Ketika sebuah paragraf dapat menyingkirkan kepenatan.
Mungkin, dalam benak Anda, terlintas sosok seorang penulis dengan gaya khas: duduk membungkuk di depan layar monitor komputer, berekspresi serius, dengan berlembar-lembar kertas kusut yang berserakan di sekitar meja mereka.
Padahal, tidak semua penulis seperti perkiraan Anda. Kabar baiknya, Anda pun bisa menjadi penulis, setidaknya untuk mendapatkan manfaat kesehatan tak terduga. Menurut Gregory Ciotti, Content Marketing Manager pada Help Scout, kebiasaan menulis dapat memberikan manfaat untuk kesehatan mental Anda.
Kebahagiaan
Sebagian besar penelitian menghubungkan kebiasaan menulis dan kebahagiaan dengan ‘menulis ekspresif’ atau menuangkan pemikiran dan perasaan. Bahkan, menulis blog juga dapat memberikan manfaat yang sama untuk meluapkan ekspresi pribadi.
Menulis ekspresif juga berdampak kepada peningkatan suasana hati, kesehatan, dan penurunan tingkat stres, bagi orang yang melakukannya secara rutin.
Penelitian oleh Dr. Laura King, akademisi pada University of Leeds, Inggris, menunjukkan bahwa menulis hal-hal yang berkaitan dengan pencapaian tujuan dan impian masa depan dapat membuat orang lebih bahagia dan sehat. Sementara, Jane Dutton, peneliti pada University of Michigan, mengatakan bahwa pekerja di bagian pengumpulan dana yang mengalami stres dan menulis jurnal tentang pekerjaannya setiap hari, dapat meningkatkan kinerja sebesar 29% per jam selama dua minggu ke depan.
Komunikasi Secara Jelas
Malas merangkai kata-kata bisa menciptakan kesulitan dalam menggambarkan perasaan, berbagi pengalaman, dan berkomunikasi dengan orang lain. Sebaiknya, Anda tidak berharap bahwa kata-kata dalam pikiran akan muncul dengan lancar saat berbicara. Menulis secara teratur dapat membantu Anda untuk berkomunikasi dengan baik.
Baik dalam kecerdasan emosional, maupun ilmu pasti seperti matematika, menulis telah terbukti dapat membantu orang untuk berkomunikasi dengan ide-ide yang sangat kompleks dan lebih efektif.
Atasi Masa Sulit
Dalam sebuah penelitian yang diikuti oleh sejumlah insinyur, para peneliti menemukan bahwa para insinyur yang sering menulis ekspresif memiliki peluang lebih cepat untuk mendapatkan pekerjaan baru.
Para insinyur yang mampu menuangkan pikiran dan perasaannya ke dalam tulisan tentang kehilangan pekerjaan, ternyata tidak terlalu merasakan kemarahan dan permusuhan terhadap bos mereka. Peneliti juga menemukan hasil bahwa mereka terhindar dari perilaku mabuk karena frustasi. Hanya 19% insinyur yang mudah mendapatkan pekerjaan pada kelompok pasif menulis, sedangkan 52% kemudahan didapatkan oleh insinyur dalam kelompok menulis ekspresif.
Rasa Bersyukur
Hal-hal baik akan datang pada Anda yang gemar menuliskan motivasi dan nilai-nilai positif yang terjadi saat ini dan masa depan. Sekurang-kurangnya, Anda dapat menuliskannya satu kali per minggu. Jangan terlalu sering pula menuliskan ungkapan syukur Anda, tetapi lakukan dengan teratur sesuai dengan waktu terbaik yang Anda miliki.
Kinerja Mental Lebih Baik
Sering kali, Anda membuka terlalu banyak halaman di internet dalam waktu yang bersamaan. Kebiasaan ini mirip dengan efek yang timbul ketika beberapa pemikiran atau ide dibuka secara bersamaan di otak Anda. Menulis akan memberikan formulir untuk ide-ide Anda supaya tertuang dari kepala, tanpa perlu mengkhawatirkan bandwidth dan tabrakan browser. Dengan tertuangnya ide-ide di dalam sebuah tulisan, Anda pun bebas dari isi kepala yang terlalu penuh.
Komedian dari Amerika Serikat, Mitch Hedberg, berseloroh, “Saya duduk di hotel pada malam hari, memikirkan sesuatu yang lucu. Lalu, saya mengambil pena dan menulisnya di sebuah buku. Atau, jika tidak ada pena, saya harus meyakinkan diri bahwa sesuatu yang saya pikirkan tidaklah lucu.”
