Nama besar Levi Strauss & Co. yang kini hinggap di pundaknya semakin mematangkan strategi kepemimpinannya.
Siang itu, Kamis di pertengahan Mei, udara di kawasan Muara Angke cukup terik. Angin membawa aroma laut dan amis ikan-ikan yang dijemur di depan bedeng-bedeng nelayan di sepanjang jalan menuju SMPN 261 Muara Angke. Hari itu, Levi Strauss & Co bekerja sama dengan Ancora Foundation membangun fasilitas air bersih untuk para siswa di sekolah tersebut. Daniel Sjögren, sang Country Managing Director dari Levi Strauss & Co, hadir mendampingi founder Ancora Foundation, Gita Wirjawan, dalam peluncuran program tersebut.
“Itu pertama kali saya datang ke lokasi tersebut,” kata Daniel Sjögren, kepada Best Life, siang itu di kantornya di Pondok Indah Office Tower, pertengahan Juni lalu.
“Kami sangat peduli dengan lingkungan, dan bagi kami, sebuah perusahaan sebenarnya tidak hanya berkepentingan bagaimana menjual sebanyak mungkin produknya, tapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan,” kata Daniel tentang keterlibatan Levi Strauss & Co dalam program lingkungan tersebut.
Siang itu di kantornya yang sejuk, Daniel mengenakan kemeja, jins, sabuk, celana, sepatu, serba Levi’s.
“Kalau Anda bekerja di perusahaan apparel, ketika passion Anda pada brand itu sangat besar, wajar jika Anda memakai semua produk dari brand Anda, bukan? Keuntungan lainnya, Anda bisa memadupadankan dan menemukan gaya Anda sendiri,” kata Daniel yang sebelumnya pernah berkarir di Unilever dan Carlsberg Group.
Lompatannya ke industri apparel memang menjadi catatan yang menarik dalam perjalanan karirnya. Terlebih lagi ketika ia harus menempati pos nya di Jakarta sejak Januari 2016.
“Saya rasa Indonesia saat ini sedang berada pada situasi yang menarik. Ketika perekonomian negara lain melambat, Indonesia justru bertumbuh. Dan tantangan terbesar yang kami hadapi dalam industri ritel saat ini adalah bahwa tekanan promosinya justru meningkat,” kata pria berkebangsaan Swedia yang justru selama 20 tahun terakhir ini tinggal di luar Swedia.
“Selama ini saya sudah tinggal dan bekerja di sekitar 25 negara yang berbeda, termasuk di Asia. Dengan latar belakang itu, pembuatan strategi yang saya lakukan harus mengacu pada orang-orang dan budaya setempat di mana saya tinggal,” kata Daniel.
“Keuntungan yang saya rasakan dengan pernah bekerja di industri yang berbeda adalah saya jadi bisa melakukan penilaian dan penyesuaian dengan cara yang lebih fleksibel.”
Begitupun ketika ia dihadapkan pada lingkungan baru yang megharuskannya memimpin tim yang sudah terbentuk sebelumnya. Daniel tidak lantas menempatkan dirinya sebagai bos besar yang harus dilayani dan dimengerti.
“Ketika Anda datang ke sebuah organisasi baru dan harus memimpin tim lama, yang harus Anda lakukan adalah Anda dan tim tersebut harus saling menyesuaikan,” kata Daniel.
“Karena ketika bos yang baru masuk, biasanya dia akan membawa perspektif baru. Sebagai pemimpin saya tidak mencoba membuat semua keputusan. Jadi saya tidak datang tiba-tiba dan lalu mencoba mengubah semuanya. Saya juga memberi kesempatan kepada tim saya untuk membuat keputusan karena mereka lah yang lebih mengenal tentang pasar di sini,” kata Daniel.
Karakter demokratis dalam kepemimpinan ayah tiga anak ini memang cukup kuat. Sebagai pemimpin ia harus bisa membawa organisasinya menjalankan keputusan menuju tujuan yang sudah ditetapkan. Untuk itu ia harus mampu menciptakan suasana dan lingkungan yang tepat untuk mendukung timnya dalam membuat keputusan yang tepat.
