Home » 10 Fakta Tentang Ingatan yang Mungkin tidak Anda Ketahui

10 Fakta Tentang Ingatan yang Mungkin tidak Anda Ketahui

Bagikan

Pahami seluk beluk otak Anda dan dapatkan rahasia otak super seketika.

Pernah mengalami mobil mogok di tengah jalan? Mungkin bukan jadi masalah buat Anda karena sejak jaman kuliah Anda sudah terbiasa membuka kap di tengah jalan tol, mencari tahu penyebab kerusakannya, memperbaikinya dan menyalakannya kembali dengan seketika. Kemampuan Anda memahami seluk beluk mobil semanjak lama membuat Anda menjadi paham bagaimana cara mesin mobil bekerja. Anda tahu kapan harus mengganti busi mobil ketika gas mulai tersendat atau kapan harus melakukan wheel balancing hanya dengan mengendara selama lima menit saja.

Sama dengan otak Anda, organ yang masih menyimpan banyak misteri ini memerlukan teknik untuk dipahami. Anda tidak bisa mengalahkan otak Anda, tetapi Anda bisa bekerjasama dan memahami bagaimana cara otak bekerja. Tujuannya? Untuk memahami bagaimana caranya agar Anda tidak dengan mudah melupakan nama orang yang baru saja Anda temui sepuluh menit lalu, bisa dengan gampang mengingat letak mobil Anda di basement mall atau mengalahkan pemain tenis profesional hanya dengan belajar satu bulan saja.

1. Ingatan tidak memudar

Setiap orang pernah merasa frustasi saat mencoba mengingat sesuatu tapi sulit untuk memunculkannya dalam pikiran. Hal tersebut bisa saja nama sebuah jalan, nama orang, tempat menaruh kunci mobil atau mencoba mengingat di mana letak parkir mobil. Dengan situasi seperti itu, memang terkesan memori Anda rapuh dan membusuk entah di suatu bagian di sudut otak Anda. Tetapi penelitian justru mengatakan yang berbeda, para peneliti justru membuktikan fakta bahwa daya ingat memiliki kapasitas yang tidak terbatas dan semua yang Anda ketahui tersimpan di dalam kepala Anda, hanya saja tanpa latihan untuk menarik ingatan tersebut, maka ingatan menjadi sulit untuk di akses. Ini artinya, bukan ingatan Anda yang ‘menghilang’, hanya saja Anda kurang memiliki kemampuan untuk menariknya kembali.

2, Melupakan sesuatu bisa membuat Anda belajar hal baru

Melupakan justru membuat Anda belajar terdengar seperti berlawan. Bayangkan ketika Anda mencoba mengingat kembali di mana letak parkir mobil Anda, maka otak akan memilah seluruh mobil yang berada di tempat parkir selagi Anda melihat dan melintasinya dan kemudian memilah satu per satu. Bisa bayangkan betapa sibuknya otak Anda? Jadi, ketika Anda sedang memikirkan hal lain pada saat itu, maka ingatan akan tempat parkir tersebut akan terganggu. Otak akan memilih hal terkini yang paling menarik untuknya. Mekanisme ini secara umum dilakukan oleh otak Anda di mana kejadian terkini biasanya lebih mudah diingat karena dianggap lebih penting dibandingkan kejadian lama yang telah berlalu.

            Agar otak Anda berfungsi lebih cepat dan lebih berguna di dunia nyata, maka Anda harus menciptakan sebuah sistem untuk melepas data-data lama yang tak berguna, di mana tentu saja otak Anda telah memiliki sistem pelepasan data-data lama: Kita sebut sebagai ‘melupakan’. Dengan melupakan, maka Anda belajar hal-hal baru karena kenangan dan informasi lama yang tidak lagi relevan akan tersimpan jauh di dalam dan jadi sulit diakses. Sementara itu, di otak Anda secara alami hanya tersisa informasi terbaru yang penting yang memudahkan Anda mengingat kegiatan sehari-hari.

3. Jangan takut, ingatan Anda yang telah lama ‘hilang’ bisa ‘munculkan’ kembali

Ada fakta lain dari ingatan yang tidak pernah pudar, walau sulit di akses, mereka bisa di hidupkan kembali. Semua hal yang tidak bisa Anda ingat masih ada di dalam kepala Anda, menunggu untuk dibangkitkan kembali. Sebagai contoh, misalnya Anda telah lama tidak pernah membawa sepeda motor, tetapi Anda tidak akan pernah lupa bagaimana cara mengendarainya. Dalam situasi ini, ingatan lama akan dipanggil kembali dan Anda akan belajar lebih cepat untuk mengendarai kembali dibandingkan mereka yang baru saja mempelajari cara mengendarai sepeda motor. Lupa bagaimana rasanya kencan pertama Anda dengan pasangan? Coba datangi lagi restoran tempat pertama kali Anda bertemu dan rasakan bagaimana ingatan lama muncul kembali dalam otak Anda.

