Home » 7 Cara Meredam Stres
Bagikan

Stres tidak hanya memicu sakit kepala, tetapi juga dapat memperparah kondisi kesehatan lainnya. Pilih cara terbaik untuk meredamnya.

Duh, bangun tidur kesiangan! Terburu-buru berangkat ke kantor, kunci mobil entah di mana! Bahan presentasi untuk meeting pagi ini juga belum siap! Situasi semacam ini bisa dialami siapa saja. Akhirnya bisa menimbulkan stres, yang memicu sakit kepala yang merupakan gejala paling umum.

Jerry W. Swanson, M.D., anggota tim Mayo Clinic pada Neurology & Headache Speciality menjabarkan ada banyak hal yang dapat memicu sakit kepala, misalnya stres fisik contohnya karena kebisingan dan cahaya silau, perubahan pola makan atau tidur (seperti kurang kalori karena diet atau kurang tidur) dan bisa karena perubahan hormonal.

Banyaknya tugas atau peran kita sehari-hari juga cepat memicu stres. Misalnya, pada saat yang bersamaan kita harus mengurus banyak tugas: rapat, menyusun laporan, mengurus anak, merancang liburan keluarga, atau mempersiapkan pesta ulangtahun pernikahan.

Setiap orang memiliki kapasitas untuk memproses informasi tertentu. Jika melebihi kapasitas, kita akan merasa tertekan, cemas, atau merasakan emosi negatif lainnya. Stres tidak saja dapat menjadi penyebab tunggal, tetapi juga dapat memperparah kondisi lainnya. Saat merasakan emosi negatif, hormon kortisol (hormon stres) meningkat dan memicu sakit kepala. Ketika stres, pada umumnya pupil mata membesar, jantung berdebar, dan keringat dingin.

Selain itu, stres bisa memicu kanker, penuaan kulit, dan penurunan imunitas tubuh, masalah kesehatan mental seperti kualitas hidup hingga gangguan psikologis. Stres menimbulkan sakit kepala. Sebaliknya, sakit kepala pun menimbulkan stres. Oleh karenanya, jangan biarkan stres berlarut-larut karena bisa menimbulkan efek yang berbahaya dalam jangka panjang. Stres harus dikendalikan. Dan Andalah yang mampu mengendalikannya. Berikut ini cara yang bisa membantu Anda untuk meredam stres.

  1. Susun skala prioritas

Ketahuilah apa yang Anda inginkan dan selalu bersyukur atas apa yang Anda miliki, agar tidak terus-menerus terbawa perasaan serba kekurangan.Dengan demikian, Anda tahu batas kapasitas kemampuan dan waktu Anda.

  • Bijak kelola waktu

Buatlah agenda harian kegiatan kantor dan rumah secara berkala misalnya untuk enam bulan atau setahun mendatang. Dengan demikian, hidup Anda akan lebih teratur. Berdasarkan agenda tersebut, Anda juga bisa merencanakan liburan. Beristirahat atau bertamasya sangat bermanfaat untuk meredam stres. Yang harus Anda lakukan, tepati jadwal. Jika tidak, Anda sendiri yang kewalahan. Buatlah hidup Anda semudah mungkin. Apabila banyak tawaran pekerjaan datang kepada Anda, seleksi dengan baik. Jangan terima semua pekerjaan itu bila Anda kerepotan menyelesaikannya.

  • Jangan putus asa

Bila Anda dihadapkan pada setumpuk pekerjaan, kerjakanlah. Jangan berpikir bahwa Anda tidak akan menyelesaikannya sesuai deadline, atau malah bingung menentukan prioritas. Itu tidak akan pernah membuat pekerjaan Anda selesai, tetapi malah menambah stres. Kerjakanlah yang menurut Anda paling mudah untuk dikerjakan. Mulailah bergerak dan jangan hanya berpangku tangan.

  • Relaksasi sejenak

Saat bekerja, misalnya mengetik dan berhadapan dengan layar komputer hingga berjam-jam, sudah pasti mata, leher, pundak, punggung, hingga ke jemari akan sangat lelah. Istirahatlah sejenak selama beberapa menit untuk menyegarkan otot-otot tubuh. Mulai dengan menghirup napas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan. Gerakkanlah badan Anda hingga kembali nyaman untuk bekerja.

  • Berolahraga

Rutin berolahraga selalu menjadi faktor utama untuk mengembalikan energi yang hilang dan melenturkan kembali otot-otot tubuh. Biasakanlah berolahraga setiap hari sebelum beraktivitas. Lakukanlah olahraga sederhana, seperti  jogging keliling kompleks. Dengan  jogging sekitar 30 menit, Anda makin berenergi untuk beraktivitas. Imbangi dengan makanan bergizi seimbang dan banyak minum air mineral.

  • Lepaskan emosi negatif

Jangan tekuk terus wajah Anda. Tertawalah. Saat bekerja, cobalah sesekali ajak teman untuk membicarakan hal-hal lucu. Berteman dengan orang yang memiliki selera humor juga membantu kita meredam stres, terutama saat di kantor.

Humor adalah cara yang ampuh untuk menghilangkan stres. Tertawa memicu endorfin, zat yang membantu Anda merasa lebih baik dan berpikir positif. Terimalah apa yang sudah terjadi dan memaafkan segala kesalahan – baik diri kita sendiri maupun orang lain – maka efeknya akan menenangkan pikiran dan jiwa.

  • Waspadai sakit kepala

Sakit kepala bisa terasa sangat hebat seperti demam, leher kaku, timbul ruam, kejang, penglihatan berbayang, mati rasa, bahkan hingga sulit bicara. Jika sakit kepala Anda sudah tak tertahankan, mungkin bukan sekadar stres penyebabnya. Berkonsultasilah kepada dokter untuk memeriksa kondisi tubuh Anda.


Bagikan

Related Articles

Leave a Comment