Empat cara sederhana enyahkan depresi.
Masalah ekonomi, meningkatnya pemecatan karyawan, dan meroketnya angka perceraian…. Tidak mengherankan bila tahun lalu, enam juta pria didiagnosa mengalami depresi. Untuk memperburuk kondisi yang sudah buruk ini, sebuah penelitian mengenai perawatan gangguan emosi, baru-baru ini menemukan bahwa obat anti depresan generasi baru (seperti Paxil, Prozac, dan Zoloft) ternyata tidak lebih baik dari placebo dalam mengatasi depresi ringan sampai berat. Berdasarkan kesimpulan Irving Kirsch Ph.D., professor di University of Hull di Inggris, tingkat keberhasilan dari obat-obat anti-depresan ini terlalu dilebih-lebihkan—bila dibandingkan dengan placebo, kecuali pada kasus-kasus depresi sangat berat. Walau demikian, hal ini tidak serta merta menunjuk bahwa obat anti-depresi tidak ampuh sama sekali. Ini hanya membuktikan bahwa tingkat keberhasilannya tidak sebesar perkiraan dokter saat menangani masalah depresi pada pria. “Praktisi kedokteran kadang terlalu cepat memberi resep berisi obat-obatan untuk setiap keluhan mengenai hal-hal negatif kecil yang terjadi dalam hidup,” ujar Blair T. Johnson, Ph.D., penulis penelitian ini dari University of Connecticut. Untungnya, masih ada pilihan lain selain resep tersebut. Berikut adalah panduan untuk menemukan ‘obat’ terbaik dalam menghadapi depresi, yang tidak membutuhkan resep dokter. CURTIS PESMEN
Hilangkan dengan Keringat.
Seperti yang kita ketahui, pikiran bisa mempengaruhi kondisi tubuh Anda. Pertanyaannya kini adalah, apakah hal tersebut berlaku juga sebaliknya? Tentu saja, ujar para peneliti. Hal ini berdasarkan sebuah penelitian yang mengungkap bahwa melakukan meditasi dan yoga secara rutin dapat menurunkan tekanan darah systolic sebesar lima poin, sedang tekanan darah diastolic sebesar 2,5 poin. P Murali Doraiswarmy, kepala jurusan psikiatri biologis di Duke University Medical Center, Amerika Serikat, adalah salah satu anggota tim yang melakukan beberapa penelitian yang membandingkan latihan aerobik (seperti: berjalan, naik sepeda, atau latihan bersama trainer selama 30 menit 3 hari seminggu) dengan penggunaan obat anti depresan Zoloft. Studi ini menemukan bahwa olahraga “memiliki efek yang sama dengan penggunaan obat anti-depresan dalam merawat depresi dalam tingkat ringan sampai sedang.” Sebagai tambahan, para peneliti juga menemukan bahwa obat anti-depresan dan olahraga meningkatkan BDNF (brain—derived neurotrophic factor: faktor yang berhubungan dengan syaraf otak), yang berperan penting terhadap pertumbuhan otak.
Sehatkan dengan Salad
Apakah ini artinya salad adalah camilan untuk dewasa? Mungkin saja. Hidangan salad memiliki kandungan phytonutrient yang telah terbukti baik untuk otak. Isi salad seperti parsnip (sejenis ubi-ubian yang terlihat seperti wortel), buah camu camu (buah dari hutan hujan Amazon), selada, sawi putih, dan bok choy sangat baik untuk otak. Tambahkan saffron (rempah dari bunga juga dikenal dengan nama Kuma-Kuma berasal dari Asia Barat Daya) ke dalam salad Anda karena tanaman ini telah terbukti dua kali lebih berkhasiat dibanding Prozac, demikian menurut sebuah penelitian. “Buat sendiri salad dressing Anda dengan menggunakan walnut oil, saffron dan kunyit,” saran James A. Duke, ahli ethnobotani dan penulis buku The Green Pharmacy Guide of Healing Foods. “Ketiga bahan itu ampuh menghilangkan depresi.”
Berbicarakan Sampai Hilang
Terapi perilaku kognitif adalah sebuah terapi bicara yang membantu menghilangkan pikiran negatif yang bersarang di kepala dan mengalahkan diri sendiri. Terapi ini sudah digunakan sejak tahun 1960-an dan telah mendapat pengakuan. Lewat penelitian tersebut, tampak bahwa terapi bicara sama efektifnya dengan penggunaan obat anti depresan. Terapi ini menggunakan komputer, di mana para pasien diharuskan menjawab beberapa pertanyaan yang dapat menghilangkan perasaan negatif mereka. Ini bukan sulap, tapi penggunaan komputer memang membuat para terapis bertanya-tanya, siapa yang berkuasa di penyembuhan ini? Komputer atau dokter?
Ikuti Cahaya
Eye movement desensitization and reprocessing (EMDR atau perbaikan densitas pada gerakan mata) sudah berumur 20 tahun, namun mengapa hal ini bisa memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi? Hingga sekarang belum ada yang tahu. Saat perawatan, terapis menggunakan ujung jari atau latihan gerakan mata (seperti latihan melihat permainan tenis, dimana bola dibuat bolak-balik dari ujung lapangan ke ujung lainnya.) Terapi ini dilakukan berbarengan dengan terapi bicara. Seiring berjalannya waktu dan makin banyaknya para terapis, penggunaan EMDR juga tersedia di luar rumah sakit atau pusat penelitian. Terapi ini juga digunakan untuk merawat prajurit yang mengalami stres atau trauma akibat kegiatannya yang berhubungan dengan kemiliteran. Terapi ini juga berguna bagi masalah lain seperti ketegangan, depresi, fobia, serta masalah lain yang timbul karena penggunaan obat berlebihan.