4. Ketika Anda salah menerka sesuatu

Anda pasti pernah mengalami ini: Anda memiliki ide yang sangat luar biasa, saking luarbiasanya Anda merasa tidak perlu menulisnya di atas kertas. Dalam sepuluh menit, semua yang Anda ingat telah lenyap dan tidak pernah kembali lagi. Hal serupa juga tampak dalam penelitian oleh Koriat and Bjork tahun 2005 di mana dalam penelitian tersebut orang diberikan pasangan kata seperti ‘cahaya-lampu’, kemudian mereka ditanya untuk meneliti seberapa sering mereka menjawab ‘lampu’ ketika diajukan kata ‘cahaya’. Semua peserta penelitian memiliki kepercayaan diri yang luar biasa menjawab dengan benar. Setelah beberapa saat, ketika mereka tanya kembali kata apa yang terlintas saat mendengar kata ‘lampu’, berbagai macam jawaban muncul, seperti ‘bolam’ atau ‘bayangan’ dan kata yang tepat sangat sulit untuk diingat. Jadi, Anda baru saja menemukan ide cemerlang? Ambil kertas dan tulis sekarang juga.

5. Koneksi baru tercipta dalam otak Anda selagi berusaha mengingat suatu hal

Para peneliti telah lama percaya bahwa perubahan dalam otak berhubungan dengan pembentukan sebuah ingatan baru. Saat ini, banyak pakar percaya bahwa penciptaan suatu ingatan berhubungan dengan menguatnya atau tumbuhnya koneksi saraf dalam otak. Koneksi antara sel saraf disebut sebagai synapses dan mereka berfungsi untuk membawa informasi dari satu saraf ke saraf lainnya. Di dalam kepala Anda terdapat trilyunan sypnases menciptakan sebuah jaringan kompleks dan fleksibel yang membuat Anda merasakan sesuatu, bersikap dan berpikir. Setiap perubahan pada koneksi synaptic diasosiasikan dengan pembelajaran dan penerimaan informasi baru.

            Pada studi yang dilakukan di New York School of Medicine, para peneliti mampu memantau perubahan formasi synapses dalam otak dari sebuah tikus lab dan menemukan fakta bahwa otak Anda tidak perlu membuat jaringan baru dan melupakan yang lama saat Anda belajar dan mengingat. “Yang Anda perlukan adalah mengubah tingkat kekuatan dari jaringan synapses untuk mempelajari ingatan jangka pendek,” ujar Wen-Biao Gan, pemimpin dalam penelitian tersebut. Jadi apa yang perlu Anda lakukan untuk menguatkan synapses Anda? Ini dia caranya:

  • Hindari Stres: Penelitian menemukan bahwa stres bisa menghambat fungsi neurotransmitter dalam otak. Penelitian lainnya menyebutkan bahwa stres mengecilkan jaringan saraf dalam prefrontal cortex dan hippocampus.
  • Hindari alkohol, obat dan racun otak lainnya: Penggunaan obat dan alkohol yang berlebihan berkaitan dengan pengecilan bagian synaptic. Terekspos dengan kimia berbahaya seperti logam berat dan pestisida juga bisa menyebabkan kehilangan jaringan synaptic.
  • Banyak latihan fisik: Aktivitas fisik mampu membuat pasokan oksigen dalam otak Anda terpenuhi untuk perkembangan dan formasi baru dari synaptic.
  • Perbanyak stimulasi: Orang tua yang lebih sering melakukan aktivitas stimulasi mental cenderung lebih sedikit mengalami demensia dan mereka yang memiliki tingkat pendidikan tinggi cenderung memiliki lebih banyak koneksi synaptic dalam otak mereka.

6. Tidur yang nyenyak untuk ingatan yang lebih baik

Anda mungkin sering mendengar banyak keuntungan dari tidur yang pulas di malam hari. Semenjak tahun 1960, para peneliti telah mencatat hubungan penting antara tidur dan daya ingat. Dalam sebuah eksperimen klasik di tahun 1994, peneliti menemukan bahwa terdapat peningkatan kemampuan dari partisipan yang kurang tidur ketika mereka diberikan tugas untuk pengenalan sebuah objek.

Sebagai tambahan untuk membantu daya ingat, tidur juga memainkan peranan penting dalam proses penerimaan informasi baru. Dalam sebuah studi, para peneliti menemukan siswa yang baru saja menerima ilmu baru mengalami pengurangan kemampuan hingga tiga hari ke depan ketika mereka mengalami kekurangan tidur.

7. Aroma mampu memicu ingatan dengan kuat

Pernakah Anda mencium satu aroma dan secara tiba-tiba kenangan lama muncul dengan jelas di kepala Anda? Aroma dari makanan yang dimasak mungkin mengingatkan Anda pada kenangan lama saat bermain di rumah nenek atau suasana kampung saat hari raya. Atau wangi parfum yang mengingatkan cinta pertama Anda di sekolah yang tidak berakhir dengan baik? Pertanyaannya, mengapa sebuah aroma mampu memicu kenangan dengan sangat kuat?