“Saya tidak bisa jadi pemimpin yang baru enam bulan datang ke Indonesia dan merasa lebih tahu semuanya dibandingkan tim saya. Tim saya jelas tahu lebih banyak dan tahu apa yang terbaik. Tapi mungkin mereka tidak memiliki alatnya, mungkin belum mendapatkan support yang tepat. Di situlah peran saya, memberi alat dan dukungan bagi mereka,” kata Daniel.
Ia sadar bahwa nama besar Levi Strauss & Co dengan brand Levis’ yang kini berada di pundaknya membawa tanggung jawab yang tidak kecil.
“Kami adalah penemu jeans dan kisah penemuan itu sendiri sangat fenomenal. Bagi saya, menjadi bagian dari itu adalah sebuah hal yang luar biasa membanggakan.”
Meskipun mengusung nama besar tersebut, Daniel tidak lantas diam dan membiarkan dirinya hanyut begitu saja. Baginya, personal branding dirinya pun sama pentingnya untuk terus dikembangkan.
“Saya rasa kita semua perlu mengembangkan personal brand kita sepanjang waktu. Sebagai pemimpin saya juga perlu terus menemukan self awareness yang sangat saya perlukan untuk memimpin diri saya sendiri,” kata Daniel.
“Salah satu cara saya untuk memaintain personal brand saya adalah dengan memosisikan diri saya dimana perusahaan bisa mendapatkan banyak dari saya. Dan itu merupakan proses pembelajaran yang terus menerus bagi saya,” kata Daniel lagi. Terdengar seperti proses yang tidak pernah usai.
Rahasia Seimbang Daniel Sjögren
Menyeimbangkan hidup
Jadwal harian Daniel cukup padat, tapi betapapun padatnya, Daniel bertekad kuat untuk menyeimbangkannya. “Dalam hidup, Anda punya tiga hal yang harus Anda seimbangkan: pekerjaan, keluarga dan kesehatan Anda,” ungkap Daniel.
Waktu untuk keluarga
Rutinitas Daniel dimulai dengan bangun jam 05.30 pagi lalu makan pagi bersama keluarga. Ia juga berusaha pulang kantor tidak terlalu malam agar bisa makan malam bersama.Di akhir minggu Daniel memanfaatkan waktunya untuk keluarga.
Rahasia bugar
Setiap hari setelah anak-anaknya berangkat ke sekolah Daniel dan istrinya menyambangi gym untuk berolah raga. “Ini cara saya untuk tetap bugar. Saat remaja saya atlet tenis. Jadi saya punya semangat berkompetisi yang cukup tinggi,” katanya.
‘Me time’
“Saya memanfaatkan ‘me time’ untuk berolah raga. Selain itu, saya juga suka memasak. Kalau ada tamu, saya biasanya memasak untuk mereka. Tapi orang sering mengira itu masakan istri saya. Padahal saya yang masak,” kata Daniel.
Daniel Sjögren’s Best List
Best Book
Daniel gemar membaca. Buku favoritnya bertema leadership. Salah satu buku favoritnya berjudul Good to Great dari Jim Collins. “Sangat timeless,” komentar Daniel.
Best Destination
“Saya dan keluarga suka travelling karena bisa melihat hal-hal baru. Kami senang sekarang tinggal di Indonesia karena ada banyak lokasi yang menarik,” katanya.
Best Music
Daniel dan keluarganya menyukai musik. Istrinya yang berasal dari Irlandia memiliki suara yang indah. Ketiga anaknya juga menyukai musik. “Saat remaja saya senang bermain gitar. Mungkin sekarang saya perlu main gitar lagi,” katanya.
Best Jeans
“Saya paling cocok memakai model 511. Dan saya suka pakai jins yang tidak dimiliki oleh orang lain,” kata Daniel tentang jeansnya, Lot 1, yang dibuat secara customize dan esklusif di London.
