggi. Ia yang sudah bertahun-tahun mengenal sirkuit tersebut mengatakan bahwa sudah mengenal betul setiap lekuk jalanan, segala rintangan serta tempat dimana ia harus mengerem atau menginjak pedal gas dengan sekerasnya di sirkuit.

Tantangan terbesar justru datang dari kondisi alam. Aldi lebih banyak mempersiapkan latihan fisik karena menurutnya, perbedaan cuaca yang ekstrim antar negara adalah satu hal penting yang harus ia hadapi.

“Selain cuaca, kesulitan mengemudikan supercar dalam adu balap yakni kemampuan untuk mengendalikan G Force dan kecepatan yang tinggi. Misalnya di trek ada tikungan panjang dan kencang dimana kita akan menghadapi G Force tinggi. Biasanya saya yang sudah biasa balapan di lap pertama akan merasakan sedikit pusing namun begitu memasuki lap kedua dan lap ketiga, semuanya sudah kembali normal. Dan faktor risiko karena menggunakan supercar berarti Anda mengemudi dalam kecepatan tinggi. Tapi menurut saya, keamanan mobil Ferrari sudah memenuhi standar tinggi, jadi lebih aman,” jelasnya.

Dan tantangan terakhir datang dari para rivalnya di sirkuit. “Saya mesti mewaspadai penampilan impresif Steve Wyatt dari Australia dan Florian Merckx dari Belgia. Tapi untuk podium di Shanghai, saya optimis bisa menempati yang pertama. Karena balapan, saya selalu membidik juara satu. Kalau tidak, ya cuma menghabisi bahan bakar saja,” ujarnya.

Antara Keluarga, bisnis dan Hobi

Di tengah kesibukannya, Aldi ternyata masih sempat membagi waktu menjalankan bisnisnya di industri jam tangan dan bertamasya bersama istri dan putri kesayangan. “Venesia selalu menjadi pilihan terbaiknya dalam menghabiskan waktu bersama keluarga dan rahasia saya dalam membagi waktu adalah ‘good planning” dalam artian saya mengerti apa yang harus saya kerjakan terlebih dulu dan mana yang harus saya kerjakan dikemudian harinya,” ujar pria yang berprofesi sebagai distributor jam tangan Omega di tanah air ini.

Tak hanya kemampuan membagi waktu dengan perencanaan yang baik, Aldi juga memiliki rahasia dalam menjalankan bisnisnya yakni untuk terus berimprovisasi. Meski melakukan hal yang sama selama puluhan tahun dapat mengasah kemampuan Anda improvisasi dalam menjalankan setiap tantangan tentu akan menghasilkan jalan menuju kesuksesan yang tak terduga.

“Menghadapi 35 pebalap dari 12 negara di Ferrari Challenge, menjadi pebisnis di indutri jam tangan serta menjadi ayah bagi seorang remaja putri menuntut saya untuk terus mencari cara yang tidak biasa untuk bisa menjadi seorang juara. Dan saya selalu siap untuk itu,” tutup pria yang punya impian untuk bisa mengendarai Ferrari F40 ini sambil tersenyum lebar.


Bagikan

Related Articles

Leave a Comment