Pertama, saraf olfaktori berdekatan dengan amygdale, sebuah area di otak yang berhubungan dengan pengalaman dari emosi Anda. Sebagai tambahan, olfaktori berdekatan juga dengan hippocampus, di mana hippocampus di asosiasikan dengan daya ingat.

Kemampuan mencium sangat berhubungan dengan daya ingat. Penelitian menunjukkan ketika area tersebut yang berhubungan dengan daya ingat menjadi rusak, maka kemampuan untuk mengenali aroma juga menjadi tidak seimbang. Selain itu untuk bisa mengenali aroma, Anda harus mengingat di mana Anda pernah mencium aroma tersebut sebelumnya dan menghubungkannya dengan informasi visual secara bersamaan. Menurut beberapa penelitian, mencoba mempelajari hal baru dengan sebuah aroma secara bersamaan meningkatkan kemungkinan Anda untuk mengingat informasi tersebut secara jelas hanya dengan mencium aroma tersebut. Jadi berencana untuk liburan atau bulan madu kedua? Siapkan aroma terbaik Anda agar Anda bisa bangkitkan kembali kenangan tersebut dengan seketika di masa depan.

8. Mencampur adukkan teknik saat belajar membuat Anda cepat mengerti

Jika Anda ingin belajar main tenis, mana lebih baik: Mempersiapkan satu minggu untuk latihan serve, di minggu berikutnya siapkan forehand, dan minggu berikutnya latihan dengan backhand, dan seterusnya, atau haruskah diacak dengan semua serve, forehand dan backhand setiap hari?

Ternyata dalam penelitian disebutkan bahwa untuk mendapatkan hasil yang lebih baik, ingatan lebih mudah untuk dipanggil jika belajar dengan cara mencampurkan beberapa teknik. Cara ini sangat tepat jika proses pembelajaran Anda melibatkan declarative memory (atau proses pembelajaran yang melibatkan daya ingat dan gerakan dibandingkan cara mengingat apakah nama ibu kota dari Venezuela.

Yang menjadi masalah dari proses belajar seperti ini adalah Anda mungkin kesulitan untuk memulainya. Jika Anda latihan serve raket tenis Anda dan kemudian dengan cepat mengganti ke forehand, maka Anda mungkin langsung lupa bagaimana caranya serve sehingga Anda merasa menjadi sangat buruk dalam bermain tenis. Tetapi sekali lagi, metode ini sangatlah tepat digunakan dalam jangka waktu panjang di mana latihan mencampur-adukan teknik membuat proses belajar Anda menjadi cepat.

Mengapa ini terjadi? Satu penjelasan yang paling tepat disebut ‘reloading hypothesis’ di mana setiap Anda menggantikan tugas maka otak Anda dengan segera beralih ke tugas yang lain. Proses mengaktifkan ulang secara terus menerus ini membuat ingatan Anda menjadi kuat dan proses belajar akan semakin cepat.

9. Sering melakukan suatu hal bukan kunci utama yang membuat Anda menjadi pakar

Anda pasti sering mendengar ini: “Latihan membuat menjadi lebih baik.” Dalam kenyataannya, frase umum ini harus diperbaharui dengan kalimat “Sebuah latihan spesifik yang sulit akan membuatnya menjadi lebih baik.”

Kembali lagi pada penelitian Robert dan Elizabet Bjork dari UCLA yang fokus pada daya ingat menemukan bahwa: Pengulangan adalah kuncinya, tetapi yang jauh lebih kuat adalah ketika terdapat “interupsi” dengan informasi yang tidak berkaitan untuk membuat otak menjadi lebih dahsyat.

Pernah dengar kalimat bijak “Pengalaman adalah guru terbaik?” Mungkin ini adalah jawaban mengapa mereka yang bekerja ikut terjun ke lapangan jauh lebih baik ketimbang mereka yang mempelajari situasi hanya dari buku saja.

10. Menceritakan sesuatu membuat ingatan menjadi jelas

Dalam buku popular Moonwalking with Einstein di tahun 2012, Joshua Foer menceritakan sebuah kisah bagaimana seorang juara mampu mengingat seluruh kartu yang diacak di atas meja dalam waktu kurang dari satu menit di atas meja. Bagaimana mereka bisa menciptakan keajaiban tersebut? Ternyata kuncinya ada pada kemampuan pemainnya yang mampu menceritakan kembali  kepada diri mereka sendiri apa yang berusaha mereka ingat. Hal tersebut terjadi karena otak manusia dirancang untuk penuturan cerita. Semakin banyak hal yang bisa Anda satukan dan Anda ceritakan pada diri sendiri, maka akan semakin mudah bagi Anda untuk mengingatnya kembali.


Bagikan

Related Articles

Leave a Comment